Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan betapa dahsyat dan mengerikannya keadaan penghuni neraka. Ukuran fisik mereka digambarkan sangat besar, dan lebar antara dua bahu orang kafir saja sejauh perjalanan tiga hari bagi penunggang kendaraan yang cepat. Ini adalah berita gaib dari Nabi ﷺ yang menunjukkan betapa besarnya ciptaan Allah dan betapa beratnya azab yang akan mereka hadapi. Pelajaran utama bagi kita adalah agar tidak meremehkan dosa dan selalu berlindung kepada Allah dari neraka.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Riqaq, Bab Sifat Surga dan Neraka, no. 6551, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Terdapat ayat Al-Qur'an yang senada tentang besarnya ciptaan dan azab bagi penghuni neraka, di antaranya:
QS. Al-Mulk [67]: 7-8
إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ * تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ
Terjemahan: "Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah belah karena marah. Setiap kali ada sekumpulan orang-orang kafir dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka) itu bertanya kepada mereka, 'Apakah belum ada yang datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?'"
QS. Al-Hajj [22]: 19-20
هَٰذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ ۖ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ * يُصْهَرُ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ وَالْجُلُودُ
Terjemahan: "Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar; mereka berselisih tentang Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka, dan disiramkan air yang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan (air mendidih) itu akan dileburkan apa yang ada di dalam perut dan kulit mereka."
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini merupakan salah satu bentuk berita gaib tentang keadaan hari kiamat yang wajib kita imani tanpa mempertanyakan bagaimana caranya.
- Makna Zhahir (Tekstual) Hadits: Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini untuk menunjukkan gambaran fisik penghuni neraka. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya jasad orang-orang kafir di neraka. Ukuran lebar bahu mereka saja sejauh perjalanan tiga hari dengan kendaraan cepat. Ini adalah hakikat yang harus kita imani, meskipun akal kita tidak mampu membayangkan bagaimana wujudnya.
- Hikmah di Balik Ukuran Besar: Mengapa Allah jadikan mereka besar? Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa semakin besar jasad seseorang, semakin besar pula rasa sakit yang ia rasakan ketika diazab. Ini adalah bentuk keadilan Allah dan puncak kehinaan bagi mereka. Ukuran besar ini bukanlah kemuliaan, melainkan justru memperberat azab mereka.
- Sikap Ahlus Sunnah: Imam Ahmad bin Hanbal dan para ulama salaf lainnya menekankan bahwa kita wajib mengimani berita-berita gaib seperti ini tanpa tahrif (mengubah makna), ta'thil (menolak makna), takyif (bertanya bagaimana caranya), dan tamtsil (menyerupakan dengan makhluk). Kita menerima sepenuhnya bahwa ini adalah kebenaran dari Rasulullah ﷺ, dan kita tidak perlu mempertanyakan bagaimana bentuknya karena itu di luar jangkauan akal kita. Ini sebagaimana dipahami oleh Imam Al-Barbahari dalam kitabnya Syarhus Sunnah.
- Perbedaan dengan Penghuni Surga: Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa ukuran penghuni surga adalah seperti ukuran Nabi Adam 'alaihissalam, yaitu setinggi 60 hasta. Namun, untuk orang kafir, ukuran mereka disebutkan sangat besar. Ini menunjukkan bahwa kebesaran fisik tidak selalu berarti kebaikan, tetapi bisa menjadi sumber siksa yang lebih pedih.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika para sahabat mendengar ayat-ayat tentang neraka, mereka sangat takut. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang hari akhir. Suatu ketika, beliau menangis tersedu-sedu ketika menyebutkan tentang neraka. Beliau berkata, "Sesungguhnya aku takut jika aku dilemparkan ke dalam neraka, maka aku tidak akan pernah keluar darinya selama-lamanya."
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat serius dalam menyikapi berita tentang neraka. Mereka tidak menjadikannya sebagai bahan candaan atau sekadar cerita, tetapi sebagai peringatan yang membuat mereka semakin giat beribadah dan menjauhi larangan Allah. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk tidak meremehkan ancaman Allah.
Kesimpulan Praktis
- Iman kepada yang Gaib: Wajib mengimani semua berita yang disampaikan Rasulullah ﷺ tentang neraka, termasuk ukuran tubuh penghuninya, tanpa mempertanyakan bagaimana caranya.
- Menumbuhkan Rasa Takut: Jadikan hadits ini sebagai pengingat untuk menumbuhkan khauf (takut) kepada Allah dan azab-Nya, sehingga kita semakin bersemangat dalam menjalankan ketaatan.
- Tidak Meremehkan Dosa: Jangan pernah meremehkan dosa-dosa kecil karena bisa menjadi sebab seseorang masuk neraka. Beristighfarlah selalu dan perbanyak taubat.
- Memperbanyak Doa: Perbanyaklah doa memohon perlindungan dari api neraka, seperti doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Allahumma ajirna minan naar" (Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka).
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.