Penjelasan Hadits Bukhari No. 6613 tentang Isra Miraj sebagai ujian bagi manusia

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan makna dua ayat dalam Surah Al-Isra' [17]: 60. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menafsirkan bahwa "ru'ya" (penglihatan) yang menjadi ujian bagi manusia adalah peristiwa Isra' Mi'raj yang dilihat langsung oleh Nabi ﷺ dengan mata kepala beliau, bukan sekadar mimpi. Sedangkan "pohon yang terkutuk dalam Al-Qur'an" adalah pohon Zaqqum, yang menjadi ujian keimanan bagi orang-orang kafir Quraisy ketika mereka mendengarnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Isra' [17]: 60

وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ

Terjemahan: "Dan tidaklah Kami jadikan penglihatan yang telah Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) melainkan sebagai ujian bagi manusia, dan (begitu pula) pohon yang terkutuk dalam Al-Qur'an."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Takdir (Kitab al-Qadar), dari jalur 'Amr bin Dinar dari 'Ikrimah dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Sanadnya: Al-Humaidi → Sufyan (bin 'Uyainah) → 'Amr (bin Dinar) → 'Ikrimah → Ibnu Abbas.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan tafsir shahabat terhadap ayat, dan bahwa yang dimaksud "ru'ya" di sini adalah penglihatan dengan mata kepala (ru'yatul 'ain), bukan mimpi.
  • Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menguatkan pendapat ini dan menyebutkan bahwa sebagian ulama (seperti Al-Hasan al-Bashri) juga menafsirkan demikian.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim ketika membahas hadits-hadits Isra' Mi'raj menegaskan bahwa Isra' Mi'raj terjadi dengan jasad dan ruh Nabi ﷺ dalam keadaan sadar.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menafsirkan firman Allah "وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ" dengan dua penjelasan:

  1. "Ru'ya" di sini adalah penglihatan mata kepala yang Allah perlihatkan kepada Rasulullah ﷺ pada malam Isra' Mi'raj ke Baitul Maqdis. Ini bukan mimpi, melainkan penglihatan langsung dalam keadaan sadar.
  2. "Asy-Syajarah al-Mal'unah" (pohon yang terkutuk) adalah pohon Zaqqum, yaitu pohon yang tumbuh di dasar neraka Jahim, yang disebutkan Allah dalam QS. Ash-Shaffat [37]: 62-66 dan QS. Ad-Dukhan [44]: 43-46.

Bagaimana para ulama memahami hadits ini:

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa hadits ini merupakan tafsir dari shahabat yang menjadi hujjah (dalil), karena Ibnu Abbas adalah salah satu mufassir terkemuka di kalangan shahabat. Beliau juga menyebutkan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa Isra' Mi'raj, di mana orang-orang Quraisy menjadikannya bahan perdebatan dan ujian bagi keimanan mereka.

Ibnu Katsir menyebutkan dalam tafsirnya bahwa ketika Nabi ﷺ menceritakan peristiwa Isra' Mi'raj kepada penduduk Makkah, sebagian mereka mendustakannya, dan sebagian yang lemah imannya menjadi murtad. Inilah yang dimaksud dengan "fitnah" (ujian) bagi manusia.

Mengenai pohon Zaqqum: Ketika Allah menyebutkan pohon Zaqqum dalam Al-Qur'an sebagai makanan penghuni neraka, orang-orang kafir Quraisy mengejek dan berkata, "Bagaimana mungkin pohon tumbuh di neraka yang penuh api?" Maka hal ini pun menjadi ujian bagi keimanan mereka. Qatadah bin Di'amah as-Sadusi menyebutkan bahwa fitnah di sini bermakna ujian dan cobaan yang memisahkan antara orang yang beriman dan yang tidak.

Perbedaan pendapat di kalangan ulama:

Sebagian ulama menafsirkan "ru'ya" sebagai mimpi yang Nabi ﷺ lihat sebelum Isra' Mi'raj, sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat. Namun pendapat yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan Ibnu Hajar dan Ibnu Katsir — adalah pendapat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa itu adalah penglihatan langsung dengan mata kepala pada malam Isra' Mi'raj. Ini dikuatkan oleh konteks ayat yang berbicara tentang peristiwa besar yang menjadi ujian bagi manusia.

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya dan Al-Bukhari dalam Shahih-nya meriwayatkan hadits-hadits tentang Isra' Mi'raj yang menunjukkan bahwa peristiwa itu terjadi dengan jasad dan ruh Nabi ﷺ, bukan hanya mimpi.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ menceritakan peristiwa Isra' Mi'raj kepada penduduk Makkah, Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu langsung membenarkannya tanpa ragu. Orang-orang Quraisy yang mendengar cerita itu banyak yang mencemooh dan mendustakan, bahkan sebagian yang sebelumnya beriman menjadi goyah dan murtad. Mereka mendatangi Abu Bakar dan berkata, "Apakah engkau percaya bahwa Muhammad pergi ke Baitul Maqdis dalam satu malam?" Abu Bakar menjawab dengan tegas, "Jika memang dia yang mengatakannya, maka aku membenarkannya." Inilah yang menjadi sebab beliau mendapat gelar "Ash-Shiddiq."

Peristiwa ini menjadi ujian besar bagi penduduk Makkah — bagi yang beriman, imannya semakin kuat; bagi yang ragu, mereka terjatuh dalam kekufuran. Inilah makna "fitnah" (ujian) yang disebutkan dalam ayat.

Kesimpulan Praktis

  1. Peristiwa Isra' Mi'raj adalah penglihatan langsung yang dialami Nabi ﷺ dengan mata kepala dalam keadaan sadar, bukan sekadar mimpi. Ini adalah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Hajar, dan Ibnu Katsir.
  2. Pohon Zaqqum adalah pohon di neraka yang disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai makanan penghuni neraka. Penyebutannya menjadi ujian bagi orang-orang kafir yang mengejeknya.
  3. Ujian keimanan adalah sunnatullah. Setiap kebenaran yang datang dari Allah akan selalu ada yang menerima dan ada yang menolak. Yang beriman akan semakin teguh, yang ragu akan terjatuh.
  4. Hendaknya kita meneladani Abu Bakar ash-Shiddiq dalam sikap menerima kebenaran dari Nabi ﷺ tanpa ragu, meskipun akal kita belum sepenuhnya memahami.
  5. Mempelajari tafsir shahabat seperti Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma adalah jalan yang selamat dalam memahami Al-Qur'an, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama seperti Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?