Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 7120 tentang Sedekah akan sia-sia karena tiada penerima di akhir zaman

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira sekaligus peringatan dari Nabi ﷺ. Beliau memerintahkan kita untuk bersegera bersedekah di waktu lapang, karena akan datang suatu masa yang penuh dengan kekayaan sehingga orang yang ingin bersedekah kesulitan mencari orang yang mau menerima sedekahnya. Ini menunjukkan keutamaan bersedekah di waktu sempit dan pentingnya memanfaatkan kesempatan beramal sebelum datangnya masa yang menyulitkan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ شُعْبَةَ، حَدَّثَنَا مَعْبَدٌ، سَمِعْتُ حَارِثَةَ بْنَ وَهْبٍ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "تَصَدَّقُوا، فَسَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَمْشِي الرَّجُلُ بِصَدَقَتِهِ، فَلاَ يَجِدُ مَنْ يَقْبَلُهَا"

"Bersedekahlah, karena akan datang suatu masa kepada manusia, di mana seseorang akan pergi dengan sedekahnya, tetapi tidak akan menemukan siapa pun yang menerimanya." (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Fitan, no. 7120, dari sahabat Haritsah bin Wahb Al-Khuza'i radhiyallahu 'anhu)

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

QS. Al-Baqarah [2]: 261

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."

Kaitan dengan ulama: Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan bersegera dalam bersedekah, karena manusia tidak tahu kapan datangnya masa di mana amal tersebut tidak lagi bisa dilakukan dengan mudah.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa makna penting dari hadits ini:

1. Perintah Bersegera dalam Kebaikan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa perintah "تَصَدَّقُوا" (bersedekahlah) di sini bersifat anjuran yang sangat kuat. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin hendaknya tidak menunda-nunda kebaikan, karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depannya. Beliau juga menekankan bahwa sedekah adalah bukti keimanan dan cara membersihkan harta.

2. Makna "Zaman yang Tidak Ada Penerima Sedekah"

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan beberapa penafsiran ulama tentang masa ini:

  • Pendapat pertama: Ini terjadi di akhir zaman ketika kekayaan melimpah ruah sehingga tidak ada orang miskin yang membutuhkan. Ini sesuai dengan hadits lain tentang tanda-tanda kiamat bahwa harta akan melimpah.
  • Pendapat kedua: Ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz, di mana keadilan beliau menyebabkan tidak ada lagi orang fakir yang mau menerima zakat. Namun pendapat ini ditolak oleh sebagian ulama karena konteks hadits berbicara tentang masa depan yang lebih umum.
  • Pendapat yang lebih kuat: Ini adalah kabar tentang masa depan yang akan terjadi, baik di akhir zaman maupun sebagai peringatan bahwa kesempatan beramal tidak selamanya terbuka. Syaikh Al-Albani rahimahullah cenderung kepada penafsiran bahwa ini adalah tanda dekatnya hari kiamat ketika harta melimpah.

3. Hikmah di Balik Kabar Ini

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini mengandung pelajaran berharga: nikmat yang ada saat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jika hari ini kita masih bisa bersedekah dan menemukan orang yang membutuhkan, itu adalah nikmat yang harus disyukuri dengan memperbanyak sedekah. Jangan sampai kita menyesal di masa yang akan datang ketika kesempatan itu sudah tidak ada.

4. Sedekah Membersihkan Harta dan Jiwa

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa sedekah memiliki pengaruh besar dalam membersihkan harta dari syubhat dan membersihkan jiwa dari sifat kikir. Orang yang bersedekah di waktu lapang akan merasakan manisnya ibadah dan kedekatan dengan Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa pada masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, beliau menerapkan keadilan yang sangat sempurna sehingga dalam waktu singkat, harta zakat dan sedekah terkumpul banyak namun tidak ada yang mengambilnya. Beliau pun berkata kepada para pegawainya: "Carikanlah orang-orang yang membutuhkan untuk kita berikan harta ini." Mereka mencari ke berbagai penjuru negeri, namun hampir tidak menemukan orang fakir yang mau menerima karena semua orang telah berkecukupan.

Kisah ini menunjukkan bahwa keadilan dan keberkahan bisa membuat masyarakat menjadi makmur. Namun yang lebih penting, kisah ini mengingatkan kita bahwa masa-masa seperti itu bisa terjadi, dan kita harus memanfaatkan waktu sekarang untuk beramal sebanyak-banyaknya sebelum datang masa yang menyulitkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Segera bersedekah ketika masih ada kesempatan dan masih ada orang yang membutuhkan, jangan menunda-nunda.
  2. Jangan meremehkan sedekah kecil, karena di masa depan mungkin kita tidak lagi memiliki kesempatan untuk melakukannya.
  3. Bersyukur atas nikmat kemampuan bersedekah, karena itu adalah karunia Allah yang tidak dimiliki semua orang.
  4. Jadikan sedekah sebagai kebiasaan rutin, baik di waktu lapang maupun sempit, karena Allah menjanjikan balasan berlipat ganda.
  5. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, karena sedekah di waktu sulit justru lebih utama pahalanya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.