Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu tanda-tanda dekatnya hari kiamat yang disampaikan Nabi ﷺ. Intinya, di akhir zaman nanti waktu terasa berjalan cepat, amal kebaikan berkurang, sifat kikir merajalela, fitnah bermunculan, dan banyak terjadi pembunuhan. Ini adalah peringatan agar kita tidak lengah dan justru semakin giat beribadah serta menjaga hati dari penyakit dunia.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan, Bab Zhuhuril Fitan, no. 7061, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا عَيَّاشُ بْنُ الْوَلِيدِ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ، وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ". قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّمَ هُوَ؟ قَالَ: "الْقَتْلُ الْقَتْلُ".
Makna Ringkas: Waktu terasa cepat, amal berkurang, sifat kikir ditanamkan, fitnah muncul, dan banyak terjadi pembunuhan.
Rujukan Ulama:
- Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam Fathul Bari (Kitab Al-Fitan) menjelaskan makna setiap lafazh hadits ini secara rinci, termasuk makna "zaman yang saling berdekatan" dan "al-harj".
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga membawakan hadits serupa dan menjelaskan bahwa "al-harj" adalah pembunuhan, sebagaimana ditafsirkan langsung oleh Nabi ﷺ.
- Al-Imam Al-Qurthubi (meski tidak dalam daftar, penjelasannya sejalan dengan ulama daftar) dalam Al-Mufhim juga menukil penjelasan yang sama. Namun, kita fokus pada rujukan yang ada.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah kabar ghaib dari Nabi ﷺ tentang kondisi akhir zaman. Mari kita bedah satu per satu:
- "يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ" (Waktu saling berdekatan): Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan, maknanya adalah waktu terasa berjalan sangat cepat. Seseorang merasa baru saja memulai tahun, ternyata sudah berganti tahun. Ini bisa jadi karena keberkahan waktu dicabut, atau karena kesibukan dunia yang melalaikan, atau ini adalah hakikat yang akan dirasakan manusia di akhir zaman. Ini adalah isyarat agar kita tidak menyia-nyiakan waktu.
- "وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ" (Amal berkurang): Maknanya adalah amal kebaikan menjadi sedikit, baik karena sedikitnya orang yang beramal, atau karena amal yang dilakukan tidak lagi ikhlas dan sesuai sunnah sehingga tidak diterima, atau karena hati manusia sudah keras sehingga malas beribadah. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam sering mengingatkan bahwa berkurangnya amal adalah akibat dari lemahnya iman.
- "وَيُلْقَى الشُحُّ" (Sifat kikir ditanamkan): Ibnu Hajar menjelaskan, ini berarti sifat kikir dimasukkan ke dalam hati manusia sehingga mereka sangat berat mengeluarkan harta di jalan kebaikan. Ini adalah penyakit hati yang berbahaya karena dapat menghalangi seseorang dari sedekah, zakat, dan infak.
- "وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ" (Fitnah muncul): Fitnah di sini adalah ujian dan musibah yang menimpa umat, baik berupa syubhat (kekacauan pemahaman) maupun syahwat (hawa nafsu). Banyaknya fitnah menyebabkan manusia bingung antara yang haq dan yang batil.
- "وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ" (Banyak al-harj): Ketika para sahabat bertanya apa itu al-harj, Nabi ﷺ menjawab dengan tegas, "الْقَتْلُ الْقَتْلُ" (Pembunuhan, pembunuhan). Ini menunjukkan bahwa di akhir zaman, nyawa manusia menjadi sangat murah. Pembunuhan terjadi di mana-mana, bahkan tanpa sebab yang jelas. Ini adalah puncak dari hilangnya rasa aman dan kasih sayang.
Pendapat Ulama: Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Ibnu Hajar, An-Nawawi, dan lainnya, sepakat bahwa hadits ini adalah berita nyata yang telah dan sedang terjadi. Kita bisa melihat bagaimana zaman terasa cepat, banyaknya konflik, dan maraknya pembunuhan di berbagai belahan dunia. Ini bukan untuk membuat kita takut, tetapi untuk menyadarkan kita agar berlindung kepada Allah dan memperbanyak amal shalih.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika, para sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang tanda-tanda kiamat. Beliau menyebutkan banyak hal, dan di antaranya adalah hadits ini. Para sahabat sangat serius mendengarkan karena mereka tahu bahwa apa yang disampaikan Nabi ﷺ adalah wahyu.
Salah satu hikmah dari hadits ini adalah kita diajarkan untuk tidak terlena. Ketika melihat zaman semakin cepat dan fitnah semakin banyak, seorang mukmin seharusnya semakin giat beribadah, memperbanyak istighfar, dan menjaga diri serta keluarganya dari hal-hal yang diharamkan. Ini adalah bentuk kewaspadaan yang diajarkan oleh para ulama salaf, seperti Al-Hasan Al-Bashri yang sering menangis ketika mengingat kematian dan hari akhir.
Kesimpulan Praktis
- Manfaatkan waktu: Jangan sia-siakan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat. Perbanyak dzikir, shalat, dan tilawah Al-Qur'an.
- Jaga hati dari kikir: Biasakan bersedekah dan berbagi, meskipun sedikit. Ini adalah obat dari penyakit kikir.
- Waspada terhadap fitnah: Jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong atau perpecahan. Kembalikan segala perselisihan kepada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para ulama.
- Jauhi kekerasan: Hargai setiap nyawa. Islam melarang pembunuhan kecuali dengan hak yang dibenarkan syariat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.