Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 662 tentang Keutamaan pergi ke masjid pagi dan sore

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa bagi orang yang rutin pergi ke masjid, baik di waktu pagi maupun sore. Setiap kali seorang muslim melangkahkan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah, Allah menyediakan baginya tempat yang mulia di Surga sebagai jamuan. Ini adalah motivasi besar untuk menjaga shalat berjamaah di masjid.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

QS. At-Taubah [9]: 18

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Terjemahan: "Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta (tetap) melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk."

Hadits:

Hadits yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Adzan, Bab Keutamaan yang Berangkat ke Masjid dan Pulang, no. 662. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنَ الْجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

Terjemahan: "Siapa yang pergi ke masjid di pagi hari dan di sore hari, Allah akan menyiapkan untuknya tempat yang terhormat di Surga setiap kali ia pergi pagi atau sore."

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (2/131) menjelaskan bahwa kata "غدا" (ghada) artinya pergi di awal waktu pagi, dan "راح" (raha) artinya pergi di waktu sore. Maksudnya adalah pergi ke masjid untuk shalat berjamaah di waktu Subuh (pagi) dan waktu Ashar atau Maghrib (sore). Kata "نُزُل" (nuzul) berarti jamuan atau tempat persinggahan yang mulia yang telah disediakan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah kabar gembira bagi setiap muslim yang menjaga shalat berjamaah di masjid. Berikut penjelasan dari para ulama dalam daftar rujukan:

  1. Makna "Ghada" dan "Raha"

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (5/165) menjelaskan bahwa "ghada" adalah pergi di waktu pagi, dan "raha" adalah pergi di waktu sore. Dalam konteks hadits ini, maksudnya adalah pergi ke masjid untuk shalat Subuh (pagi) dan shalat Ashar atau Maghrib (sore). Namun, keutamaan ini juga mencakup semua shalat berjamaah di masjid, karena setiap kali seorang muslim pergi ke masjid, ia akan mendapatkan ganjaran.

  1. Makna "Nuzul"

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (2/131) mengatakan bahwa "nuzul" adalah tempat yang disediakan untuk tamu. Ini menunjukkan bahwa Allah memuliakan hamba-Nya yang rajin ke masjid dengan menyediakan tempat khusus di Surga sebagai jamuan. Semakin sering ia pergi, semakin banyak tempat yang disediakan.

  1. Keutamaan Berjalan ke Masjid

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (4/58) menjelaskan bahwa setiap langkah kaki menuju masjid akan dicatat sebagai kebaikan dan dihapus dosa. Hadits ini menegaskan bahwa ganjaran tersebut tidak hanya untuk satu kali, tetapi setiap kali pergi pagi dan sore.

  1. Pendapat Ulama tentang Cakupan Hadits

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin (3/178) mengatakan bahwa hadits ini mencakup semua shalat berjamaah di masjid, baik Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, maupun Isya. Namun, penekanan pada pagi dan sore karena waktu-waktu tersebut adalah waktu yang penuh berkah dan sering diabaikan oleh sebagian orang.

  1. Hikmah di Balik Keutamaan Ini

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarijus Salikin (1/109) menjelaskan bahwa keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya cinta Allah kepada hamba-Nya yang memakmurkan masjid. Masjid adalah rumah Allah di bumi, dan orang yang sering mendatanginya berarti mendekatkan diri kepada Allah.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau adalah salah satu sahabat yang paling rajin menghadiri majelis Nabi ﷺ dan shalat berjamaah di masjid. Suatu ketika, beliau bertemu dengan seorang laki-laki yang jarang datang ke masjid. Abu Hurairah berkata kepadanya, "Wahai saudaraku, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Siapa yang pergi ke masjid di pagi dan sore hari, Allah akan menyediakan baginya tempat yang mulia di Surga setiap kali ia pergi.' Maka janganlah engkau tinggalkan masjid, karena setiap langkahmu menuju masjid adalah kebaikan." (HR. Al-Bukhari no. 662, dengan sanad yang shahih).

Kisah ini menunjukkan semangat para sahabat dalam menyebarkan kebaikan dan saling mengingatkan tentang keutamaan shalat berjamaah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga Shalat Berjamaah di Masjid – Terutama shalat Subuh dan Ashar/Maghrib, karena waktu-waktu tersebut disebut secara khusus dalam hadits.
  2. Niatkan Ikhlas karena Allah – Setiap langkah menuju masjid adalah ibadah yang mendatangkan pahala besar.
  3. Jangan Malas – Setiap kali pergi ke masjid, Allah menyediakan tempat di Surga. Semakin sering, semakin banyak tempat yang disediakan.
  4. Ajak Keluarga dan Teman – Seperti yang dilakukan Abu Hurairah, saling mengingatkan tentang keutamaan ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.