Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6656 tentang Keutamaan sabar atas kematian tiga anak

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi orang tua yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya. Mereka dijanjikan oleh Rasulullah ﷺ akan dijauhkan dari sentuhan api neraka, kecuali sebatas untuk memenuhi ketetapan sumpah Allah ﷻ yang pasti berlaku bagi seluruh makhluk. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang bersabar atas musibah kehilangan anak.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Sumpah dan Nazar, Bab "Perkataan Allah Ta'ala: Dan mereka bersumpah dengan Allah dengan sekuat-kuat sumpah mereka", nomor 6656. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Dalil Al-Qur'an yang terkait:

Firman Allah ﷻ tentang sumpah Allah yang pasti berlaku:

لِيُدْخِلَ اللّٰهُ الرَّحْمَةَ فِي الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَبَقُوْا ۗ اِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُوْنَ

"Agar Allah memasukkan rahmat kepada orang-orang yang beriman. Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (azab) Allah." (QS. An-Nur [24]: 25)

Hadits terkait lainnya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ لَهُ ثَلَاثَةٌ مِنَ الْوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ"

"Tidaklah seorang Muslim yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya yang belum mencapai usia baligh, melainkan ia akan masuk surga." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kaitan dengan ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan makna "تَحِلَّةَ الْقَسَمِ" (memenuhi sumpah) dalam hadits ini, yaitu merujuk pada firman Allah ﷻ dalam QS. Maryam [19]: 71 yang berbunyi:

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا

"Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan akan mendatanginya (neraka). Hal itu adalah ketetapan Tuhanmu yang pasti."

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua kabar penting:

Pertama, keutamaan besar bagi orang tua yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud "tiga anak" mencakup anak laki-laki maupun perempuan, baik yang sudah baligh maupun belum, selama mereka meninggal dalam keadaan Islam. Namun sebagian ulama mensyaratkan anak-anak tersebut belum baligh berdasarkan hadits lain yang menyebutkan "لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ" (belum mencapai usia baligh). Yang lebih kuat, keutamaan ini tetap berlaku meskipun anak-anak tersebut sudah baligh, karena hadits Abu Hurairah ini bersifat umum.

Kedua, makna "تَحِلَّةَ الْقَسَمِ" (memenuhi sumpah). Ini merujuk pada firman Allah ﷻ dalam QS. Maryam [19]: 71 bahwa setiap manusia pasti akan mendatangi neraka. Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa yang dimaksud "ورود" (mendatangi) di sini adalah melewati Shirath (jembatan di atas neraka), bukan masuk ke dalamnya. Ini adalah ketetapan Allah yang pasti berlaku bagi semua manusia, baik yang beriman maupun yang kafir.

Syeikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa bagi orang-orang beriman, "mendatangi neraka" ini adalah sebatas melewati Shirath tanpa tersentuh api, sedangkan bagi orang-orang kafir, mereka benar-benar masuk ke dalamnya.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa orang tua yang ditinggal wafat tiga anaknya tidak akan masuk neraka sama sekali. Adapun "memenuhi sumpah" yang disebutkan dalam hadits, itu hanyalah sebatas melewati Shirath yang merupakan ketetapan Allah yang pasti berlaku bagi semua manusia, bukan berarti mereka tersentuh api neraka.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar, namun tetap harus diiringi dengan keimanan dan kesabaran. Artinya, keutamaan ini diberikan kepada orang tua yang menerima musibah tersebut dengan hati yang ridha dan bersabar, bukan yang berputus asa atau marah terhadap takdir Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ada seorang wanita dari suku Ghifar yang bernama Ummu Sulaim, atau ada riwayat yang menyebutkan wanita lainnya, yang kehilangan anaknya. Ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang keutamaan orang yang ditinggal wafat anaknya. Maka Rasulullah ﷺ bersabda bahwa jika seorang Muslim ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya yang belum baligh, maka Allah akan menjaganya dari api neraka dengan rahmat-Nya.

Kisah ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang diuji dengan kehilangan buah hati. Ujian yang paling berat bagi orang tua adalah kehilangan anak, namun Allah menjadikan ujian ini sebagai sarana penghapus dosa dan pengangkat derajat.

Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya 'Uddatush Shabirin menjelaskan bahwa musibah yang menimpa seorang hamba, jika ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah, maka musibah itu akan menjadi kebaikan baginya. Beliau menukil hadits-hadits tentang keutamaan sabar atas kehilangan anak sebagai bukti nyata rahmat Allah yang luas.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersabar atas musibah kehilangan anak adalah jalan menuju surga dan dijauhkan dari api neraka.
  2. Jangan berputus asa ketika menghadapi ujian kehilangan orang tercinta, karena di balik ujian itu ada rahmat dan pahala yang besar.
  3. Perbanyak doa dan harapan baik kepada Allah, karena kabar gembira dalam hadits ini berlaku bagi mereka yang meninggal dalam keadaan Islam dan menerima takdir dengan hati yang ridha.
  4. Ajarkan keluarga dan kerabat yang sedang diuji kehilangan anak tentang hadits ini agar mereka mendapatkan ketenangan hati dan harapan yang baik kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.