Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu mukjizat ilmiah dan tanda kenabian. Rasulullah ﷺ diperlihatkan dalam mimpi dua sosok penting: Nabi Isa 'alaihis salam yang tampan dan bersih, serta Al-Masih Ad-Dajjal yang buta mata kanannya dan buruk rupanya. Mimpi para nabi adalah wahyu, dan hadits ini mengajarkan kita tentang ciri-ciri fisik Dajjal agar kita tidak tertipu, serta keutamaan Nabi Isa yang akan turun di akhir zaman untuk membunuh Dajjal.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab Tawaf di Ka'bah dalam Mimpi, no. 7026. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, no. 2934, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.
Dalil lain yang terkait dengan mimpi para nabi adalah firman Allah Ta'ala:
QS. Ash-Shaffat [37]: 102
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
"Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, 'Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!' Dia (Ismail) menjawab, 'Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.'"
Ayat ini menunjukkan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu dari Allah, karena mimpi Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya adalah perintah yang harus dilaksanakan. Maka mimpi Rasulullah ﷺ tentang Dajjal juga merupakan kabar yang benar.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Mimpi Para Nabi adalah Wahyu
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (12/383) menjelaskan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu yang benar, berdasarkan firman Allah tentang mimpi Nabi Ibrahim. Maka apa yang dilihat Rasulullah ﷺ dalam mimpi tentang Dajjal adalah kabar yang pasti benar dan akan terjadi.
2. Ciri-ciri Nabi Isa 'alaihis salam
Rasulullah ﷺ menggambarkan Nabi Isa sebagai:
- Lelaki berkulit putih kemerahan (adam)
- Rambutnya lurus dan panjang (sabthu asy-sya'r)
- Air menetes dari kepalanya, seolah-olah baru selesai mandi atau berwudhu
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa gambaran ini menunjukkan kebersihan dan keindahan Nabi Isa, yang akan turun di akhir zaman sebagai pemimpin yang adil.
3. Ciri-ciri Dajjal
Rasulullah ﷺ menggambarkan Dajjal sebagai:
- Lelaki berkulit merah (ahmar)
- Bertubuh besar (jasim)
- Rambut keriting (ja'd)
- Buta mata kanan (a'war), matanya seperti anggur yang menonjol keluar
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (18/60) menjelaskan bahwa kebutaan mata kanan Dajjal adalah tanda nyata keburukannya, dan ini adalah salah satu tanda besar hari kiamat yang pasti terjadi.
4. Kemiripan dengan Ibnu Qathan
Rasulullah ﷺ menyebut bahwa orang yang paling mirip dengan Dajjal adalah Ibnu Qathan, seorang lelaki dari Bani Al-Mustaliq dari Khuza'ah. Ini menunjukkan bahwa Dajjal akan memiliki wajah yang mirip dengan orang Arab, bukan wajah yang asing. Ini penting agar kita tidak tertipu jika suatu saat melihat orang dengan ciri-ciri tersebut.
5. Hikmah Diberitahukannya Ciri Dajjal
Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa (6/384) menjelaskan bahwa Allah memberitahukan ciri-ciri Dajjal melalui lisan Rasulullah ﷺ agar kaum muslimin tidak tertipu olehnya. Dajjal akan datang dengan membawa berbagai ujian besar, namun orang yang beriman dan mengetahui ciri-cirinya akan selamat.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya aku telah memberitahukan kepada kalian tentang Dajjal sampai aku khawatir kalian tidak memahaminya. Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal itu pendek, lebar dadanya, keriting rambutnya, buta mata kanannya, matanya seperti anggur yang menonjol..." (HR. Abu Dawud, dan dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)
Para sahabat sangat serius memperhatikan berita tentang Dajjal ini. Bahkan Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma — yang meriwayatkan hadits ini — dikenal sebagai sahabat yang paling bersemangat mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Beliau selalu bertanya tentang segala hal yang berkaitan dengan akhir zaman agar tidak tertipu oleh fitnah Dajjal.
Hikmah dari kisah ini: Para sahabat tidak menganggap remeh berita tentang Dajjal. Mereka mempelajarinya dengan sungguh-sungguh karena ini adalah bagian dari iman kepada hari akhir. Kita pun seharusnya demikian — mempelajari tanda-tanda kiamat agar iman kita semakin kuat dan tidak mudah tertipu oleh berbagai fitnah zaman.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa mimpi para nabi adalah wahyu — apa yang diberitakan Rasulullah ﷺ tentang Dajjal adalah kebenaran yang pasti terjadi.
- Hafalkan ciri-ciri Dajjal — buta mata kanan, kulit merah, tubuh besar, rambut keriting — agar tidak tertipu jika suatu saat bertemu dengannya.
- Ketahui keutamaan Nabi Isa — beliau akan turun di akhir zaman, memimpin umat, dan membunuh Dajjal.
- Jangan tertipu oleh pengakuan palsu — banyak orang mengaku sebagai Dajjal atau Al-Masih, namun ciri-ciri yang disebutkan Nabi ﷺ tidak akan pernah bisa ditiru oleh siapa pun.
- Perbanyak berlindung dari fitnah Dajjal — Rasulullah ﷺ mengajarkan doa dalam tasyahud akhir: "Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil qabri, wa min 'adzabi jahannam, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal."
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.