Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6503 tentang Bab Perkataan Nabi ﷺ: «Aku diutus dan hari kiamat seperti ini»

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ diutus di akhir zaman, dan jarak antara kerasulan beliau dengan hari kiamat sangatlah dekat—diibaratkan seperti dua jari yang saling berdekatan. Ini menjadi peringatan keras bagi kita untuk tidak terlena dengan dunia, karena kiamat bisa datang kapan saja. Maknanya bukanlah bahwa kiamat akan terjadi saat itu juga, melainkan bahwa tidak ada nabi lagi setelah beliau, dan umat Islam adalah umat terakhir.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur’an yang relevan:

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أَمْرُ السَّاعَةِ إِلَّا كَلَمْحِ الْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(QS. An-Nahl [16]: 77)

Terjemahan: “Dan tidaklah urusan hari kiamat itu melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Ayat ini menegaskan betapa cepat dan dekatnya hari kiamat, selaras dengan isyarat Nabi ﷺ dalam hadits.

Hadits yang dimaksud:

Shahih al-Bukhari, no. 6503, dari sahabat Sahl bin Sa’d as-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ هَكَذَا – وَيُشِيرُ بِإِصْبَعَيْهِ فَيَمُدُّ بِهِمَا

“Aku diutus dan hari kiamat seperti ini,” sambil menunjukkan dengan dua jarinya (jari telunjuk dan jari tengah) dan merentangkannya.

Hadits semakna juga diriwayatkan Muslim dalam Shahihnya (no. 2951) dari sahabat Abu Hurairah.

Penjelasan ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (jilid 17, hal. 119) menjelaskan bahwa isyarat dua jari ini menunjukkan sedikitnya jarak antara masa kenabian dan hari kiamat. Beliau berkata, “Ini adalah kiasan tentang kedekatan waktu kiamat. Seolah-olah beliau bersabda: ‘Kedatangan hari kiamat dan masa kenabianku berdekatan, tidak ada nabi di antaranya.’” Begitu pula Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (jilid 13, hal. 292) menegaskan bahwa maksudnya adalah Nabi ﷺ adalah penutup para nabi, dan setelahnya tidak ada nabi lagi hingga kiamat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk dalam Jami’ al-Ulum wa al-Hikam karya Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah (hadits ke-1), yang menjelaskan bahwa tanda dekatnya kiamat adalah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ. Beliau adalah nabi terakhir, dan tidak akan ada nabi lain setelahnya. Kiamat akan terjadi setelah masa yang sangat pendek relatif terhadap sejarah dunia.

Para ulama dari kalangan salaf—seperti Imam al-Hasan al-Bashri dan Qatadah rahimahumallah—sering menafsirkan ayat-ayat tentang kiamat sebagai pengingat akan kedekatan waktu. Al-Hasan al-Bashri pernah berkata, “Sesungguhnya dunia ini akan lenyap, dan akhirat akan datang. Masing-masing memiliki anak. Maka jadilah anak-anak akhirat, dan janganlah kalian menjadi anak-anak dunia.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam az-Zuhd).

Isyarat dua jari (telunjuk dan jari tengah) yang direntangkan menunjukkan jarak yang sangat pendek, hanya berbeda sedikit. Artinya, antara masa hidup Nabi ﷺ dan kiamat hanyalah seperti waktu yang singkat. Ini bukan berarti kiamat terjadi tepat setelah beliau wafat, melainkan bahwa tidak ada nabi atau umat lain setelah umat ini. Seluruh usia umat Islam sangat pendek dibandingkan dengan umat-umat sebelumnya, dan setiap individu tidak tahu kapan ajalnya tiba—yang merupakan “kiamat kecil” baginya.

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam al-Jawab al-Kafi menjelaskan bahwa kedekatan ini harus mendorong hamba untuk bertaubat dan bersiap. Beliau menukil ucapan Abu Hazim (perawi dalam sanad hadits ini) bahwa beliau berkata, “Aku tidak akan mengkhawatirkan hari kiamat jika aku tahu di mana aku akan ditempatkan.” Ini menunjukkan urgensi amal shalih.

Story Telling (Opsional)

Diriwayatkan dari sahabat Sahl bin Sa’d as-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, perawi hadits ini, bahwa pada suatu hari Nabi ﷺ bersabda sambil menunjukkan kedua jarinya dengan jarak yang sangat dekat. Para sahabat pun merenung dan semakin semangat beribadah, karena mereka paham bahwa waktu tinggal di dunia sangatlah pendek.

Kisah lain: Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah (salah seorang ulama salaf dalam daftar) pernah ditanya: “Kapan kiamat?” Beliau menjawab, “Hari ini! Karena engkau tidak tahu apakah engkau akan hidup sampai magrib. Maka jadilah hari ini sebagai hari terakhirmu.” Beliau mengajarkan bahwa setiap hari bisa menjadi “kiamat” pribadi bagi setiap jiwa.

Kesimpulan Praktis

  1. Sadarilah kedekatan ajal dan kiamat. Jangan menunda taubat dan amal shalih.
  2. Perbanyaklah persiapan untuk akhirat dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
  3. Jangan terlena dengan dunia. Rasulullah ﷺ memberi isyarat bahwa waktu kita sangat terbatas.
  4. Perbaharuilah keimanan dengan mengingat bahwa kiamat bisa datang kapan saja, dan tidak ada nabi setelah Muhammad ﷺ.
  5. Gunakan setiap kesempatan untuk berbuat baik, seperti yang diajarkan oleh al-Hasan al-Bashri: “Berbekallah untuk duniamu seolah-olah engkau hidup selamanya, dan berbekallah untuk akhiratmu seolah-olah engkau mati besok.” (Riwayat Ibn Abi Dunya)

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.