Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat agung dari Nabi ﷺ. Beliau mengabarkan bahwa akan ada sekelompok orang yang pernah masuk neraka karena dosa-dosa mereka, tetapi karena mereka memiliki keimanan di hati, mereka tidak kekal di dalamnya. Setelah merasakan siksa sesuai kadar dosa mereka, Allah mengeluarkan mereka dan memasukkannya ke dalam surga. Penduduk surga yang lain akan menyebut mereka dengan sebutan "Al-Jahannamiyyun" (orang-orang yang pernah di neraka), sebagai tanda pengingat nikmat Allah yang telah menyelamatkan mereka.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Riqaq, Bab Sifat Surga dan Neraka, nomor 6559. Berikut teks haditsnya:
<p>حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنَ النَّارِ بَعْدَ مَا مَسَّهُمْ مِنْهَا سَفْعٌ، فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ، فَيُسَمِّيهِمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَهَنَّمِيِّينَ ".</p>
Terjemahan: "Akan keluar sekelompok orang dari neraka setelah mereka merasakan sentuhan neraka, lalu mereka akan masuk surga, dan orang-orang surga akan menyebut mereka 'Al-Jahannamiyin' (orang-orang neraka)." (HR. Al-Bukhari no. 6559)
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dan memiliki banyak jalur periwayatan yang saling menguatkan.
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
<p>إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ</p>
QS. An-Nisa' [4]: 48 - "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang di bawah (tingkat) syirik bagi siapa yang Dia kehendaki."
Ayat ini menunjukkan bahwa dosa-dosa selain syirik berada di bawah kehendak Allah. Jika Allah berkehendak, Dia bisa mengampuni pelakunya tanpa siksa, atau jika Dia berkehendak, Dia akan menyiksanya terlebih dahulu di neraka sesuai kadar dosanya, kemudian mengeluarkannya karena keimanan yang ada di hatinya.
Penjelasan Rinci
Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu dalil terpenting tentang keluarnya pelaku dosa besar dari kalangan ahli tauhid dari neraka. Ini adalah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang membedakan mereka dari dua kelompok sesat:
- Khawarij yang mengatakan bahwa pelaku dosa besar kekal di neraka.
- Mu'tazilah yang mengatakan pelaku dosa besar berada di posisi antara dua posisi (tidak mukmin, tidak kafir) dan kekal di neraka.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa kata "سَفْعٌ" (saf'un) artinya adalah sentuhan api yang menghitamkan atau membakar bagian luar kulit. Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar merasakan siksa neraka, namun tidak kekal di dalamnya.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kemuliaan Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Setelah mereka disiksa sesuai kadar dosa, Allah mengeluarkan mereka berkat syafa'at Nabi ﷺ dan para malaikat, serta berkat rahmat Allah yang mendahului murka-Nya.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyah menjelaskan bahwa orang-orang yang keluar dari neraka ini adalah mereka yang mati di atas tauhid, namun memiliki dosa-dosa yang belum diampuni. Mereka tidak kekal di neraka karena keimanan mereka, sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi: "Keluarkanlah dari neraka siapa yang di hatinya terdapat iman sebesar biji sawi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat "Dan Dia mengampuni segala dosa yang di bawah (tingkat) syirik bagi siapa yang Dia kehendaki" (QS. An-Nisa': 48) adalah dalil bahwa pelaku dosa besar tidak kekal di neraka jika ia mati dalam keadaan bertauhid. Ini adalah rahmat Allah yang sangat luas bagi umat Muhammad ﷺ.
Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa penyebutan "Al-Jahannamiyyun" oleh penduduk surga bukanlah bentuk ejekan atau penghinaan, melainkan sebagai bentuk keheranan dan pengagungan terhadap rahmat Allah. Mereka menyebutnya sebagai tanda bahwa orang-orang itu pernah merasakan siksa neraka, namun akhirnya Allah selamatkan dan masukkan ke surga. Ini menjadi pelajaran bagi semua bahwa rahmat Allah itu luas dan tidak ada yang bisa memutuskan rahmat-Nya.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya At-Takhwif min An-Nar menjelaskan bahwa meskipun mereka selamat dari kekekalan di neraka, namun mereka tetap merasakan siksa yang sangat pedih. Ini menjadi peringatan bagi kita untuk tidak meremehkan dosa-dosa kecil, karena bisa jadi dosa tersebut menjadi sebab seseorang masuk neraka meskipun akhirnya keluar juga.
Story Telling
Diriwayatkan dari Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, beliau adalah seorang ulama tabi'in yang sangat terkenal dengan ketakwaan dan tangisannya. Suatu hari beliau menangis tersedu-sedu, lalu ditanya oleh murid-muridnya, "Wahai Abu Sa'id, apa yang membuatmu menangis?"
Beliau menjawab, "Aku menangis karena memikirkan orang-orang yang akan keluar dari neraka. Mereka telah merasakan panasnya api neraka, kulit mereka terbakar dan menghitam. Kemudian Allah mengeluarkan mereka dengan rahmat-Nya dan memasukkannya ke surga. Namun, ketika penduduk surga melihat mereka, mereka berkata, 'Ini adalah Al-Jahannamiyyun, orang-orang yang pernah di neraka.' Maka aku bertanya pada diriku sendiri: Bagaimana perasaan mereka saat disebut dengan sebutan itu? Bukankah itu akan menjadi kenangan yang sangat pahit bagi mereka? Maka aku berdoa kepada Allah agar Dia menyelamatkan kita semua dari api neraka, baik masuk sebentar maupun lama."
Kisah ini menunjukkan bahwa meskipun mereka akhirnya masuk surga, namun sebutan "Al-Jahannamiyyun" akan selalu mengingatkan mereka akan siksa yang pernah mereka rasakan. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk bersungguh-sungguh dalam menjauhi dosa dan memperbanyak istighfar.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa rahmat Allah itu luas - Selama kita mati dalam keadaan bertauhid, kita tidak akan kekal di neraka. Namun jangan pernah meremehkan dosa, karena bisa jadi kita termasuk yang merasakan siksa terlebih dahulu.
- Jauhi dosa besar dan kecil - Hadits ini mengajarkan bahwa dosa bisa menyebabkan seseorang masuk neraka meskipun akhirnya keluar. Maka perbanyaklah istighfar dan taubat.
- Jangan menghakimi orang lain - Kita tidak tahu bagaimana akhir kehidupan seseorang. Bisa jadi orang yang kita anggap baik ternyata buruk akhirnya, dan sebaliknya. Yang penting adalah memperbaiki diri sendiri.
- Perbanyak amal shalih - Agar kita termasuk orang yang langsung masuk surga tanpa hisab dan tanpa siksa, bukan yang masuk neraka dulu kemudian keluar.
- Selalu berdoa memohon keselamatan dari neraka - Sebagaimana doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Ya Allah, selamatkanlah kami dari api neraka."
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.