Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terkadang bersumpah dengan menyebut nama Allah melalui sifat-Nya, yaitu "Dzat yang membolak-balikkan hati." Ini mengajarkan kita bahwa hati manusia berada di bawah kekuasaan Allah, dan kita dianjurkan untuk sering memohon agar hati kita tetap teguh di atas agama-Nya. Sumpah dengan sifat Allah diperbolehkan, berbeda dengan sumpah dengan makhluk.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Sumpah dan Nazar, Bab Bagaimana Sumpah Nabi ﷺ, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ كَانَتْ يَمِينُ النَّبِيِّ ﷺ "لاَ وَمُقَلِّبِ الْقُلُوبِ"
Terjemahan: Dari Ibnu Umar, ia berkata: "Sumpah Nabi ﷺ adalah: 'Tidak, demi Dzat yang membolak-balikkan hati.'"
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan perubahan hati:
QS. Ali 'Imran [3]: 8
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Terjemahan: "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya bersumpah dengan sifat-sifat Allah, karena "membolak-balikkan hati" adalah salah satu sifat perbuatan Allah. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menegaskan bahwa sumpah dengan sifat Allah tidaklah terlarang, berbeda dengan sumpah dengan makhluk.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengajarkan beberapa poin penting:
- Sumpah dengan Sifat Allah: Nabi ﷺ bersumpah dengan mengatakan "لاَ وَمُقَلِّبِ الْقُلُوبِ" (Tidak, demi Dzat yang membolak-balikkan hati). Para ulama seperti Imam Al-Bukhari, Ibnu Hajar, dan An-Nawawi memahami bahwa ini adalah sumpah dengan sifat Allah, yang diperbolehkan dalam Islam. Sumpah yang dilarang adalah sumpah dengan selain Allah, seperti dengan Ka'bah, orang tua, atau berhala.
- Makna "Membolak-balikkan Hati": Allah adalah Dzat yang menguasai hati manusia, mengubahnya dari satu keadaan ke keadaan lain. Hati bisa berubah dari iman menjadi ragu, dari taat menjadi lalai, dan sebaliknya. Imam Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa hati manusia sangat mudah berubah, sehingga kita harus selalu memohon kepada Allah agar tetap istiqamah.
- Pelajaran dari Ibnu Umar: Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan sumpah Nabi ﷺ ini, menunjukkan bahwa para sahabat memperhatikan dengan detail bagaimana Nabi ﷺ bersumpah dan mengajarkannya kepada umat.
- Perbedaan Pendapat: Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah membolehkan sumpah dengan sifat Allah. Sedangkan sebagian ulama lain berpendapat bahwa sumpah hanya boleh dengan nama Allah secara langsung. Namun, pendapat yang paling kuat adalah yang membolehkan sumpah dengan sifat Allah, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang serupa.
- Kaitan dengan Doa: Karena hati mudah berubah, Nabi ﷺ sering berdoa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. Tirmidzi, dari Ummu Salamah)
Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menyebutkan doa ini sebagai salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca secara rutin.
Story Telling
Suatu ketika, seorang tabi'in bernama Al-Hasan al-Bashri ditanya tentang hati manusia. Beliau menjawab, "Hati itu lebih cepat berubah daripada air yang mendidih di dalam periuk." Beliau juga berkata, "Sesungguhnya hati ini adalah raja bagi anggota tubuh. Jika hati baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh. Jika hati rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh."
Kisah lain dari Abdullah bin Umar, beliau pernah berkata, "Aku tidak pernah mendengar Nabi ﷺ bersumpah dengan sesuatu pun selain dengan menyebut nama Allah atau sifat-Nya." Ini menunjukkan betapa beliau sangat menjaga adab dalam bersumpah.
Kesimpulan Praktis
- Bersumpahlah hanya dengan nama atau sifat Allah, seperti "Wallahi" (demi Allah) atau "Demi Dzat yang membolak-balikkan hati." Jangan bersumpah dengan makhluk.
- Seringlah berdoa agar hati kita tetap teguh di atas agama Allah, karena hati sangat mudah berubah.
- Renungkanlah bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk hati kita. Ini menumbuhkan rasa tawadhu dan ketergantungan kepada Allah.
- Hindari sumpah yang berlebihan atau sumpah palsu, karena itu adalah dosa besar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.