Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa kunci utama masuk surga adalah menjaga dua anggota tubuh yang paling sering menjerumuskan manusia ke dalam dosa: lidah dan kemaluan. Rasulullah ﷺ memberikan jaminan surga bagi siapa saja yang mampu mengendalikan kedua anggota tubuh ini dari segala bentuk kemaksiatan. Ini menunjukkan betapa besarnya pahala menjaga lisan dari perkataan buruk dan menjaga kemaluan dari perbuatan zina.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."
(QS. Qaf [50]: 18)
Hadits:
Hadits yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab ar-Riqaq (Renungan), Bab Menjaga Lidah, no. 6474. Dari Sahl bin Sa'd as-Sa'idi radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
"Siapa yang dapat menjamin (kesucian) apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (yaitu lidah dan kemaluannya), aku jamin baginya surga."
Penjelasan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa maksud "apa yang di antara dua rahang" adalah lidah, dan "apa yang di antara dua kaki" adalah kemaluan. Beliau menegaskan bahwa kedua anggota tubuh ini adalah sumber utama kebinasaan manusia jika tidak dijaga.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (11/308) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya bahaya lidah dan kemaluan, serta besarnya pahala bagi yang mampu menjaganya. Beliau juga menukil perkataan sebagian ulama bahwa barangsiapa menjaga kedua anggota tubuh ini, maka seluruh anggota tubuh lainnya akan terjaga dengan sendirinya.
- Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya meriwayatkan hadits serupa dari 'Uqbah bin 'Amir yang menekankan pentingnya menjaga lisan sebagai kunci keselamatan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini merupakan salah satu hadits yang sangat penting dalam Islam karena menyebutkan jaminan surga secara langsung dari Rasulullah ﷺ. Syaratnya hanya satu: menjaga dua anggota tubuh yang paling sering menjadi sumber dosa.
1. Makna "Apa yang di antara dua rahang" (lidah)
Lidah adalah anggota tubuh yang paling ringan namun paling besar dampaknya. Dengan lidah, seseorang bisa masuk surga karena mengucapkan kalimat tauhid, berdzikir, berdakwah, dan berkata baik. Namun dengan lidah pula seseorang bisa masuk neraka karena dusta, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), mencela, menghina, sumpah palsu, dan perkataan sia-sia.
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: "Barangsiapa yang tidak menjaga lidahnya, maka ia tidak memahami agamanya." Beliau juga sering menasihati agar manusia lebih banyak diam kecuali untuk kebaikan.
2. Makna "Apa yang di antara dua kaki" (kemaluan)
Kemaluan adalah sumber syahwat yang paling kuat. Menjaganya berarti menjauhkan diri dari zina, perbuatan keji, dan segala yang diharamkan Allah. Ini mencakup menjaga pandangan, menjaga pergaulan, dan menikah jika mampu.
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa kedua anggota tubuh ini adalah dua sumber utama fitnah dan dosa. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa kebanyakan dosa manusia berawal dari lidah dan kemaluan.
3. Mengapa hanya dua ini?
Karena jika seseorang mampu mengendalikan lidah dan kemaluannya, maka ia akan mudah mengendalikan anggota tubuh lainnya. Sebaliknya, jika kedua anggota tubuh ini tidak terkendali, maka dosa-dosa besar seperti zina, fitnah, dan permusuhan akan mudah terjadi.
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata: "Tidak ada sesuatu pun yang lebih membutuhkan penjagaan yang lama selain lidah." Beliau juga menekankan bahwa seorang mukmin harus selalu waspada terhadap ucapannya.
Story Telling
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabat:
"Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya dan apa yang ada di antara kedua kakinya, maka aku jamin untuknya surga."
Maka para sahabat pun sangat bersemangat untuk mengamalkannya. Mereka sadar bahwa surga bukanlah sesuatu yang murah, namun syaratnya jelas dan mudah diingat.
Kisah dari 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Wahai Rasulullah, apa yang paling banyak memasukkan manusia ke surga?" Beliau menjawab: "Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia." Lalu ditanya: "Apa yang paling banyak memasukkan manusia ke neraka?" Beliau menjawab: "Mulut dan kemaluan." (HR. At-Tirmidzi, no. 2004, hasan)
Dari sini kita memahami bahwa kunci keselamatan ada pada dua anggota tubuh ini. Para salafus shalih sangat berhati-hati dalam berbicara. Muhammad bin Sirin rahimahullah dikenal sangat jarang berbicara kecuali yang bermanfaat. Atha' bin Abi Rabah rahimahullah berkata: "Sesungguhnya orang-orang sebelum kami membenci banyak bicara, dan mereka menganggap diam sebagai ibadah."
Kesimpulan Praktis
- Jaga lidah dari segala perkataan yang tidak bermanfaat, apalagi yang berdosa. Biasakan berkata baik atau diam.
- Jaga kemaluan dari perbuatan zina dan segala yang mendekatinya. Jaga pandangan, jaga pergaulan, dan segera menikah jika mampu.
- Sadari bahwa surga adalah tujuan utama, dan syaratnya jelas: kendalikan dua sumber dosa terbesar.
- Latih diri untuk selalu muhasabah (introspeksi) setiap hari: sudahkah aku menjaga lidah dan kemaluanku hari ini?
- Perbanyak doa agar Allah memudahkan kita menjaga kedua anggota tubuh ini.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.