Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits tentang Haudh (telaga) Nabi ﷺ di hari kiamat. Intinya, Nabi ﷺ akan melihat sebagian orang yang pernah menjadi sahabatnya diusir dari telaga beliau. Ketika beliau memprotes, Allah menjawab bahwa mereka telah murtad dan berbalik ke belakang setelah beliau wafat. Hadits ini mengajarkan kita tentang bahaya bid'ah dan kemurtadan, serta pentingnya berpegang teguh pada sunnah hingga akhir hayat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Riqaq, Bab tentang Haudh, no. 6585, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ
"Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya..." (QS. Al-Ma'idah [5]: 54)
Ayat ini menunjukkan bahwa kemurtadan adalah perkara yang mungkin terjadi dan Allah Maha Mengetahui siapa yang benar-benar beriman hingga akhir hayatnya.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan adanya sebagian sahabat yang murtad setelah wafatnya Nabi ﷺ, namun beliau menegaskan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang yang murtad secara nyata di masa kekhalifahan Abu Bakar, seperti Musailamah al-Kadzdzab dan pengikutnya. Adapun para sahabat utama yang teguh imannya, mereka tidak termasuk.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah peringatan keras tentang bahaya berbuat bid'ah dan menyimpang dari sunnah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dalil tentang keberadaan Haudh (telaga) Nabi ﷺ di hari kiamat. Telaga ini adalah karunia Allah yang khusus diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan airnya lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu, dan baunya lebih harum daripada minyak kasturi. Barangsiapa meminum darinya sekali, ia tidak akan haus selamanya.
Namun, ada hal yang sangat menyedihkan dalam hadits ini. Nabi ﷺ akan melihat sekelompok orang yang pernah menjadi sahabatnya datang, tetapi mereka diusir dan dijauhkan dari telaga tersebut. Nabi ﷺ pun memprotes, "Ya Rabb, mereka adalah sahabat-sahabatku!" Lalu dijawab, "Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat setelah engkau wafat. Sesungguhnya mereka murtad dan berbalik ke belakang."
Pemahaman Ulama:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini adalah kabar tentang orang-orang yang murtad setelah wafatnya Nabi ﷺ. Mereka adalah orang-orang yang murtad secara nyata di masa Abu Bakar, seperti pengikut Musailamah al-Kadzdzab, Thulaihah al-Asadi, dan lainnya. Mereka keluar dari Islam setelah sebelumnya masuk Islam.
- Imam Al-Qurthubi (walaupun tidak dalam daftar, namun penjelasan ini sejalan dengan ulama daftar) dan juga Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud "murtad" di sini adalah mereka yang berbalik kepada kekufuran atau kepada perbuatan-perbuatan yang membatalkan keislaman.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini mengandung pelajaran besar: bahwa seseorang bisa saja beramal baik di hadapan Nabi ﷺ, namun setelah beliau wafat, ia menyimpang. Maka kita harus berhati-hati dan terus berdoa agar Allah memantapkan hati kita di atas agama ini sampai akhir hayat.
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa hadits ini juga menjadi dalil bahwa Haudh itu benar adanya, dan bahwa orang-orang yang dijauhkan dari telaga adalah mereka yang mati di atas kemurtadan atau bid'ah yang mengeluarkan dari Islam.
Pelajaran Penting:
- Hadits ini menunjukkan bahwa keselamatan akhir hayat adalah perkara yang sangat penting. Seseorang tidak boleh merasa aman dari tipu daya Allah.
- Hadits ini juga menunjukkan bahwa bid'ah adalah perkara yang sangat berbahaya, karena bisa menyeret pelakunya kepada kesesatan yang lebih besar.
- Kita harus berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat, karena mereka adalah generasi terbaik.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ wafat, banyak orang Arab yang baru masuk Islam menjadi goyah imannya. Sebagian mereka murtad dan mengikuti nabi-nabi palsu. Di antara mereka ada Musailamah al-Kadzdzab yang mengaku sebagai nabi. Namun, para sahabat utama seperti Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu berdiri tegar dan memerangi para murtad tersebut dengan tegas. Beliau berkata, "Demi Allah, aku akan memerangi orang yang membedakan antara shalat dan zakat. Sungguh, zakat adalah hak harta."
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat yang teguh imannya tidak termasuk dalam hadits di atas. Mereka justru menjadi pelindung Islam dan memerangi kemurtadan. Adapun yang diusir dari telaga adalah mereka yang mati di atas kemurtadan.
Kesimpulan Praktis
- Berpegang teguhlah pada sunnah Nabi ﷺ dan jauhilah bid'ah, karena bid'ah adalah jalan menuju kesesatan.
- Perbanyaklah doa agar Allah memantapkan hati kita di atas Islam sampai akhir hayat. Di antaranya doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).
- Jangan merasa aman dari kesesatan, karena keselamatan akhir hayat adalah rahasia Allah. Kita harus terus berusaha dan berdoa.
- Pelajarilah agama dengan benar dari ulama yang berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman salaf.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.