Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang tanda dekatnya Hari Kiamat, yaitu munculnya Al-Harj (kekacauan, pembunuhan massal) yang dahsyat. Nabi ﷺ juga mengabarkan bahwa di antara manusia yang paling buruk keadaannya adalah mereka yang masih hidup saat Kiamat tiba, dalam keadaan tidak sempat bertaubat dari kerusakan yang melanda. Ini adalah peringatan keras agar kita tidak menjadi bagian dari generasi yang hidup di akhir zaman dalam keadaan lalai dan penuh fitnah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan, Bab Zhuhur Al-Fitan, no. 7067. Lafazh lengkapnya sebagaimana yang Anda cantumkan:
وَقَالَ أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنِ الأَشْعَرِيِّ، أَنَّهُ قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ تَعْلَمُ الأَيَّامَ الَّتِي ذَكَرَ النَّبِيُّ ﷺ أَيَّامَ الْهَرْجِ. نَحْوَهُ. قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ " مِنْ شِرَارِ النَّاسِ مَنْ تُدْرِكُهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ أَحْيَاءٌ "
Makna ringkas: Abu Musa Al-Asy'ari bertanya kepada Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhuma tentang hari-hari Al-Harj yang disebutkan Nabi ﷺ. Ibnu Mas'ud menjawab bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda: "Termasuk sejahat-jahat manusia adalah orang yang Kiamat menjumpainya dalam keadaan mereka masih hidup."
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
QS. Muhammad [47]: 18
فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَن تَأْتِيَهُم بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ
"Maka tidaklah mereka menunggu-waitukan kecuali kedatangan Hari Kiamat kepada mereka secara tiba-tiba, maka sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah gunanya bagi mereka kesadaran itu apabila Kiamat telah datang?"
Kaitan dengan ulama: Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan tanda-tanda Kiamat telah dekat, dan manusia diperingatkan agar tidak lengah. Hadits ini adalah salah satu penjelasan tanda tersebut.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan makna Al-Harj dalam hadits ini. Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari) menukil perkataan para ulama bahwa Al-Harj bermakna pembunuhan (al-qatl). Ini berdasarkan hadits lain yang shahih, ketika para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah Al-Harj itu?" Beliau menjawab, "Pembunuhan, pembunuhan" (HR. Muslim). Jadi, hari-hari Al-Harj adalah masa-masa di mana terjadi pembunuhan besar-besaran tanpa sebab yang jelas, manusia saling membunuh tanpa mengetahui mengapa mereka membunuh.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah salah satu tanda Kiamat yang telah terjadi di akhir zaman, yaitu banyaknya pembunuhan dan kekacauan. Beliau juga menjelaskan bahwa fitnah ini akan melanda manusia secara umum, dan orang yang selamat hanyalah mereka yang berlindung kepada Allah dan menjauhi fitnah.
Adapun sabda Nabi ﷺ: "Termasuk sejahat-jahat manusia adalah orang yang Kiamat menjumpainya dalam keadaan mereka masih hidup" — para ulama menjelaskan bahwa ini menunjukkan buruknya keadaan manusia di akhir zaman. Mereka adalah orang-orang yang tidak sempat bertaubat karena Kiamat datang secara tiba-tiba. Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa ini adalah peringatan agar kita tidak menjadi bagian dari orang-orang yang hidup di zaman penuh fitnah tanpa berpegang teguh pada agama.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Al-Arba'in pernah menjelaskan bahwa kejahatan manusia di akhir zaman bukan karena mereka semua kafir, tetapi karena kerusakan moral dan banyaknya maksiat yang melanda, sehingga yang selamat hanyalah orang yang Allah jaga agamanya.
Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang makna "sejahat-jahat manusia" dalam hadits ini. Sebagian ulama seperti Imam Al-Qurthubi (dalam tafsirnya, namun beliau bukan dari daftar rujukan kita) berpendapat bahwa ini khusus untuk orang-orang kafir. Namun pendapat yang lebih kuat menurut ulama dari daftar kita, seperti Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, bahwa maknanya umum mencakup orang-orang yang hidup di masa itu dalam keadaan maksiat dan tidak bertaubat, baik muslim maupun kafir. Namun yang dimaksud "jahat" dalam konteks ini adalah keadaan mereka yang buruk karena tertimpa fitnah besar.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu tentang hari-hari Al-Harj yang disebutkan Nabi ﷺ. Ibnu Mas'ud menjawab dengan hadits ini. Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam memahami tanda-tanda Kiamat dan kekhawatiran mereka terhadap fitnah akhir zaman.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 7066) dari Abu Musa Al-Asy'ari bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya di hadapan kalian ada hari-hari di mana ilmu diangkat, kebodohan turun, dan Al-Harj (pembunuhan) banyak terjadi." Para sahabat bertanya, "Apa itu Al-Harj?" Beliau menjawab, "Pembunuhan."
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat serius menanyakan hal-hal ghaib yang diberitakan Nabi ﷺ, bukan untuk sekadar tahu, tetapi untuk mengambil pelajaran dan persiapan. Mereka khawatir jika mereka termasuk generasi yang hidup di masa fitnah tersebut.
Kesimpulan Praktis
- Bersiap menghadapi fitnah akhir zaman dengan memperbanyak ilmu agama, karena ilmu adalah benteng utama dari fitnah.
- Menjauhi sumber-sumber fitnah seperti perpecahan, permusuhan, dan pembunuhan tanpa alasan yang benar.
- Memperbanyak taubat dan istighfar karena kita tidak tahu kapan Kiamat atau kematian menjemput kita.
- Berdoa agar Allah melindungi kita dari keburukan akhir zaman dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang selamat dari fitnah.
- Tidak lengah dengan tanda-tanda Kiamat yang sudah banyak muncul, justru semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.