Penjelasan Hadits Bukhari No. 6470 tentang Keutamaan kesabaran sebagai pemberian terbaik dari Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah pelajaran agung tentang keutamaan kesabaran dan sikap qana'ah (merasa cukup). Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa tidak ada pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran. Ini berarti, meskipun kita tidak diberi harta yang banyak, Allah akan memberikan kekuatan hati yang luar biasa melalui kesabaran, yang nilainya jauh lebih berharga daripada seluruh dunia beserta isinya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Riqaq (Hadits 6470), dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1053) dari jalur lain.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."

(QS. Az-Zumar [39]: 10)

Penjelasan Ulama:

  • Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan pahala orang yang bersabar tidak terbatas dan tidak bisa dihitung, karena kesabaran adalah amalan yang agung dan berat, sehingga balasannya pun diberikan tanpa perhitungan.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya berkata bahwa kesabaran adalah menahan diri dari keluh kesah, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan hati dari marah terhadap takdir Allah. Pahala orang yang bersabar tidak terbatas karena kesabaran adalah akhlak para nabi dan orang-orang shiddiq.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki konteks yang sangat indah. Sekelompok orang Anshar datang meminta kepada Rasulullah ﷺ, dan beliau memberikan kepada setiap orang yang meminta hingga habis semua yang ada di tangan beliau. Ketika harta sudah habis, beliau tidak berkata "saya tidak punya" dengan nada kesal, tetapi beliau justru memberikan nasihat yang lebih berharga daripada harta, yaitu nasihat tentang kesabaran.

Makna Sabar dalam Hadits Ini:

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya 'Uddatush Shabirin menjelaskan bahwa sabar ada tiga macam:

  1. Sabar dalam ketaatan - yaitu bersabar menjalankan perintah Allah meskipun berat.
  2. Sabar dari kemaksiatan - yaitu menahan diri dari perbuatan dosa.
  3. Sabar terhadap takdir Allah - yaitu menerima ketentuan Allah yang pahit dengan hati yang ridha.

Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ menyebutkan tiga sifat yang saling berkaitan:

  • مَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ - Barangsiapa menahan diri dari meminta-minta, Allah akan menjaganya dari kehinaan.
  • وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ - Barangsiapa berusaha bersabar, Allah akan memberinya kesabaran.
  • وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ - Barangsiapa merasa cukup, Allah akan mencukupkannya.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar kesabaran. Beliau berkata: "Makna 'tidak ada pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran' adalah bahwa kesabaran adalah sebaik-baik pemberian yang Allah berikan kepada hamba-Nya, karena dengan kesabaran seseorang akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat."

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa kesabaran itu seperti otot; semakin dilatih semakin kuat. Ketika seseorang berusaha bersabar, Allah akan menolongnya dan memberinya kekuatan kesabaran yang lebih besar lagi.

Hikmah dari Kisah dalam Hadits:

Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan teori, tetapi beliau mempraktikkan kedermawanan terlebih dahulu. Beliau memberikan semua yang beliau miliki, kemudian memberikan nasihat yang lebih berharga. Ini menunjukkan bahwa seorang pendidik harus memberi teladan sebelum memberi nasihat.

Story Telling

Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal (dalam Az-Zuhd), bahwa Fudhail bin 'Iyadh - seorang ulama besar tabi'ut tabi'in - pernah berkata:

"Manusia itu selalu dalam keadaan resah dan gelisah. Tidak ada yang bisa menenangkan mereka kecuali kesabaran. Maka barangsiapa yang bersabar, ia akan tenang. Dan barangsiapa yang tidak bersabar, ia akan semakin gelisah."

Beliau juga pernah berkata: "Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang sabar, dan Allah menguji hamba-Nya yang dicintai-Nya dengan berbagai cobaan agar ia semakin bersabar dan semakin dekat kepada-Nya."

Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memahami makna kesabaran. Mereka menjadikan kesabaran sebagai senjata utama dalam menghadapi ujian hidup, dan mereka mengajarkannya kepada umat sebagaimana Rasulullah ﷺ mengajarkannya kepada para sahabat.

Kesimpulan Praktis

  1. Jadikan kesabaran sebagai modal utama dalam menghadapi segala ujian hidup, baik ujian kekurangan harta, sakit, maupun ujian lainnya.
  2. Jangan mudah meminta-minta kepada manusia; berusahalah mandiri dan tawakkal kepada Allah.
  3. Latih diri untuk merasa cukup dengan apa yang Allah berikan, karena kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.
  4. Ketika memberi nasihat, dahulukan teladan sebagaimana Rasulullah ﷺ memberi contoh kedermawanan sebelum memberi nasihat.
  5. Yakinlah bahwa pahala kesabaran tidak terbatas, sebagaimana firman Allah dalam QS. Az-Zumar: 10.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?