Penjelasan Hadits Bukhari No. 6554 tentang Jumlah umat Nabi yang masuk surga tanpa hisab

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan besarnya rahmat Allah kepada umat Nabi Muhammad ﷺ, di mana sejumlah besar umat beliau akan masuk surga bersama-sama dalam keadaan saling berpegangan, dan wajah mereka bercahaya seperti bulan purnama. Ini menunjukkan keutamaan umat ini dan gambaran keindahan ahli surga. Hadits ini juga mengajarkan bahwa rahmat Allah lebih luas daripada amal manusia, namun tetap harus diiringi keimanan dan ketakwaan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Raqaq, Bab Sifat Surga dan Neraka, dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits lengkap:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ "لَيَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَوْ سَبْعُمِائَةِ أَلْفٍ ـ لاَ يَدْرِي أَبُو حَازِمٍ أَيُّهُمَا قَالَ ـ مُتَمَاسِكُونَ، آخِذٌ بَعْضُهُمْ بَعْضًا، لاَ يَدْخُلُ أَوَّلُهُمْ حَتَّى يَدْخُلَ آخِرُهُمْ، وُجُوهُهُمْ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ"

Terjemahan: "Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh atau tujuh ratus ribu orang — Abu Hazim tidak tahu yang mana di antara keduanya yang disebutkan — mereka saling berpegangan, sebagian mereka memegang sebagian yang lain, yang pertama tidak akan masuk hingga yang terakhir masuk, wajah mereka seperti bulan pada malam purnama."

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Az-Zumar [39]: 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Terjemahan: "Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"

QS. Al-Insan [76]: 22

إِنَّ هَٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاءً وَكَانَ سَعْيُكُم مَّشْكُورًا

Terjemahan: "Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah (yang) disyukuri."

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan tentang keutamaan umat Nabi Muhammad ﷺ dan gambaran ahli surga. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam kitab Shahih-nya, menunjukkan bahwa hadits ini termasuk hadits yang shahih dan menjadi pegangan dalam bab sifat surga dan neraka.

Pertama: Jumlah yang Masuk Surga

Nabi ﷺ menyebutkan angka "tujuh puluh ribu" atau "tujuh ratus ribu". Abu Hazim, perawi hadits ini, ragu mana yang beliau dengar dari Sahl bin Sa'd. Ini menunjukkan bahwa angka tersebut bisa jadi tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa keraguan ini berasal dari perawi, bukan dari Nabi ﷺ, dan kedua angka tersebut menunjukkan banyaknya umat yang masuk surga tanpa hisab. Sebagian ulama seperti Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa angka ini adalah angka yang sangat besar, dan bisa jadi angka tersebut adalah tujuh ratus ribu, karena lebih besar menunjukkan luasnya rahmat Allah.

Kedua: Sifat Mereka Saling Berpegangan

Nabi ﷺ menyebutkan "مُتَمَاسِكُونَ، آخِذٌ بَعْضُهُمْ بَعْضًا" (saling berpegangan, sebagian memegang sebagian yang lain). Ini menunjukkan keutamaan persatuan dan kebersamaan umat ini. Mereka masuk surga bersama-sama, tidak ada yang mendahului yang lain. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa ini menunjukkan keutamaan umat Nabi Muhammad ﷺ yang saling menolong dan bersatu, dan bahwa mereka akan masuk surga dalam keadaan bersama-sama, bukan sendiri-sendiri.

Ketiga: Yang Pertama Tidak Masuk Hingga Yang Terakhir Masuk

Ini menunjukkan bahwa mereka semua akan masuk surga secara bersamaan, tidak ada yang tertinggal. Ini adalah bentuk penghormatan dan rahmat Allah kepada umat ini. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini menunjukkan bahwa mereka semua akan masuk surga dalam satu rombongan, dan ini adalah keutamaan yang besar.

Keempat: Wajah Mereka Seperti Bulan Purnama

Nabi ﷺ menyebutkan bahwa wajah mereka seperti bulan pada malam purnama (لَيْلَةَ الْبَدْرِ). Ini menunjukkan cahaya dan keindahan yang luar biasa. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Hadi al-Arwah menjelaskan bahwa cahaya wajah ahli surga adalah cahaya yang berasal dari keimanan dan amal shaleh mereka di dunia. Semakin kuat iman dan amal seseorang, semakin bercahaya wajahnya di akhirat.

Kaitan dengan Ulama Lain

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya juga meriwayatkan hadits serupa, menunjukkan bahwa hadits ini memiliki banyak jalur periwayatan. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya juga meriwayatkan hadits ini, menunjukkan bahwa hadits ini shahih menurut kriteria beliau. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat tentang surga dan neraka harus dipahami sebagai motivasi untuk beramal shaleh dan menjauhi maksiat.

Perbedaan Pendapat

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah angka tersebut menunjukkan jumlah pasti atau hanya kiasan untuk menunjukkan banyaknya. Namun, mayoritas ulama seperti Ibnu Hajar, an-Nawawi, dan Ibnu Katsir menyatakan bahwa angka tersebut adalah angka yang sebenarnya, dan tidak perlu diragukan. Yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa angka tersebut adalah angka yang sebenarnya, karena hadits ini shahih dan tidak ada alasan untuk menolaknya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat Nabi ﷺ yang meriwayatkan hadits ini, sedang duduk bersama para sahabat lainnya. Beliau menceritakan hadits ini kepada mereka. Para sahabat pun tertegun mendengar betapa besarnya rahmat Allah kepada umat ini. Salah seorang sahabat bertanya, "Wahai Sahl, apakah engkau yakin dengan angka tersebut?" Sahl menjawab, "Aku mendengarnya langsung dari Rasulullah ﷺ, dan aku tidak menambah atau mengurangi sedikit pun."

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadits. Mereka tidak menambah atau mengurangi, bahkan ketika ada keraguan, mereka menyebutkannya dengan jujur. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk selalu jujur dalam menyampaikan ilmu, dan tidak menambah atau mengurangi apa yang telah disampaikan oleh Nabi ﷺ.

Imam Al-Bukhari, ketika meriwayatkan hadits ini, beliau menempatkannya dalam kitab Shahih-nya setelah melalui proses verifikasi yang sangat ketat. Beliau memastikan bahwa semua perawi dalam rantai periwayatan adalah orang-orang yang terpercaya dan memiliki hafalan yang kuat. Ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu hadits dan betapa besar usaha para ulama dalam menjaga kemurnian sunnah Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersyukur menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ: Hadits ini menunjukkan besarnya rahmat Allah kepada umat ini. Kita harus bersyukur dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk beramal shaleh.
  2. Menjaga persatuan: Sifat ahli surga yang saling berpegangan mengajarkan kita untuk menjaga persatuan dan kebersamaan dalam kebaikan.
  3. Beramal shaleh: Cahaya wajah ahli surga adalah hasil dari iman dan amal shaleh di dunia. Maka, perbanyaklah amal shaleh dan jauhi maksiat.
  4. Berhusnuzan kepada Allah: Jangan berputus asa dari rahmat Allah, karena rahmat-Nya sangat luas.
  5. Mempelajari ilmu hadits: Kita harus belajar dari para ulama dalam menjaga kemurnian sunnah, dan tidak menyampaikan hadits tanpa ilmu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?