Penjelasan Hadits Bukhari No. 6461 tentang Amal yang paling dicintai Allah adalah yang konsisten

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya adalah amalan yang dilakukan secara konsisten (dawam), meskipun sedikit. Ini menunjukkan bahwa istiqamah dalam beribadah lebih utama daripada semangat yang meledak-ledak tetapi tidak berkelanjutan. Selain itu, hadits ini juga mengabarkan kebiasaan Nabi ﷺ untuk bangun malam pada sepertiga akhir, yaitu ketika mendengar suara ayam berkokok.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

QS. Ali Imran [3]: 200

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah, kuatkanlah kesabaranmu, berjaga-jagalah (dalam beribadah), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."

Ayat ini memerintahkan kesabaran yang berkelanjutan dan konsisten dalam ketaatan, yang sejalan dengan makna hadits tentang amalan yang terus-menerus.

Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 6461) dari Masruq, dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Imam al-Bukhari menempatkannya dalam Kitab ar-Riqaq (Bab: Tujuan dan Konsistensi dalam Beramal).

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan amalan yang langgeng (dawam) meskipun sedikit, karena sedikit yang langgeng lebih baik daripada banyak yang terputus. Beliau juga menukil dari para ulama salaf bahwa mereka lebih menyukai amalan yang sedikit tetapi terus-menerus daripada amalan yang banyak tetapi tidak berkelanjutan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memberikan dua pelajaran besar:

Pertama: Keutamaan Amalan yang Konsisten (Dawam)

Aisyah radhiyallahu 'anha menjawab bahwa amalan yang paling dicintai Nabi ﷺ adalah ad-daa'im (yang terus-menerus). Ini menunjukkan bahwa konsistensi dalam beramal adalah tolok ukur kecintaan di sisi Allah dan Rasul-Nya. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa amalan yang sedikit tetapi langgeng lebih utama karena beberapa alasan:

  • Amalan yang langgeng menunjukkan kecintaan yang mendalam kepada Allah, karena seorang hamba terus-menerus beribadah tanpa bosan.
  • Amalan yang sedikit tetapi terus-menerus lebih mudah dijaga dan tidak memberatkan jiwa, sehingga lebih mungkin untuk istiqamah.
  • Amalan yang langgeng akan menjadi saksi bagi pelakunya di akhirat, karena ia tidak pernah meninggalkan ketaatan.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Madarij as-Salikin menegaskan bahwa istiqamah adalah inti dari perjalanan menuju Allah. Beliau berkata, "Amalan yang paling utama adalah yang paling langgeng, meskipun sedikit. Karena sedikit yang langgeng lebih baik daripada banyak yang terputus."

Kedua: Waktu Bangun Malam Nabi ﷺ

Masruq bertanya lebih lanjut tentang waktu bangun Nabi ﷺ. Aisyah menjawab, "Beliau bangun ketika mendengar suara ash-sharikh." Ash-sharikh adalah suara ayam jantan yang berkokok di waktu sahur (sepertiga malam terakhir). Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membiasakan diri untuk bangun pada waktu yang paling utama, yaitu sepertiga malam terakhir, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman, "Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, Aku beri; siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Imam al-Bukhari rahimahullah menempatkan hadits ini dalam bab "Tujuan dan Konsistensi dalam Beramal" untuk menekankan bahwa ibadah malam pun harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya sesekali.

Story Telling

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan beramal yang terus-menerus. Jika beliau mengerjakan suatu amalan, beliau akan melanggengkannya. Beliau juga bersabda: 'Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling langgeng, meskipun sedikit.'" (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kisah ini mengajarkan kita bahwa istiqamah adalah kunci keberhasilan dalam beribadah. Sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah, "Istiqamah lebih utama daripada seribu karamah (keajaiban)." Artinya, konsistensi dalam ketaatan adalah bukti keimanan yang sejati.

Kesimpulan Praktis

  1. Utamakan konsistensi dalam setiap amalan, baik ibadah wajib maupun sunnah. Jangan mudah bosan atau putus asa.
  2. Mulailah dengan amalan yang ringan tetapi rutin, seperti membaca Al-Qur'an setiap hari meskipun hanya satu ayat, atau shalat sunnah rawatib setiap hari.
  3. Jaga waktu ibadah malam (qiyamul lail) secara teratur, terutama pada sepertiga malam terakhir, karena waktu itu adalah saat mustajabnya doa.
  4. Jangan meremehkan amalan kecil yang dilakukan terus-menerus, karena bisa menjadi penyebab masuk surga.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?