Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang dahsyatnya Hari Kiamat, di mana seluruh manusia akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan tidak bersunat, sebagai bukti kekuasaan Allah yang mengulangi penciptaan. Hadits ini juga mengabarkan bahwa Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang diberi pakaian pada hari itu, serta berisi peringatan keras tentang bahaya murtad (keluar dari Islam) dan berbuat bid'ah setelah ditinggal wafat Rasulullah ﷺ. Ini adalah pelajaran berharga agar kita berpegang teguh pada sunnah dan waspada terhadap segala bentuk penyimpangan.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang disebut dalam hadits:
- QS. Al-Anbiya' [21]: 104
Teks Arab:
كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ
Terjemahan: "Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. (Itulah) suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya."
- QS. Al-Ma'idah [5]: 117-118
Teks Arab (potongan ayat 117):
وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Terjemahan: "Dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di antara mereka. Maka ketika Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu."
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Riqaq (Kitab Renungan), Bab "Bagaimana Manusia Dikumpulkan", no. 6526, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Kaitan dengan Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan hadits ini secara panjang lebar, termasuk makna "dibawa ke arah kiri" yang menunjukkan mereka digiring ke neraka, dan penjelasan tentang sabda Nabi ﷺ yang menyerupai doanya Nabi Isa 'alaihis salam. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin juga sering menjelaskan hadits-hadits tentang hari kebangkitan dalam syarah-syarahnya, menekankan bahwa ini adalah perkara gaib yang wajib kita imani.
Penjelasan Rinci
Hadits yang agung ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
- Hakikat Kebangkitan: Nabi ﷺ mengabarkan bahwa manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan, dan tidak bersunat. Ini bukan untuk menghina, tetapi untuk menunjukkan betapa dahsyatnya hari itu dan betapa tidak berdayanya manusia di hadapan Allah. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah bentuk keadilan dan kekuasaan Allah yang mampu mengembalikan ciptaan-Nya sebagaimana pertama kali menciptakannya, tanpa ada satu pun yang luput.
- Kemuliaan Nabi Ibrahim: Manusia pertama yang diberi pakaian adalah Nabi Ibrahim 'alaihis salam. Ini adalah keutamaan yang agung dari Allah untuk kekasih-Nya (khalilullah). Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini adalah penghormatan khusus dari Allah kepada Nabi Ibrahim karena ketaatannya yang sempurna.
- Peringatan Keras tentang Murtad dan Bid'ah: Bagian terpenting dari hadits ini adalah peringatan tentang orang-orang yang mengaku umat Nabi ﷺ tetapi kemudian murtad dan berpaling dari agama setelah beliau wafat. Nabi ﷺ akan berkata, "Ya Tuhanku, sahabat-sahabatku," tetapi Allah menjawab, "Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang mereka ada-adakan setelah kamu." Ini menunjukkan bahwa mereka mengganti agama, meninggalkan sunnah, dan melakukan perbuatan yang mengeluarkan mereka dari Islam. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah menjelaskan bahwa yang dimaksud "murtad" di sini adalah keluar dari sebagian syariat, bukan hanya keluar dari Islam secara total. Ini adalah peringatan bagi kita semua agar tidak meremehkan perkara-perkara syariat dan tidak menyepelekan bid'ah, karena bisa jadi itu adalah awal dari kemurtadan yang sebenarnya.
- Doa Nabi Isa: Nabi ﷺ mengutip doa Nabi Isa 'alaihis salam sebagai bentuk pengaduan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Ini mengajarkan kita adab dalam berdoa, yaitu mengakui kelemahan diri dan menyerahkan segala urusan kepada ilmu dan hikmah Allah.
Story Telling
Dari hadits ini, kita bisa mengambil pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim yang disebut sebagai orang pertama yang diberi pakaian. Para ulama menyebutkan bahwa ini adalah balasan atas rasa malu dan kepatuhannya kepada Allah. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim sangat pemalu dan banyak berpuasa untuk menahan syahwatnya. Maka Allah memuliakannya di hari yang paling agung dengan memberinya pakaian sebelum makhluk lainnya. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan di sisi Allah diraih dengan ketakwaan dan rasa malu kepada-Nya, bukan dengan harta atau keturunan.
Kesimpulan Praktis
- Iman kepada Hari Akhir: Kita wajib meyakini bahwa semua manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan di hadapan Allah untuk dihisab.
- Menjaga Keistiqamahan: Kita harus berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat dan ulama, serta menjauhi segala bentuk bid'ah yang bisa menyeret pada kesesatan.
- Muhasabah Diri: Mari kita introspeksi, apakah amalan kita sudah sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ atau masih tercampur dengan hal-hal baru yang tidak ada contohnya.
- Meneladani Para Nabi: Ambillah pelajaran dari kemuliaan Nabi Ibrahim dan doa Nabi Isa, yaitu selalu tunduk dan berserah diri kepada Allah dalam segala keadaan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.