Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan keutamaan besar bagi tujuh puluh ribu orang dari umat Nabi ﷺ yang masuk surga tanpa dihisab. Ciri mereka ada tiga: tidak meminta diruqyah, tidak percaya pada thiyarah (pertanda buruk), dan sepenuhnya bertawakkal kepada Allah. Inti hadits ini adalah tauhid yang murni dan hati yang bersandar hanya kepada Allah, bukan kepada sebab-sebab lahiriah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Riqaq, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Teks hadits:
يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ، هُمُ الَّذِينَ لَا يَسْتَرْقُونَ، وَلَا يَتَطَيَّرُونَ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Terjemahan: "Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab, mereka adalah orang-orang yang tidak minta ruqyah, tidak melihat pertanda buruk dalam sesuatu, dan kepada Tuhan mereka bertawakkal."
Ayat yang menjadi judul bab Imam Al-Bukhari:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
QS. Ath-Thalaq [65]: 3
Terjemahan: "Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya."
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan tauhid yang sempurna. Tiga sifat yang disebutkan bukanlah syarat yang terpisah-pisah, melainkan satu kesatuan: sempurnanya tawakkal kepada Allah yang melahirkan sikap tidak bergantung pada cara-cara yang syubhat (meragukan) dan tidak terpengaruh oleh khurafat.
Tiga ciri yang disebutkan:
- لَا يَسْتَرْقُونَ (tidak meminta diruqyah): Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah tidak meminta orang lain meruqyah dirinya. Ini bukan berarti ruqyah itu haram, karena Nabi ﷺ sendiri pernah diruqyah dan membolehkan ruqyah selama tidak mengandung syirik. Yang dipuji di sini adalah meninggalkan permintaan ruqyah karena kesempurnaan tawakkal dan keyakinan bahwa kesembuhan mutlak dari Allah.
- لَا يَتَطَيَّرُونَ (tidak ber-thiyarah): Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa thiyarah adalah merasa sial karena melihat atau mendengar sesuatu, seperti suara burung, arah angin, atau kejadian tertentu. Ini termasuk syirik kecil karena menggantungkan hati pada selain Allah. Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu terjadi hanya dengan takdir Allah.
- وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (kepada Tuhan mereka bertawakkal): Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa tawakkal adalah menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah dalam mendatangkan manfaat dan menolak mudharat, disertai usaha yang halal. Tawakkal bukan berarti meninggalkan usaha, tetapi hati tidak bergantung pada usaha itu.
Kaitan antara ketiga sifat:
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ketiga sifat ini saling berkaitan: orang yang sempurna tawakkalnya tidak akan meminta ruqyah (karena cukup dengan Allah), tidak akan percaya thiyarah (karena semua dalam takdir Allah), dan hatinya tenang hanya kepada Allah. Inilah puncak tauhid.
Perbedaan pendapat ulama:
Sebagian ulama menjelaskan bahwa angka tujuh puluh ribu bukanlah batas jumlah, tetapi menunjukkan banyaknya. Namun Ibnu Hajar menegaskan bahwa angka tersebut disebutkan secara eksplisit dalam hadits shahih, sehingga kita menerimanya sebagai bilangan yang sebenarnya, dan Allah mengetahui hakikatnya. Ada juga hadits lain yang menyebutkan tambahan "tiga genggam dari Allah" (seperti dalam riwayat lain), tetapi hadits Bukhari ini menyebutkan angka tersebut secara jelas.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Husain bin Abdurrahman berkata: "Aku sedang duduk di sisi Said bin Jubeir, lalu ia menyampaikan hadits ini dari Ibnu Abbas." Said bin Jubeir adalah salah satu tabi'in terkemuka, murid Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Ia dikenal sebagai ahli tafsir yang mendalam ilmunya. Dalam majelis itu, hadits ini disampaikan dengan penuh perhatian, menunjukkan betapa para tabi'in sangat menjaga riwayat dari sahabat Nabi ﷺ.
Ibnu Abbas sendiri adalah sahabat yang didoakan Nabi ﷺ agar Allah memberinya pemahaman dalam agama dan takwil Al-Qur'an. Beliau menyampaikan hadits ini sebagai kabar gembira bagi umat yang benar-benar bertawakkal kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Perkuat tawakkal kepada Allah dalam setiap urusan, baik urusan dunia maupun akhirat, dengan tetap berusaha secara halal.
- Hindari meminta ruqyah kecuali dalam keadaan darurat, dan jangan menjadikannya kebiasaan yang mengurangi kesempurnaan tawakkal.
- Jauhi thiyarah dan segala bentuk kepercayaan pada pertanda buruk, karena itu termasuk syirik kecil yang merusak tauhid.
- Isi hati dengan keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi dengan takdir Allah, dan hanya Allah yang memberi manfaat dan mudharat.
- Berdoalah kepada Allah agar termasuk dalam golongan yang masuk surga tanpa hisab.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.