Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa sebagian orang yang beriman dan bertauhid akan keluar dari neraka setelah mendapat syafaat (pertolongan) dari Nabi Muhammad ﷺ. Mereka kemudian dimasukkan ke dalam surga, dan dikenal dengan sebutan "Al-Jahannamiyin" (orang-orang yang pernah masuk neraka). Ini menunjukkan luasnya rahmat Allah dan tingginya kedudukan syafaat Nabi ﷺ bagi umatnya yang berdosa.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Ar-Raqaq, Bab Sifat Surga dan Neraka, nomor 6566. Perawi sahabatnya adalah Imran bin Husain radhiyallahu 'anhuma.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ ذَكْوَانَ، حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ، حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ ـ رضى الله عنهما ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ "يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنَ النَّارِ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ ﷺ فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ، يُسَمَّوْنَ الْجَهَنَّمِيِّينَ".
Terjemahan: "Akan keluar sekelompok orang dari neraka dengan syafaat Muhammad ﷺ, lalu mereka akan masuk surga, mereka disebut sebagai Al-Jahannamiyin."
Dalil Al-Qur'an yang mendukung makna hadits ini antara lain:
QS. Al-Anbiya [21]: 28
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ
Terjemahan: "Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya."
Ayat ini menunjukkan bahwa syafaat hanya terjadi dengan izin dan keridhaan Allah, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini merupakan salah satu dalil utama tentang syafaat Nabi ﷺ bagi umatnya yang berdosa. Imam Al-Bukhari meriwayatkannya dalam bab sifat surga dan neraka, yang menunjukkan bahwa hadits ini berkaitan dengan keyakinan tentang akhirat.
Menurut penjelasan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari, hadits ini menegaskan bahwa syafaat Nabi ﷺ tidak hanya untuk orang-orang yang tidak dihisab, tetapi juga bagi mereka yang telah masuk neraka karena dosa-dosa mereka. Mereka dikeluarkan dari neraka setelah mendapatkan syafaat, lalu dimasukkan ke surga. Nama "Al-Jahannamiyin" diberikan karena mereka pernah merasakan siksa neraka, namun akhirnya selamat.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang beriman yang berdosa tidak kekal di neraka. Mereka akan dikeluarkan dengan syafaat Nabi ﷺ atau rahmat Allah. Ini sejalan dengan hadits-hadits lain yang mutawatir tentang syafaat.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam kitabnya Taisir al-Karim ar-Rahman menegaskan bahwa syafaat Nabi ﷺ adalah haq (benar) dan pasti terjadi. Beliau juga menjelaskan bahwa orang-orang yang keluar dari neraka ini adalah mereka yang masih memiliki iman dalam hati mereka, meskipun pernah berbuat dosa besar.
Adapun perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang siapa yang berhak mendapatkan syafaat, mayoritas ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa syafaat Nabi ﷺ khusus untuk umatnya yang beriman dan bertauhid, bukan untuk orang kafir. Hal ini berdasarkan hadits-hadits shahih lainnya. Pendapat yang paling kuat adalah yang menyatakan bahwa syafaat ini berlaku bagi orang-orang beriman yang berdosa, sebagaimana ditegaskan dalam hadits ini dan hadits-hadits lain.
Story Telling
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim, suatu ketika Nabi ﷺ menceritakan tentang syafaatnya. Beliau bersabda bahwa Allah akan berfirman: "Keluarkanlah dari neraka orang-orang yang pernah mengucapkan 'La ilaha illallah' dan masih ada kebaikan dalam hatinya." Maka mereka pun dikeluarkan, meskipun telah menjadi arang. Kemudian mereka dicelupkan ke dalam sungai kehidupan, dan mereka tumbuh kembali seperti biji yang tumbuh di tepi sungai. (HR. Bukhari dan Muslim). Kisah ini menggambarkan betapa besar rahmat Allah dan syafaat Nabi ﷺ bagi umatnya yang berdosa namun masih memiliki iman.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah pada syafaat Nabi ﷺ: Syafaat beliau adalah benar dan akan terjadi bagi umatnya yang beriman dan bertauhid, meskipun mereka pernah berbuat dosa.
- Jauhi dosa besar: Meskipun ada syafaat, kita tidak boleh meremehkan dosa. Bertaubatlah dengan sungguh-sungguh.
- Perbanyak amal saleh: Amal saleh adalah sebab utama masuk surga, dan syafaat adalah rahmat tambahan bagi yang berdosa.
- Jaga tauhid: Syafaat hanya berlaku bagi orang yang bertauhid. Jangan pernah meninggalkan tauhid dan jangan berbuat syirik.
- Berdoalah kepada Allah: Mintalah kepada Allah agar kita mendapatkan syafaat Nabi ﷺ di hari kiamat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.