Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6552 tentang Pohon surga yang sangat luas naungannya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan kebesaran dan keagungan salah satu pohon di dalam Surga. Ukurannya sangat luas sehingga seorang penunggang kendaraan yang cepat pun tidak mampu menyeberangi naungannya meskipun berjalan selama seratus tahun. Ini adalah kabar gembira bagi orang-orang beriman tentang kenikmatan Surga yang tidak pernah terbayangkan oleh akal manusia, sekaligus dorongan untuk bersungguh-sungguh dalam beramal shaleh.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Riqaq (yang melembutkan hati), Bab Sifat Surga dan Neraka, no. 6552, dari sahabat Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, dari Rasulullah ﷺ.

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

وَقَالَ إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ سَلَمَةَ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ، لاَ يَقْطَعُهَا".

Terjemahan: Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: "Sesungguhnya di dalam Surga terdapat sebuah pohon, seorang penunggang kendaraan berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun dan tidak mampu menyeberanginya."

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Waqi'ah [56]: 29-34:

وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ۝ وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ۝ وَمَاءٍ مَّسْكُوبٍ۝ وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ

"Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang mengalir terus-menerus, dan buah-buahan yang banyak."

Ayat ini menunjukkan bahwa di antara kenikmatan Surga adalah naungan yang terbentang luas, yang sejalan dengan makna hadits di atas.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa luasnya pohon-pohon di Surga, dan ini adalah perkara ghaib yang wajib kita imani sebagaimana adanya, tanpa menanyakan bagaimana bentuknya.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini adalah berita tentang perkara ghaib yang wajib kita imani dengan penuh keyakinan, tanpa mempertanyakan bagaimana hakikatnya.

1. Makna "Pohon di Surga"

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pohon-pohon di Surga memiliki keagungan yang tidak bisa dibayangkan oleh akal manusia. Ini adalah kenikmatan yang Allah ﷻ siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Beliau mengutip hadits-hadits lain yang senada, seperti hadits tentang pohon Thuba yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

2. Makna "Perjalanan Seratus Tahun"

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa angka seratus tahun ini adalah untuk menggambarkan betapa luasnya pohon tersebut. Ini bukan berarti kita harus menghitung-hitung ukurannya secara pasti, tetapi ini adalah gambaran yang Allah ﷻ berikan melalui lisan Rasul-Nya ﷺ agar kita bisa membayangkan betapa agungnya ciptaan Allah ﷻ di Surga.

3. Sikap Kita Terhadap Hadits Ghaib

Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang hadits-hadits yang berkaitan dengan sifat Surga dan Neraka. Beliau menjawab: "Kami beriman dan membenarkannya, tanpa menanyakan bagaimana dan tanpa menolaknya." Ini adalah manhaj yang benar dalam menyikapi berita-berita ghaib.

4. Pelajaran dari Hadits

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa berita tentang kenikmatan Surga ini seharusnya membangkitkan semangat seorang mukmin untuk beramal shaleh. Jika kenikmatan Surga saja digambarkan sedemikian agungnya, maka betapa besar pula balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang ulama salaf, Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, ketika membaca ayat-ayat tentang Surga dan Neraka, beliau sering menangis tersedu-sedu. Beliau berkata: "Bagaimana mungkin seorang hamba yang mengetahui kenikmatan Surga yang begitu agung, masih bisa tidur nyenyak di malam hari dan lalai dari beribadah kepada Allah ﷻ?"

Beliau juga pernah berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan pernah bisa membayangkan keindahan Surga. Jika kalian tahu, niscaya kalian akan meninggalkan dunia ini dan berlomba-lomba menuju ketaatan kepada Allah ﷻ."

Kisah ini menunjukkan bagaimana para salafush shalih sangat tersentuh hatinya ketika mendengar berita tentang kenikmatan Surga. Mereka menjadikan kabar gembira ini sebagai pendorong untuk semakin giat beribadah dan menjauhi maksiat.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada berita ghaib – Kita wajib mengimani hadits ini sebagaimana adanya, tanpa mempertanyakan bagaimana bentuk pohon tersebut.
  2. Merenungkan kebesaran Allah ﷻ – Hadits ini mengingatkan kita bahwa ciptaan Allah ﷻ di Surga jauh lebih agung dari apa pun yang ada di dunia.
  3. Meningkatkan semangat beramal – Kabar tentang kenikmatan Surga ini seharusnya memotivasi kita untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah dan menjauhi larangan-Nya.
  4. Tidak tenggelam dalam dunia – Jangan sampai kita terlalu sibuk dengan urusan dunia sehingga melupakan tujuan akhir kita, yaitu meraih Surga Allah ﷻ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.