Penjelasan Hadits Bukhari No. 7002 tentang Mimpi Nabi tentang umatnya berjihad di laut

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah tertidur di rumah Ummu Haram binti Milhan, lalu terbangun sambil tersenyum karena diperlihatkan dalam mimpi sebagian umatnya yang berjihad berlayar di laut. Ummu Haram meminta didoakan agar termasuk di antara mereka, dan Nabi ﷺ mendoakannya serta menyatakan bahwa ia termasuk golongan yang pertama. Bertahun-tahun kemudian, ia benar-benar ikut berlayar di masa Muawiyah dan wafat setelah terjatuh dari tunggangannya. Hadits ini menunjukkan keutamaan jihad di laut, kebenaran mimpi Nabi ﷺ, dan keutamaan Ummu Haram.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab Mimpi di Siang Hari, dari sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه, melalui jalur Imam Malik bin Anas.

Terkait keutamaan berjihad di jalan Allah, Allah ﷻ berfirman:

QS. At-Taubah [9]: 111

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan (jaminan) surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalil keutamaan berjihad di laut dan kebenaran mimpi para nabi yang merupakan wahyu. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menegaskan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu yang benar dan pasti terjadi.

Penjelasan Rinci

Pertama: Kebenaran mimpi para nabi.

Para ulama seperti Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa mimpi para nabi bukanlah mimpi biasa, melainkan wahyu dari Allah yang pasti terjadi. Karena itu, apa yang dilihat Nabi ﷺ dalam hadits ini benar-benar terjadi di kemudian hari, yaitu pasukan muslim berlayar di laut dan Ummu Haram ikut serta.

Kedua: Keutamaan jihad di laut.

Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil keutamaan berjihad di laut (غزو البحر). Beliau menukil bahwa jihad di laut memiliki keutamaan khusus karena kesulitan dan bahayanya lebih besar. Imam An-Nawawi juga menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya berjihad di laut dan keutamaannya.

Ketiga: Adab Nabi ﷺ terhadap wanita shalihah.

Nabi ﷺ mengunjungi Ummu Haram binti Milhan, yang merupakan mahram beliau (bibi dari pihak susuan atau kerabat), dan beliau tidur di rumahnya sambil kepalanya dicarikan kutu olehnya. Ini menunjukkan kelembutan dan kepercayaan Nabi ﷺ kepada wanita shalihah dari kalangan kerabat. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Ummu Haram adalah bibi Nabi ﷺ dari pihak radha'ah (persusuan).

Keempat: Doa Ummu Haram dikabulkan.

Ummu Haram meminta didoakan agar termasuk golongan pertama yang berjihad di laut. Nabi ﷺ mendoakannya dan menyatakan "Engkau termasuk orang-orang yang pertama." Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini adalah bukti kebenaran doa Nabi ﷺ, karena Ummu Haram benar-benar ikut berlayar di masa Muawiyah bin Abu Sufyan dan wafat dalam perjalanan tersebut.

Kelima: Wafatnya Ummu Haram.

Ummu Haram wafat setelah terjatuh dari tunggangannya ketika keluar dari laut. Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini terjadi pada masa Muawiyah, dan kuburnya dikenal di Siprus. Ini menunjukkan bahwa doa Nabi ﷺ benar-benar terkabul, meskipun ia wafat dalam perjalanan, karena ia tetap termasuk golongan pertama yang berjihad di laut.

Perbedaan pendapat ulama:

Sebagian ulama seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar berbeda dalam memahami apakah Ummu Haram wafat sebagai syahid. Pendapat yang kuat menurut dalil adalah bahwa ia mendapatkan keutamaan syahid karena wafat dalam perjalanan jihad di laut, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain bahwa Nabi ﷺ mendoakan agar ia termasuk golongan pertama, dan doa Nabi ﷺ pasti dikabulkan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Ummu Haram binti Milhan adalah salah satu wanita mulia dari kalangan Anshar, bibi Nabi ﷺ dari pihak persusuan. Ia adalah istri dari sahabat mulia 'Ubadah bin As-Samit رضي الله عنه. Suatu hari Nabi ﷺ berkunjung ke rumahnya, makan, lalu tidur. Ummu Haram dengan penuh kasih mulai mencarikan kutu di kepala Nabi ﷺ. Ketika Nabi ﷺ terbangun sambil tersenyum, Ummu Haram bertanya tentang sebab senyum beliau. Nabi ﷺ menceritakan mimpinya tentang umatnya yang berjihad di laut seperti raja-raja di atas takhta.

Ummu Haram yang memiliki semangat tinggi langsung meminta didoakan agar termasuk di antara mereka. Nabi ﷺ mendoakannya. Kemudian Nabi ﷺ tidur lagi, terbangun, dan tersenyum lagi dengan mimpi serupa. Ummu Haram meminta lagi, dan Nabi ﷺ berkata, "Engkau termasuk orang-orang yang pertama."

Bertahun-tahun kemudian, pada masa kekhalifahan Muawiyah bin Abu Sufyan, Ummu Haram benar-benar ikut dalam ekspedisi laut ke Siprus. Ketika pasukan hendak turun dari kapal, ia terjatuh dari tunggangannya dan wafat. Kuburnya hingga kini dikenal di Siprus. Sungguh, doa Nabi ﷺ benar-benar terkabul, dan Ummu Haram mendapatkan keutamaan yang dijanjikan.

Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan kisah ini sebagai bukti kebenaran mimpi Nabi ﷺ dan keutamaan Ummu Haram.

Kesimpulan Praktis

  1. Percayalah bahwa mimpi para nabi adalah wahyu yang pasti terjadi, dan apa yang Nabi ﷺ kabarkan pasti benar.
  2. Jihad di jalan Allah memiliki keutamaan besar, termasuk jihad di laut, meskipun dengan segala kesulitan dan bahayanya.
  3. Berdoadalah dengan sungguh-sungguh untuk kebaikan, seperti Ummu Haram yang meminta didoakan agar termasuk golongan pertama yang berjihad.
  4. Keutamaan wanita shalihah dalam mendukung dakwah dan jihad, sebagaimana Ummu Haram yang melayani Nabi ﷺ dan berkeinginan kuat untuk berjihad.
  5. Yakinlah bahwa doa Nabi ﷺ dan doa orang shalih pasti dikabulkan oleh Allah pada waktu yang Dia kehendaki.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?