Penjelasan Hadits Bukhari No. 6644 tentang Perintah tumakninah dalam rukuk dan sujud

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah perintah dari Nabi ﷺ agar kita menyempurnakan rukuk dan sujud dengan thuma'ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa). Nabi ﷺ mengabarkan bahwa beliau dapat melihat para sahabat yang shalat di belakangnya, bahkan dari arah belakang punggung beliau, sebagai bukti kenabian dan dorongan agar mereka bersungguh-sungguh dalam shalat. Ini menunjukkan bahwa shalat yang baik adalah shalat yang khusyuk dan sempurna gerakannya, bukan yang cepat seperti patukan ayam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Sumpah dan Nazhar, Bab "Bagaimana Sumpah Nabi ﷺ", no. 6644, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ ۙ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ ۙ

"Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya."

(QS. Al-Ma'un [107]: 4-5)

Ayat ini menunjukkan pentingnya kekhusyukan dan kesempurnaan dalam shalat, yang sejalan dengan perintah Nabi ﷺ untuk menyempurnakan rukuk dan sujud.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitab Fath al-Bari (syarah Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan mukjizat Nabi ﷺ dan juga peringatan keras bagi yang tidak menyempurnakan shalatnya.
  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (syarah Shahih al-Bukhari) menyebutkan bahwa hadits ini adalah dalil wajibnya thuma'ninah dalam rukuk dan sujud, dan ini adalah pendapat jumhur ulama.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Perintah Menyempurnakan Rukuk dan Sujud

Ucapan Nabi ﷺ "أَتِمُّوا الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ" (Sempurnakanlah rukuk dan sujud) adalah perintah yang menunjukkan wajibnya thuma'ninah. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab As-Salah wa Hukmu Tarikiha menjelaskan bahwa thuma'ninah adalah rukun shalat, yaitu berhenti sejenak setelah gerakan sehingga setiap tulang kembali ke tempatnya. Beliau menukil ijma' (kesepakatan) ulama bahwa shalat tidak sah tanpa thuma'ninah.

2. Mukjizat Nabi ﷺ Melihat dari Belakang

Sabda Nabi ﷺ "إِنِّي لأَرَاكُمْ مِنْ بَعْدِ ظَهْرِي" (Sesungguhnya aku melihat kalian dari balik punggungku) adalah salah satu mukjizat beliau. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini adalah kekhususan yang Allah berikan kepada Nabi-Nya ﷺ, bukan karena beliau memiliki mata di belakang, tetapi Allah menciptakan kemampuan melihat baginya dari arah belakang sebagai mukjizat. Ini juga dikuatkan hadits lain bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada yang tersembunyi dariku tentang shalat kalian, baik yang rukuk maupun yang sujud."

3. Peringatan Keras bagi yang Tidak Sempurna Shalatnya

Dalam riwayat lain (HR. Muslim), Nabi ﷺ melihat seseorang yang shalatnya tidak sempurna rukuk dan sujudnya, lalu beliau bersabda: "Kembalilah dan ulangi shalatmu, karena engkau belum shalat." Ini menunjukkan bahwa shalat yang tidak sempurna rukuk dan sujudnya dianggap belum shalat, dan Imam Ahmad bin Hanbal serta Imam Ishaq bin Rahuyah berpendapat bahwa orang yang tidak thuma'ninah wajib mengulang shalatnya.

4. Sumpah Nabi ﷺ

Nabi ﷺ bersumpah dengan nama Allah "فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ" (Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya) untuk menegaskan kebenaran kabar ini. Ini menunjukkan bahwa kabar ini sangat penting dan harus diyakini.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, suatu ketika Nabi ﷺ masuk masjid, lalu masuklah seorang laki-laki, shalat, kemudian datang memberi salam kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ menjawab salamnya dan bersabda: "Kembalilah dan ulangi shalatmu, karena engkau belum shalat." Orang itu mengulanginya, lalu kembali memberi salam. Nabi ﷺ berkata lagi: "Kembalilah dan ulangi shalatmu, karena engkau belum shalat." Sampai tiga kali. Akhirnya orang itu berkata: "Wahai Rasulullah, ajarkanlah aku, karena aku tidak tahu cara shalat yang benar." Maka Nabi ﷺ mengajarkan: "Jika engkau berdiri untuk shalat, sempurnakanlah wudhu, lalu menghadaplah ke kiblat dan bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al-Qur'an yang mudah bagimu. Lalu rukuklah dengan thuma'ninah. Lalu bangkitlah hingga berdiri tegak. Lalu sujudlah dengan thuma'ninah. Lalu bangkitlah dan duduklah dengan thuma'ninah. Lakukan itu dalam seluruh shalatmu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hikmah: Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya thuma'ninah dalam shalat. Shalat yang tergesa-gesa seperti patukan ayam tidak diterima. Ini juga menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ yang mengajarkan dengan lembut, tidak memarahi, tetapi membimbing.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib thuma'ninah dalam rukuk, sujud, i'tidal, dan duduk di antara dua sujud. Ini adalah rukun shalat.
  2. Jangan tergesa-gesa dalam shalat. Shalat yang baik adalah yang tenang dan khusyuk.
  3. Yakinlah bahwa Allah dan Rasul-Nya melihat kita dalam shalat, sehingga kita menjaganya dengan sebaik-baiknya.
  4. Perbaiki kualitas shalat karena shalat adalah tiang agama dan amal pertama yang dihisab.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?