Penjelasan Hadits Bukhari No. 679 tentang Abu Bakr lebih berhak menjadi imam shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang paling berilmu dan paling utama dalam agama lebih berhak menjadi imam shalat. Rasulullah ﷺ tetap memerintahkan Abu Bakr radhiyallahu 'anhu memimpin shalat meski ada usulan agar Umar yang menggantikan, karena Abu Bakr adalah yang paling utama dan paling memahami agama di antara para sahabat. Hadits ini juga mengajarkan adab kepada Allah dan Rasul-Nya: tidak mendahului keputusan beliau dengan pendapat sendiri.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. An-Nisa' [4]: 59

وَيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Terjemahan: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Adzan, Bab "Ahli Ilmu dan Keutamaan Lebih Berhak Menjadi Imam", dari jalur Abdullah bin Yusuf ← Malik ← Hisyam bin Urwah ← ayahnya (Urwah bin az-Zubair) ← Aisyah radhiyallahu 'anha.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa yang lebih berilmu dan lebih utama lebih berhak menjadi imam.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menegaskan keutamaan Abu Bakr dan urgensinya mendahulukan ahli ilmu dalam kepemimpinan shalat.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (karyanya) menyebutkan bahwa perintah Nabi ﷺ ini termasuk isyarat kuat tentang kekhalifahan Abu Bakr setelah beliau.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Ketika Rasulullah ﷺ sakit menjelang wafatnya, beliau memerintahkan agar Abu Bakr radhiyallahu 'anhu memimpin shalat berjamaah. Aisyah radhiyallahu 'anha — karena kasih sayang kepada ayahnya dan kekhawatiran bahwa orang-orang tidak dapat mendengar bacaan Abu Bakr karena tangisnya — mengusulkan agar Umar yang menggantikan. Usulan ini disampaikan melalui Hafsah. Namun Rasulullah ﷺ menolak dengan tegas dan mengulangi perintah agar Abu Bakr yang memimpin shalat.

Pemahaman ulama:

  1. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan beberapa poin penting:
  • Hadits ini menunjukkan bahwa yang lebih berilmu dan lebih utama lebih berhak menjadi imam shalat. Ini menjadi kaidah dalam fiqih: imam shalat hendaknya yang paling faqih (paham agama).
  • Perintah Nabi ﷺ yang tegas dan berulang menunjukkan bahwa Abu Bakr adalah yang paling utama di antara para sahabat, dan ini menjadi dalil kuat bagi kekhalifahannya.
  • Ucapan Nabi ﷺ "إِنَّكُنَّ لَأَنْتُنَّ صَوَاحِبُ يُوسُفَ" (sesungguhnya kalian adalah teman-teman Yusuf) adalah teguran halus yang menyinggung kisah istri-istri yang menginginkan sesuatu yang berbeda dari kehendak Nabi Yusuf 'alaihissalam. Ini bukan celaan berat, melainkan teguran lembut karena mereka mendahulukan pendapat sendiri di hadapan perintah Nabi ﷺ.
  1. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan:
  • Keutamaan Abu Bakr radhiyallahu 'anhu yang tidak tertandingi.
  • Bahwa mendahulukan ahli ilmu dalam imam shalat adalah sunnah yang harus dijaga.
  • Bahwa seorang istri Nabi pun bisa ditegur jika menyelisihi perintah beliau, meski dengan niat baik.
  1. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari menegaskan bahwa hadits ini adalah isyarat paling jelas tentang kekhalifahan Abu Bakr. Karena Nabi ﷺ tidak memilih seseorang untuk memimpin shalat kecuali yang paling utama, dan shalat adalah urusan agama yang paling besar.
  2. Ibn Taymiyyah dalam Minhaj as-Sunnah dan kitab-kitabnya menyebutkan bahwa hadits ini termasuk dalil yang menunjukkan keutamaan Abu Bakr dan kesesuaian kepemimpinannya dalam urusan agama (imam shalat) dengan kepemimpinannya dalam urusan dunia (khalifah).
  3. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa perintah Nabi ﷺ ini menunjukkan bahwa Abu Bakr adalah orang yang paling berhak menggantikan beliau dalam urusan agama maupun dunia.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama membahas apakah hadits ini menunjukkan bahwa imam shalat harus yang paling berilmu secara mutlak atau yang paling baik bacaannya. Namun jumhur ulama (mayoritas) dari kalangan empat madzhab — termasuk Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hanbal — berpendapat bahwa yang paling faqih (paham agama) lebih didahulukan daripada yang paling baik bacaannya, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain. Ini adalah pendapat yang paling kuat.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ sakit parah, beliau memerintahkan Abu Bakr untuk memimpin shalat. Aisyah radhiyallahu 'anha, karena kasih sayangnya kepada ayahnya, khawatir orang-orang tidak dapat mendengar bacaan Abu Bakr karena tangisnya yang deras. Ia pun meminta Hafsah untuk menyampaikan usulan agar Umar yang menggantikan. Namun Rasulullah ﷺ dengan tegas bersabda: "Diam! Sesungguhnya kalian adalah teman-teman Yusuf. Perintahkan Abu Bakr untuk memimpin shalat."

Hafsah kemudian berkata kepada Aisyah: "Saya tidak pernah mendapatkan kebaikan darimu." Ini menunjukkan bahwa teguran Nabi ﷺ membuat mereka sadar bahwa mendahulukan pendapat sendiri di hadapan perintah beliau adalah keliru.

Hikmah: Kisah ini mengajarkan bahwa dalam urusan agama, kita harus tunduk kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, bahkan jika niat kita baik. Juga menunjukkan bahwa keutamaan Abu Bakr radhiyallahu 'anhu diakui langsung oleh Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Ahli ilmu lebih berhak menjadi imam shalat — ini adalah kaidah penting dalam fiqih Islam.
  2. Keutamaan Abu Bakr radhiyallahu 'anhu tidak tertandingi di antara para sahabat, dan ini menjadi dalil kekhalifahannya.
  3. Jangan mendahului perintah Allah dan Rasul-Nya dengan pendapat sendiri, meski niat kita baik.
  4. Teguran Nabi ﷺ adalah bentuk kasih sayang — beliau menegur agar umatnya kembali kepada yang benar.
  5. Dalam shalat berjamaah, hendaknya yang paling paham agama dan paling baik bacaannya yang menjadi imam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?