Penjelasan Hadits Bukhari No. 712 tentang Nabi memerintahkan Abu Bakar menggantikannya memimpin shalat saat sakit

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengisahkan detik-detik terakhir sakit Rasulullah ﷺ yang menjadi pelajaran agung tentang kepemimpinan dalam shalat, kasih sayang Nabi kepada umatnya, serta adab dan penghormatan para sahabat kepada beliau. Inti hadits ini adalah penetapan Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai imam shalat menggantikan Nabi ﷺ, yang juga merupakan isyarat akan kepemimpinannya setelah wafat. Kisah ini juga menunjukkan bagaimana Nabi ﷺ keluar dalam keadaan sakit untuk memimpin shalat, dan bagaimana Abu Bakar mengikuti gerakan Nabi serta menyampaikan takbirnya kepada makmum.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Adzan, Bab "Siapa yang Mengumandangkan Takbir Imam", no. 712, dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Dalil dari Al-Qur'an yang relevan dengan pelajaran tentang ketaatan dan kepemimpinan adalah firman Allah Ta'ala:

QS. An-Nisa' [4]: 59

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad) dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."

Ayat ini menunjukkan kewajiban menaati pemimpin dalam kebaikan, sebagaimana para sahabat taat kepada perintah Nabi ﷺ untuk menjadikan Abu Bakar sebagai imam.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Penetapan Abu Bakar sebagai Imam dan Isyarat Kekhalifahannya

Para ulama, di antaranya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, menjelaskan bahwa perintah Nabi ﷺ kepada Abu Bakar untuk menjadi imam shalat merupakan isyarat kuat bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling tepat untuk memimpin umat setelah beliau wafat. Ini karena shalat adalah tiang agama dan imam shalat adalah pemimpin dalam urusan yang paling agung. Jika Nabi ﷺ memilih Abu Bakar untuk posisi ini, maka lebih utama lagi untuk kepemimpinan duniawi. Imam An-Nawawi juga menyebutkan bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakar yang sangat besar.

2. Sikap Aisyah dan Jawaban Nabi ﷺ

Aisyah radhiyallahu 'anha khawatir Abu Bakar tidak mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar karena sifatnya yang sangat lembut dan mudah menangis ketika mengingat Allah. Namun, Nabi ﷺ tetap pada perintahnya. Pada kali ketiga atau keempat, beliau bersabda, "Kalian adalah shahabat-shahabat Yusuf" — sebuah sindiran halus bahwa para wanita, termasuk Aisyah, memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan pendapat, sebagaimana wanita-wanita di zaman Nabi Yusuf 'alaihis salam. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tetap tegas dalam keputusan yang benar meskipun ada masukan, namun dengan cara yang penuh kelembutan dan tidak merendahkan.

3. Keluarnya Nabi ﷺ untuk Shalat Berjamaah

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Nabi ﷺ keluar dalam keadaan sakit parah, berjalan dengan ditopang oleh dua orang, yaitu Al-Abbas dan Ali atau Al-Fadhl bin Abbas (terdapat perbedaan riwayat). Beliau berjalan dengan kaki yang hampir menyeret tanah karena lemahnya. Ini menunjukkan betapa besarnya kecintaan Nabi ﷺ kepada shalat berjamaah dan kepada umatnya. Beliau tidak ingin meninggalkan umatnya tanpa melihat mereka shalat di belakangnya.

4. Adab Abu Bakar dan Isyarat Nabi ﷺ

Ketika Abu Bakar melihat Nabi ﷺ datang, ia mundur untuk memberikan tempat kepada beliau. Namun Nabi ﷺ memberi isyarat agar ia tetap di tempatnya. Kemudian Nabi ﷺ duduk di samping Abu Bakar, dan Abu Bakar mengikuti gerakan Nabi serta menyampaikan takbir kepada makmum. Ini menunjukkan adab yang sangat tinggi: seorang imam yang ditunjuk tidak boleh menyerahkan posisinya tanpa perintah, dan makmum harus mengikuti imam. Juga terdapat pelajaran tentang bolehnya shalat dengan imam duduk dan makmum berdiri, atau imam duduk dan makmum mengikuti gerakannya.

5. Pelajaran tentang Kepemimpinan dan Taat

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan bahwa pemimpin harus ditaati selama perintahnya dalam kebaikan. Abu Bakar menerima tugas menjadi imam meskipun ia tahu ada yang lebih utama (yaitu Nabi ﷺ), karena ia taat kepada perintah Rasulullah ﷺ.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan bahwa ketika Abu Bakar radhiyallahu 'anhu menjadi khalifah, beliau selalu mengingat momen-momen indah bersama Nabi ﷺ. Suatu hari, beliau berkata, "Demi Allah, tidaklah aku melewati suatu hari pun melainkan aku merindukan untuk bertemu dengan Rasulullah ﷺ. Sungguh, aku masih teringat ketika aku menjadi imam shalat dan beliau duduk di sampingku. Aku merasakan kehadiran beliau di sisiku, dan aku berusaha mengikuti gerakan beliau dengan sebaik-baiknya." (Ini adalah gambaran maknawi dari kecintaan Abu Bakar, bukan kutipan harfiah dari kitab tertentu).

Hikmahnya: Ketaatan Abu Bakar kepada Nabi ﷺ dalam memimpin shalat adalah latihan baginya untuk memimpin umat setelahnya. Dan kecintaannya kepada Nabi ﷺ tidak pernah pudar meskipun beliau telah wafat.

Kesimpulan Praktis

  1. Menghormati pemimpin yang sah: Kita wajib taat kepada pemimpin yang ditunjuk selama perintahnya dalam kebaikan, sebagaimana para sahabat taat kepada Abu Bakar.
  2. Keutamaan Abu Bakar: Hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan menjadi dalil bahwa beliau adalah khalifah yang paling berhak setelah Nabi ﷺ.
  3. Kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya: Nabi ﷺ keluar dalam keadaan sakit untuk shalat berjamaah, menunjukkan pentingnya shalat berjamaah dan kepedulian beliau kepada umatnya.
  4. Adab dalam shalat berjamaah: Makmum wajib mengikuti imam, dan imam yang sah tidak boleh mundur tanpa alasan yang dibenarkan.
  5. Sikap lembut dalam menyampaikan pendapat: Aisyah menyampaikan kekhawatirannya dengan baik, dan Nabi ﷺ merespons dengan bijak tanpa merendahkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?