Penjelasan Hadits Bukhari No. 6494 tentang Keutamaan menyendiri untuk beribadah dan menghindari kejahatan

Penjelasan Hadits Shahih Al-Bukhari No. 6494

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa manusia terbaik menurut Nabi ﷺ ada dua golongan: (1) orang yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya, dan (2) orang yang menyendiri di lereng gunung untuk beribadah kepada Allah serta tidak mengganggu manusia. Kedua jalan ini sama-sama mulia, dan seorang Muslim hendaknya memilih salah satunya sesuai kemampuan dan keadaan, dengan tetap menjaga ketakwaan dan menjauhi keburukan.

---

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang Relevan

QS. At-Taubah [9]: 20

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

"Dan orang-orang yang beriman serta berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, mereka itu lebih besar derajatnya di sisi Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

QS. Al-Kahfi [18]: 28

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

"Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari dengan mengharap wajah-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena menginginkan perhiasan kehidupan dunia. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lupakan dari mengingat Kami, serta mengikuti hawa nafsunya, dan keadaannya itu melampaui batas."

QS. Al-Hujurat [49]: 13

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti."

Hadits Terkait

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Riqaq (Renungan/Hal-hal yang Melembutkan Hati), dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri رضي الله عنه. Sanadnya melalui Az-Zuhri (Muhammad bin Syihab Az-Zuhri) — seorang tabi'in yang termasuk dalam daftar ulama rujukan — dari Atha' bin Yazid Al-Laitsi, dari Abu Sa'id Al-Khudri.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan dua golongan: mujahid yang berjihad dengan jiwa dan harta, serta orang yang 'uzlah (menyendiri) untuk beribadah dan menahan diri dari mengganggu manusia.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini tidak berarti 'uzlah lebih utama secara mutlak, melainkan menunjukkan bahwa di antara manusia ada yang terbaik melalui jihad, dan ada yang terbaik melalui 'uzlah ketika kondisi tidak memungkinkan untuk berjihad atau ketika fitnah merajalela.

---

Penjelasan Rinci

Makna Hadits

Seorang badui (Arab pedalaman) bertanya kepada Nabi ﷺ: "Siapakah sebaik-baik manusia?" Pertanyaan ini adalah pertanyaan tentang siapa yang paling mulia dan paling utama di sisi Allah.

Nabi ﷺ menjawab dengan menyebutkan dua golongan:

Pertama: "Seorang lelaki yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya."

Ini adalah orang yang mengorbankan diri dan hartanya untuk menegakkan agama Allah, membela kaum Muslimin, dan meninggikan kalimat Allah. Ini adalah derajat yang sangat tinggi, sebagaimana ditegaskan dalam QS. At-Taubah [9]: 20.

Kedua: "Seorang lelaki yang tinggal di lereng gunung (syib'in min asy-syi'ab) untuk beribadah kepada Tuhannya dan menyelamatkan orang-orang dari kejahatannya."

Ini adalah orang yang memilih 'uzlah (menyendiri) — bukan karena benci kepada manusia, tetapi karena ingin fokus beribadah kepada Allah dan tidak menyakiti orang lain. Ia menjauhi manusia bukan untuk memutus hubungan, tetapi untuk menjaga diri dari fitnah dan keburukan.

Pemahaman Ulama

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa keutamaan tidak hanya terbatas pada satu jalan saja. Ada kalanya seseorang lebih utama berjihad, dan ada kalanya seseorang lebih utama menyendiri untuk beribadah — tergantung pada kondisi zaman, kemampuan, dan situasi.

Ibnu Hajar Al-Asqalani menambahkan bahwa 'uzlah yang dimaksud bukanlah memutus semua hubungan sosial, melainkan menjauhi manusia dalam hal keburukan dan fitnah, sementara tetap menjaga hak-hak mereka. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang mana yang lebih utama: bercampur dengan manusia atau menyendiri. Namun, kesimpulannya: jika seseorang mampu bercampur dengan manusia tanpa terpengaruh keburukan mereka dan bisa memberi manfaat, maka bercampur lebih utama. Jika tidak mampu, maka 'uzlah lebih utama.

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa keselamatan agama adalah tujuan utama. Orang yang menyendiri di gunung untuk beribadah adalah orang yang telah menyelamatkan agamanya dari fitnah dan menyelamatkan manusia dari kejahatannya.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa 'uzlah yang syar'i adalah ketika seseorang tidak mampu memperbaiki keadaan dan khawatir agamanya rusak, maka ia menjauh untuk menjaga iman dan ibadahnya.

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama

Para ulama dari daftar rujukan berbeda pendapat tentang mana yang lebih utama:

  • Sebagian ulama (seperti yang dipahami dari zhahir hadits) menyatakan bahwa kedua golongan ini sama-sama mulia, dan masing-masing memiliki keutamaan sesuai konteksnya.
  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Sufyan ats-Tsauri cenderung memilih 'uzlah ketika fitnah merajalela dan iman seseorang terancam.
  • Imam Asy-Syafi'i dan Imam Malik menekankan pentingnya bercampur dengan manusia untuk memberi manfaat dan menyebarkan ilmu, selama seseorang mampu menjaga diri.

Yang paling kuat: Kedua jalan ini sah dan mulia. Seorang Muslim hendaknya memilih sesuai kemampuan, kondisi, dan maslahat. Jika ia mampu berjihad dan bermanfaat bagi umat, maka itu lebih utama. Jika ia lemah dan khawatir terpengaruh keburukan, maka 'uzlah adalah pilihan yang aman.

---

Story Telling

Dikisahkan bahwa Sufyan ats-Tsauri — seorang ulama besar tabi'ut tabi'in — pernah ditanya tentang seseorang yang menyendiri di gunung untuk beribadah. Beliau menjawab bahwa 'uzlah pada zamannya lebih baik karena banyaknya fitnah dan rusaknya keadaan manusia. Namun, beliau juga menegaskan bahwa 'uzlah bukan berarti meninggalkan kewajiban sosial seperti menuntut ilmu dan mengajarkannya.

Fudail bin 'Iyadh — seorang ulama yang dikenal zuhud — pernah berkata: "Sesungguhnya aku tidak melihat keselamatan kecuali dalam 'uzlah." Namun, beliau tetap menerima tamu dan mengajarkan ilmu kepada yang datang, menunjukkan bahwa 'uzlah yang beliau maksud adalah menjaga hati dari keburukan, bukan memutus semua hubungan.

Al-Hasan al-Bashri — seorang tabi'in yang sangat dihormati — ketika ditanya tentang 'uzlah, beliau berkata: "'Uzlah yang paling bermanfaat adalah ketika seseorang menyendiri dengan hatinya, bukan dengan badannya. Ia tetap bersama manusia dalam muamalah, tetapi hatinya bersama Allah."

Hikmahnya: 'Uzlah yang sejati adalah menjaga hati dari keburukan dan fitnah, bukan memutus hubungan sosial yang bermanfaat.

---

Kesimpulan Praktis

  1. Dua jalan kebaikan: Manusia terbaik adalah yang berjihad dengan jiwa dan harta, atau yang menyendiri untuk beribadah dan tidak mengganggu orang lain.
  2. Pilih sesuai kemampuan: Jika mampu berjihad dan bermanfaat bagi umat, lakukanlah. Jika lemah dan khawatir terpengaruh keburukan, maka 'uzlah adalah pilihan yang aman.
  3. 'Uzlah bukan memutus hubungan: Menyendiri yang dimaksud adalah menjaga hati dan agama, bukan memutus silaturahmi atau meninggalkan kewajiban sosial.
  4. Jaga lisan dan perbuatan: Hadits ini mengajarkan bahwa menyelamatkan orang lain dari kejahatan kita adalah bagian dari kebaikan.
  5. Takwa adalah ukuran kemuliaan: Sebagaimana QS. Al-Hujurat [49]: 13, yang paling mulia adalah yang paling bertakwa, baik ia berjihad maupun menyendiri.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?