Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6682 tentang Dua kalimat ringan diucap, berat timbangan pahala

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa Allah ﷻ sangat mencintai dzikir yang ringan diucapkan, namun berat timbangannya di sisi-Nya. Dua kalimat tersebut adalah "سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ" (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) dan "سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ" (Maha Suci Allah Yang Maha Agung). Ini adalah dzikir yang agung dan mudah diamalkan setiap saat, dan menjadi bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang berdzikir.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 6682) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Teks haditsnya adalah:

<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ".</p>

Makna ringkas: Dua kalimat yang ringan di lidah, berat dalam timbangan amal, dan sangat dicintai Allah Yang Maha Pengasih: Subhanallahi wa bihamdihi dan Subhanallahil 'azhim.

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Thaha [20]: 130:

<p>فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا</p>

"Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya."

Ayat ini menunjukkan perintah untuk menggabungkan tasbih (penyucian Allah) dengan pujian (hamd), sebagaimana dzikir dalam hadits ini.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa kalimat ini termasuk dzikir yang paling utama dan dianjurkan untuk diperbanyak.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menekankan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan dzikir yang ringan namun bernilai besar di sisi Allah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

  1. Makna "Kalamataini" (dua kalimat): Yang dimaksud adalah dua kalimat dzikir yang disebutkan di akhir hadits. Ini menunjukkan bahwa dzikir yang singkat dan mudah bisa menjadi amalan yang sangat dicintai Allah.
  2. "Khafifatani 'alal lisan" (ringan di lidah): Artinya sangat mudah diucapkan, tidak memberatkan, dan bisa diucapkan kapan saja tanpa persiapan khusus. Ini adalah rahmat Allah yang memudahkan hamba-Nya untuk berdzikir.
  3. "Tsaqilatani fil mizan" (berat dalam timbangan): Ini menunjukkan bahwa pahala dari dzikir ini sangat besar di sisi Allah, meskipun lafaznya pendek. Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilush Shayyib menjelaskan bahwa beratnya timbangan ini karena keagungan makna yang terkandung di dalamnya—yaitu pensucian Allah dari segala kekurangan dan penetapan pujian yang sempurna bagi-Nya.
  4. "Habibatani ila ar-Rahman" (dicintai Allah): Ini menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang berdzikir dengan kalimat ini. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa dzikir ini mengandung tauhid dan pengagungan terhadap Allah.
  5. Makna "Subhanallahi wa bihamdihi": Artinya "Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya." Ini menggabungkan dua hal: pensucian Allah dari segala kekurangan dan penetapan pujian yang sempurna bagi-Nya.
  6. Makna "Subhanallahil 'azhim": Artinya "Maha Suci Allah Yang Maha Agung." Ini adalah pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah.

Catatan penting: Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 2694) dan para ulama sepakat akan keshahihannya. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan dzikir yang ringan dan mudah, serta menjadi motivasi bagi kaum muslimin untuk tidak meremehkan amalan-amalan kecil yang bernilai besar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ dan mengeluhkan bahwa amalan-amalan Islam terasa berat baginya. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya: "Hendaklah lisanmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi, dari Abdullah bin Busr).

Kisah ini menunjukkan bahwa Islam tidak membebani hamba-Nya dengan amalan yang berat. Dzikir yang ringan seperti dua kalimat dalam hadits ini bisa menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah tanpa merasa terbebani. Ini adalah kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya yang ingin beramal namun merasa berat.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah mengucapkan "سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ" dan "سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ" setiap hari, karena ringan diucapkan namun besar pahalanya.
  2. Jangan meremehkan amalan dzikir yang singkat, karena bisa menjadi penolong di hari kiamat.
  3. Amalkanlah dzikir ini di waktu-waktu luang, saat berkendara, bekerja, atau menunggu, agar lisan selalu basah dengan dzikir.
  4. Yakini bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang berdzikir, dan ini adalah jalan menuju kedekatan dengan-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.