Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 70 tentang Menetapkan waktu khusus untuk memberi ilmu agar tidak membosankan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa dalam menyampaikan ilmu dan nasihat, seorang guru atau dai hendaknya memperhatikan kondisi jamaah dan tidak terlalu sering sehingga menimbulkan kebosanan. Memberi nasihat pada waktu-waktu tertentu yang tepat lebih baik daripada setiap hari agar ilmu lebih mudah diterima dan tidak memberatkan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Manshur, dari Abu Wa'il, ia berkata: "Abdullah (Ibnu Mas'ud) biasa memberikan pengajaran kepada orang-orang setiap hari Kamis. Seorang laki-laki berkata kepadanya: 'Wahai Abu Abdurrahman, aku berharap engkau mau memberi pengajaran kepada kami setiap hari.' Ia menjawab: 'Sesungguhnya yang menghalangiku melakukan itu adalah aku tidak ingin membuat kalian bosan. Aku sengaja memilih waktu yang tepat untuk memberi nasihat kepada kalian sebagaimana Nabi ﷺ biasa melakukannya kepada kami karena khawatir kami akan merasa bosan.'"

Hadits serupa dari Shahih Muslim:

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ biasa memilih waktu yang tepat untuk memberi nasihat kepada kami karena khawatir kami akan merasa bosan." (HR. Muslim no. 2821)

Penjelasan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (1/161) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya memberi nasihat pada hari-hari tertentu yang diketahui orang banyak, bukan setiap hari, agar tidak menimbulkan kebosanan. Beliau menukil perkataan Imam Ahmad bin Hanbal: "Hendaknya seorang guru memberi pelajaran pada hari-hari tertentu, tidak setiap hari, karena dikhawatirkan akan membuat bosan."

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (12/212) mengatakan: "Dalam hadits ini terdapat pelajaran bahwa seorang guru dan dai hendaknya memperhatikan kondisi murid-muridnya, tidak boleh terlalu sering sehingga membuat mereka bosan. Hendaknya ia memilih waktu-waktu yang tepat ketika mereka dalam keadaan semangat dan siap menerima."

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dari sahabat mulia Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang sangat alim dan faqih. Beliau adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dan dikenal dengan kedalaman ilmunya.

Pertama: Hikmah dalam Menyampaikan Ilmu

Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu dengan bijak menolak permintaan seseorang yang ingin ia berceramah setiap hari. Beliau tidak menolak karena malas atau tidak peduli, tetapi justru karena kepeduliannya yang tinggi terhadap para pendengarnya. Beliau khawatir jika terlalu sering, mereka akan merasa bosan dan akhirnya tidak mendapatkan manfaat sama sekali.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (1/161) menjelaskan: "Ini menunjukkan bahwa seorang guru hendaknya memperhatikan kondisi muridnya. Jika ia melihat mereka sudah jenuh, hendaknya ia berhenti sejenak. Jika ia melihat mereka semangat, hendaknya ia teruskan. Ini adalah bagian dari fiqih dalam berdakwah."

Kedua: Meneladani Nabi ﷺ

Yang lebih penting lagi, Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa cara ini adalah yang diajarkan oleh Nabi ﷺ sendiri. Beliau ﷺ tidak memberi nasihat setiap hari, tetapi pada waktu-waktu tertentu yang tepat. Ini menunjukkan bahwa metode dakwah yang baik adalah dengan memperhatikan kondisi psikologis mad'u (orang yang didakwahi).

Imam Al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam "Bab Siapa yang Menetapkan Hari-Hari Tertentu untuk Orang-Orang Berilmu", menunjukkan bahwa menetapkan jadwal tertentu untuk majelis ilmu adalah perkara yang disunnahkan.

Ketiga: Makna "Atakhawwalu"

Kata atakhawwalu dalam hadits ini berarti "aku memilih waktu yang tepat" atau "aku memperhatikan dengan saksama". Ini menunjukkan bahwa dalam berdakwah, kita tidak boleh asal-asalan, tetapi harus memperhatikan momen yang tepat, kondisi pendengar, dan kesiapan mereka.

Imam Al-Khattabi dalam Ma'alim as-Sunan menjelaskan bahwa makna atakhawwalu adalah "aku menjaga dan memperhatikan kalian dengan memberi nasihat pada waktu-waktu tertentu, tidak setiap hari, agar tidak membuat kalian bosan."

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, seorang laki-laki datang kepada Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu dan berkata, "Wahai Abu Abdurrahman, aku sangat ingin engkau memberi nasihat kepada kami setiap hari." Maka Ibnu Mas'ud menjawab dengan penuh hikmah, "Sesungguhnya yang menghalangiku adalah aku tidak ingin membuat kalian bosan. Aku sengaja memilih waktu yang tepat untuk memberi nasihat kepada kalian, sebagaimana Nabi ﷺ biasa melakukannya kepada kami."

Kisah ini menunjukkan betapa dalamnya pemahaman para sahabat terhadap sunnah Nabi ﷺ. Mereka tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga memperhatikan cara penyampaian yang paling efektif. Mereka memahami bahwa hati manusia memiliki batas kemampuan menerima, dan jika dipaksakan, justru akan menimbulkan kejenuhan.

Imam Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: "Dahulu para salaf tidak suka jika seseorang duduk bersama mereka terlalu lama, karena mereka khawatir akan membuat bosan. Mereka lebih suka memberi nasihat pada waktu-waktu tertentu yang singkat namun bermanfaat."

Kesimpulan Praktis

  1. Perhatikan kondisi pendengar – Jangan memaksakan diri untuk terus-menerus memberi nasihat jika pendengar sudah jenuh.
  2. Pilih waktu yang tepat – Seperti yang dilakukan Ibnu Mas'ud, pilihlah hari atau waktu tertentu yang diketahui banyak orang agar mereka bisa hadir dengan semangat.
  3. Jangan terlalu panjang – Nasihat yang singkat namun padat lebih baik daripada panjang lebar yang membuat bosan.
  4. Teladani Nabi ﷺ – Metode dakwah yang baik adalah dengan memperhatikan psikologi mad'u, bukan hanya isi materi.
  5. Seimbangkan antara memberi dan tidak memberi – Terlalu sering bisa membuat bosan, terlalu jarang bisa membuat lupa. Carilah keseimbangan yang tepat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.