Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu tanda besar hari Kiamat yang disampaikan Nabi ﷺ: akan keluar api yang sangat besar dari bumi Hijaz (sekitar Madinah) yang cahayanya sampai menerangi leher unta di Busra (kota di Syam, sekarang Suriah). Peristiwa ini telah terjadi pada abad ke-7 Hijriah (sekitar tahun 654 H) di kota Madinah, sebagaimana dikabarkan oleh banyak ulama, dan menjadi bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَخْبَرَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ، تُضِيءُ أَعْنَاقَ الإِبِلِ بِبُصْرَى"
"Tidak akan terjadi Kiamat hingga keluar api dari tanah Hijaz, yang menerangi leher-leher unta di Busra." (HR. Al-Bukhari no. 7118, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dengan lafaz yang semakna.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Al-Bukhari memuat hadits ini dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Fitan (Bab Keluarnya Api), sebagai bagian dari tanda-tanda besar Kiamat.
- Imam Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi Al-Fitan wa Al-Malahim menjelaskan bahwa hadits ini telah terjadi pada tahun 654 H, dan beliau sendiri menyaksikan beritanya.
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) menegaskan bahwa peristiwa keluarnya api dari Madinah ini adalah mukjizat nyata yang telah terjadi, dan beliau menukil kesaksian para ulama yang hidup saat itu.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua hal penting:
1. Makna "Tidak akan terjadi Kiamat hingga keluar api dari tanah Hijaz"
Ini adalah salah satu tanda besar Kiamat yang pasti terjadi sebelum hari akhir. Yang dimaksud "tanah Hijaz" adalah wilayah sekitar Madinah. Para ulama berbeda pendapat: apakah api ini sudah terjadi atau masih akan terjadi?
Pendapat yang kuat — dan ini yang dipegang oleh mayoritas ulama dari kalangan Ahlus Sunnah — adalah bahwa peristiwa ini sudah terjadi pada tahun 654 Hijriah (sekitar tahun 1256 Masehi). Ini berdasarkan kesaksian para ulama yang hidup saat itu:
- Imam Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah menceritakan secara panjang lebar tentang keluarnya api dari lembah Mahd adz-Dzahab (lembah emas) di dekat Madinah. Beliau menyebutkan bahwa api itu sangat besar, menyemburkan bara dan lava, dan cahayanya terlihat dari jarak jauh. Orang-orang di Madinah ketakutan dan keluar menuju Masjid Nabawi untuk berdoa.
- Imam Adz-Dzahabi (w. 748 H) dalam Al-'Ibar juga mencatat peristiwa ini sebagai peristiwa besar yang disaksikan banyak orang.
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menegaskan: "Peristiwa keluarnya api dari Hijaz telah terjadi pada tahun 654 H, dan ini adalah salah satu tanda kenabian yang jelas."
2. Makna "menerangi leher-leher unta di Busra"
Busra adalah kota di Syam (sekarang Suriah), berjarak sekitar 700-800 km dari Madinah. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya cahaya api tersebut — bukan untuk menunjukkan bahwa unta benar-benar ada di sana saat itu, tetapi untuk menggambarkan betapa terangnya cahaya api sehingga orang yang berada di tempat sejauh itu pun bisa melihat cahayanya. Ini adalah gaya bahasa Arab yang sangat fasih untuk menggambarkan sesuatu yang luar biasa.
Hikmah dari hadits ini:
- Membuktikan kebenaran kenabian Muhammad ﷺ — beliau mengabarkan sesuatu yang belum terjadi, lalu terjadi persis seperti yang beliau katakan, berabad-abad kemudian.
- Mengingatkan kita bahwa Kiamat pasti dekat — setiap tanda yang muncul berarti semakin dekat hari perhitungan.
- Mendorong kita untuk bersiap — jangan menunda taubat dan amal saleh.
Story Telling
Imam Ibnu Katsir meriwayatkan dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah tentang peristiwa keluarnya api tersebut:
Pada bulan Jumadil Akhir tahun 654 H, penduduk Madinah dikejutkan oleh gempa bumi yang sangat kuat. Kemudian dari arah lembah timur Madinah, muncul api yang sangat besar. Api itu menyembur seperti gunung berapi, mengeluarkan bara dan lava yang mengalir seperti sungai. Batu-batu besar terlontar ke udara, dan cahayanya sangat terang sehingga terlihat dari jarak yang sangat jauh.
Orang-orang Madinah sangat ketakutan. Mereka keluar menuju Masjid Nabawi, berdoa dan bertaubat kepada Allah. Api itu terus menyala selama lebih dari sebulan, kemudian berhenti. Bekas-bekasnya masih terlihat hingga zaman kita sekarang.
Yang menarik, peristiwa ini terjadi sekitar 600 tahun setelah Nabi ﷺ mengabarkannya. Ini adalah bukti nyata bahwa apa yang disampaikan Rasulullah ﷺ adalah wahyu dari Allah, bukan karangan manusia.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa semua kabar Nabi ﷺ adalah benar — termasuk kabar tentang tanda-tanda Kiamat. Peristiwa keluarnya api dari Hijaz telah terjadi dan menjadi bukti nyata.
- Jadikan hadits ini sebagai pengingat — Kiamat pasti datang, dan kita tidak tahu kapan. Maka perbanyak taubat, istiqamah dalam ibadah, dan perbaiki akhlak.
- Jangan lalai dengan dunia — tanda-tanda Kiamat semakin banyak muncul, maka jangan sampai kita tertipu oleh kesibukan dunia hingga melupakan akhirat.
- Pelajari tanda-tanda Kiamat — agar iman kita semakin kuat dan kita semakin siap menghadapi hari akhir.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.