Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 7059 tentang Peringatan celaka bagi Arab dari keburukan besar

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar penting dari Nabi ﷺ tentang tanda-tanda besar hari kiamat, yaitu terbukanya tembok Ya'juj dan Ma'juj serta kabar tentang banyaknya keburukan (kebakhilan, maksiat, dan kejahatan) yang akan melanda umat. Nabi ﷺ juga mengajarkan bahwa keberadaan orang-orang saleh di tengah masyarakat tidak otomatis mencegah datangnya azab atau kehancuran apabila keburukan sudah merajalela. Ini menjadi peringatan bagi kita untuk tidak lengah dan terus berpegang pada ketaatan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks hadits yang Anda sertakan adalah riwayat dari Zainab binti Jahsh radhiyallahu 'anha, dan diriwayatkan juga oleh Imam Muslim. Hadits ini shahih dan menjadi dalil utama tentang tanda-tanda kiamat.

Dalil Al-Qur'an tentang Ya'juj dan Ma'juj:

Allah ﷻ berfirman:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ

"Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, celakalah orang Arab dari keburukan yang telah dekat." (Ini adalah bagian dari redaksi hadits, bukan ayat Al-Qur'an)

Adapun ayat tentang Ya'juj dan Ma'juj, Allah berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ

"Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." (QS. Al-Anbiya' [21]: 96)

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa terbukanya tembok Ya'juj dan Ma'juj adalah salah satu tanda besar kiamat yang telah dikabarkan Nabi ﷺ, dan ini terjadi di akhir zaman.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "celaka bagi orang Arab" adalah peringatan keras tentang fitnah dan peperangan yang akan terjadi di tanah Arab, dan ini bukan berarti hanya orang Arab yang celaka, tetapi karena merekalah yang pertama kali terkena dampaknya.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa isyarat Sufyan (90 atau 100) menunjukkan bahwa yang terbuka adalah bagian yang sangat kecil dari tembok tersebut, namun ini adalah awal dari kehancuran besar.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Makna "Celaka bagi orang Arab"

Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah kabar tentang fitnah besar yang akan terjadi di Jazirah Arab. Yang dimaksud bukan celaan kepada orang Arab secara khusus, tetapi peringatan bahwa bencana besar akan menimpa mereka. Ini terjadi sebagaimana yang kita saksikan dalam sejarah, seperti fitnah besar di akhir masa Khilafah Utsmaniyah, perang saudara, dan berbagai kekacauan.

2. Terbukanya Tembok Ya'juj dan Ma'juj

Imam Ibn Katsir menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa tembok tersebut telah mulai terbuka sejak zaman Nabi ﷺ, dan ini adalah tanda bahwa kiamat semakin dekat. Namun, pembukaan penuh dan keluarnya mereka secara besar-besaran akan terjadi di akhir zaman sebagai salah satu tanda besar kiamat.

3. Pertanyaan tentang Keselamatan Orang Saleh

Pertanyaan para sahabat, "Apakah kita akan dihancurkan padahal di antara kita ada orang-orang saleh?" dijawab Nabi ﷺ: "Ya, jika keburukan semakin banyak."

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa ketika kemaksiatan dan keburukan sudah merajalela, maka azab bisa turun secara umum, mencakup orang saleh dan orang jahat. Namun, orang saleh tidak akan kekal di dalamnya, dan mereka akan dibangkitkan sesuai dengan amal mereka. Ini juga ditegaskan dalam hadits lain bahwa manusia akan dihisab sesuai amalnya, dan orang saleh akan selamat meskipun tertimpa musibah dunia.

4. Pelajaran tentang Tanda-Tanda Kiamat

Hadits ini mengajarkan bahwa kita harus selalu waspada dan tidak tertipu oleh keadaan yang tampak aman. Tanda-tanda kiamat datang silih berganti, dan kita harus mempersiapkan diri dengan iman dan amal saleh.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ menyampaikan kabar ini, beliau dalam keadaan bangun tidur dengan wajah memerah karena seriusnya berita tersebut. Para sahabat yang mendengar langsung merasakan getaran keimanan yang mendalam. Zainab binti Jahsh radhiyallahu 'anha, perawi hadits ini, adalah istri Nabi ﷺ yang dikenal dengan kesalehan dan kedermawanannya. Beliau meriwayatkan hadits ini dengan penuh perhatian karena ini adalah kabar penting dari suaminya tentang masa depan umat.

Hikmah dari kisah ini: Para sahabat tidak bertanya dengan rasa takut yang berlebihan, tetapi dengan semangat mencari ilmu dan pemahaman. Mereka ingin tahu bagaimana sikap yang benar ketika fitnah datang. Dan Nabi ﷺ menjawab dengan jujur dan jelas, tanpa mengurangi atau melebih-lebihkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa kiamat pasti datang dan tanda-tandanya sudah banyak muncul. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memotivasi kita beramal saleh.
  2. Jangan merasa aman dari azab Allah hanya karena ada orang saleh di sekitar kita. Setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban atas amalnya sendiri.
  3. Perbanyak istighfar dan taubat, karena ketika keburukan semakin banyak, orang yang beriman harus semakin kuat berpegang pada agamanya.
  4. Jadilah bagian dari orang saleh yang bermanfaat, bukan hanya sekadar ada di tengah masyarakat, tetapi benar-benar berusaha mencegah kemungkaran sesuai kemampuan.
  5. Jangan lengah dengan nikmat keamanan, karena perubahan bisa terjadi kapan saja. Manfaatkan waktu sehat dan luang untuk beribadah sebelum datangnya kesempitan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.