Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini berisi kabar gembira sekaligus nubuat dari Nabi ﷺ bahwa kerajaan Persia (Kisra) dan Romawi (Kaisar) akan hancur, dan harta kekayaan mereka akan dikuasai serta dibelanjakan oleh umat Islam di jalan Allah. Ini adalah bukti kebenaran kenabian dan janji Allah yang pasti terjadi, sebagaimana telah dibuktikan oleh sejarah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Sumpah dan Nazar, Bab Bagaimana Sumpah Nabi ﷺ, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "إِذَا هَلَكَ كِسْرَى فَلَا كِسْرَى بَعْدَهُ، وَإِذَا هَلَكَ قَيْصَرُ فَلَا قَيْصَرَ بَعْدَهُ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتُنْفَقَنَّ كُنُوزُهُمَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ"
Terjemahan: "Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda, 'Jika Kisra hancur, tidak akan ada Kisra setelahnya; dan jika Kaisar hancur, tidak akan ada Kaisar setelahnya. Demi Dia yang menguasai jiwa Muhammad, pasti kalian akan membelanjakan harta mereka di jalan Allah.'"
Hadits ini juga memiliki penguat dalam Al-Qur'an, di mana Allah berfirman tentang janji-Nya kepada orang-orang beriman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
QS. An-Nur [24]: 55
Terjemahan: "Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai bagi mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apa pun dengan-Ku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."
Penjelasan Rinci
Hadits ini merupakan salah satu bukti nyata kebenaran kenabian Muhammad ﷺ. Beliau mengabarkan peristiwa besar yang akan terjadi di masa depan, yaitu kehancuran dua imperium adidaya saat itu: Persia yang dipimpin oleh Kisra (gelar raja Persia) dan Romawi yang dipimpin oleh Kaisar (gelar raja Romawi). Nabi ﷺ bersumpah dengan nama Allah ("Demi Dia yang menguasai jiwa Muhammad") untuk menegaskan bahwa harta kekayaan kedua kerajaan itu akan dibelanjakan di jalan Allah oleh umat Islam.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "tidak ada Kisra setelahnya" dan "tidak ada Kaisar setelahnya" adalah bahwa kerajaan mereka akan hancur dan tidak akan kembali seperti semula, atau tidak akan ada lagi raja yang menyandang gelar tersebut dengan kekuasaan penuh seperti sebelumnya. Ini adalah isyarat bahwa kekuasaan mereka akan berakhir dan digantikan oleh umat Islam.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini termasuk tanda-tanda kenabian yang jelas ('alamat an-nubuwwah), karena apa yang dikabarkan benar-benar terjadi. Kisra Persia terakhir, Yazdegerd III, dikalahkan pada masa Khalifah Umar bin al-Khattab, dan kekaisaran Persia runtuh. Kaisar Romawi juga kehilangan banyak wilayahnya, dan harta kekayaan mereka jatuh ke tangan kaum muslimin, terutama pada masa penaklukan-penaklukan besar.
Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menuturkan bahwa harta Kisra dan Kaisar benar-benar dibawa ke Madinah dan dibagikan di jalan Allah. Ini adalah penggenapan janji Nabi ﷺ yang tidak mungkin diucapkan oleh seseorang yang bukan nabi.
Hadits ini juga mengajarkan kepada kita beberapa hal penting:
- Kebenaran janji Allah dan Rasul-Nya: Apa yang dikabarkan Nabi ﷺ pasti terjadi, meskipun saat itu umat Islam masih lemah dan tertindas.
- Tauhid dan tawakal: Nabi ﷺ bersumpah dengan nama Allah untuk menegaskan bahwa segala urusan berada di tangan-Nya. Umat Islam diajarkan untuk bersandar kepada Allah dalam setiap keadaan.
- Harta adalah sarana, bukan tujuan: Harta Kisra dan Kaisar yang begitu melimpah akhirnya dibelanjakan di jalan Allah. Ini menunjukkan bahwa kekayaan dunia akan berpindah tangan dan yang kekal adalah amal saleh.
- Larangan ghuluw (berlebihan): Hadits ini tidak mengajarkan kita untuk membenci bangsa atau pemimpin tertentu, tetapi menunjukkan bahwa kekuasaan duniawi akan sirna dan yang abadi adalah agama Allah.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa ayat An-Nur 55 di atas adalah janji Allah kepada orang-orang beriman yang beramal saleh, bahwa mereka akan dijadikan penguasa di bumi dan agama mereka akan dimenangkan. Hadits Kisra dan Kaisar ini adalah salah satu bukti nyata dari janji tersebut.
Story Telling
Pada suatu hari, ketika umat Islam masih dalam keadaan lemah dan sering mendapat tekanan dari dua kekuatan besar, Persia dan Romawi, Nabi ﷺ duduk bersama para sahabatnya. Beliau ﷺ menyampaikan kabar yang tampak mustahil saat itu: bahwa Kisra, raja Persia yang perkasa, akan hancur dan tidak akan ada Kisra setelahnya; dan Kaisar, raja Romawi yang agung, juga akan hancur dan tidak akan ada Kaisar setelahnya. Bahkan, beliau bersumpah dengan nama Allah bahwa harta kekayaan kedua kerajaan itu akan dibelanjakan di jalan Allah oleh umat Islam.
Para sahabat mendengar dengan penuh keimanan. Mereka tidak meragukan ucapan Nabi ﷺ, meskipun secara logika saat itu mustahil. Beberapa tahun kemudian, ketika Umar bin al-Khattab menjadi khalifah, pasukan muslim berhasil menaklukkan Persia. Yazdegerd III melarikan diri dan terbunuh. Harta Kisra yang terkenal, termasuk permadani mewah dan mahkota kerajaan, dibawa ke Madinah. Umar bin al-Khattab radhiyallahu 'anhu menangis melihat harta itu, bukan karena tamak, tetapi karena ia sadar bahwa kekayaan dunia bisa menjadi ujian. Ia kemudian membagikannya kepada kaum muslimin.
Begitu pula dengan Romawi. Wilayah-wilayah kekuasaan Kaisar jatuh ke tangan kaum muslimin, dan harta mereka dibelanjakan di jalan Allah. Semua ini terjadi persis seperti yang dikabarkan Nabi ﷺ. Kisah ini diriwayatkan dalam berbagai kitab sejarah Islam, seperti Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, dan menjadi bukti nyata kebenaran kenabian Muhammad ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Percaya pada janji Allah dan Rasul-Nya: Apa pun yang dikabarkan Nabi ﷺ pasti benar, meskipun tampak mustahil. Iman kita harus teguh.
- Tidak takut pada kekuatan duniawi: Kekuasaan dan kekayaan dunia akan sirna. Yang kekal adalah agama Allah dan amal saleh.
- Gunakan harta di jalan Allah: Harta yang kita miliki adalah titipan. Gunakan untuk kebaikan, bukan untuk kesombongan.
- Teladani tawakal Nabi ﷺ dan para sahabat: Mereka tidak gentar menghadapi kekuatan besar karena yakin pada pertolongan Allah.
- Hindari ghuluw dan kebencian berlebihan: Fokuslah pada taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan pada permusuhan yang tidak berdasar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.