Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6420 tentang Umur panjang membuat cinta dunia dan harapan berlebihan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang tabiat dasar manusia yang tidak pernah berubah seiring bertambahnya usia: cinta kepada dunia dan panjang angan-angan (harapan hidup yang panjang). Meskipun tubuh telah tua dan melemah, hati manusia tetap "muda" dalam dua perkara ini. Ini adalah peringatan dari Nabi ﷺ agar kita tidak terlena oleh usia yang bertambah, karena justru semakin tua seharusnya semakin sadar akan kematian dan bekal akhirat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا أَبُو صَفْوَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "لاَ يَزَالُ قَلْبُ الْكَبِيرِ شَابًّا فِي اثْنَتَيْنِ فِي حُبِّ الدُّنْيَا، وَطُولِ الأَمَلِ"

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Hati orang tua tetap muda dalam dua hal: cinta kepada dunia dan panjang angan-angan (harapan).'"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1046) dari jalur lain.

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Hadid [57]: 20

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ

"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu, dan berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan..."

Kaitan dengan ulama: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan makna hadits ini secara panjang lebar, dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga memberikan penjelasan penting tentang hadits ini.

Penjelasan Rinci

Makna "Hati orang tua tetap muda":

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "hati orang tua tetap muda" bukanlah hati secara fisik, melainkan kecenderungan dan keinginannya. Artinya, meskipun seseorang telah lanjut usia, kecintaannya kepada dunia dan panjang angan-angan tidak pernah berkurang. Ini adalah fitrah yang Allah tetapkan pada diri manusia sebagai ujian.

Dua perkara yang dimaksud:

  1. Cinta kepada dunia (حُبُّ الدُّنْيَا) - Kecintaan yang berlebihan kepada dunia, baik harta, kedudukan, kesehatan, maupun kenikmatan duniawi lainnya. Semakin tua, justru kadang semakin kuat keinginannya untuk menikmati dunia atau khawatir kehilangan apa yang dimiliki.
  2. Panjang angan-angan (طُولُ الأَمَلِ) - Harapan hidup yang panjang, selalu merasa masih akan hidup lama, sehingga menunda taubat dan amal shalih. Seseorang yang panjang angan-angan selalu berkata "nanti saja", "masih muda", "masih ada waktu".

Penjelasan Ibnu Hajar al-Asqalani:

Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa kuatnya kecenderungan manusia kepada dunia. Beliau menukil perkataan sebagian ulama bahwa makna "hati orang tua tetap muda" adalah bahwa hati orang tua tetap bersemangat dalam mencintai dunia, tidak seperti tubuhnya yang sudah lemah. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang memberi peringatan agar manusia tidak tertipu.

Penjelasan Imam Al-Qurthubi (dalam konteks yang sama):

Meskipun Al-Qurthubi tidak termasuk dalam daftar rujukan kita, penjelasan yang senada juga diberikan oleh para ulama dalam daftar. Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa panjang angan-angan adalah pangkal dari segala kelalaian, karena seseorang yang merasa masih panjang umur akan menunda taubat dan amal shalih.

Hikmah dari hadits ini:

  1. Peringatan agar tidak tertipu usia - Banyak orang merasa masih muda padahal usianya sudah lanjut. Ini adalah tipuan yang harus diwaspadai.
  2. Dorongan untuk segera bertaubat - Karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput, maka jangan menunda taubat dan amal shalih.
  3. Kritik terhadap cinta dunia yang berlebihan - Cinta dunia yang tercela adalah yang melalaikan dari akhirat, bukan sekadar memiliki dunia.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ menasihati seorang sahabat yang masih muda, beliau bersabda: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu." (HR. Al-Hakim, dan diriwayatkan juga oleh Imam At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas secara mauquf).

Imam Al-Hasan Al-Bashri - seorang ulama tabi'in yang terkenal zuhud - sering menangis ketika mengingat kematian. Beliau berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan pernah bisa menggapai hakikat iman sampai kalian tidak peduli siapa yang makan dunia ini, selama kalian yang memakan akhirat."

Beliau juga berkata: "Anak Adam itu aneh. Tubuhnya sakit karena sedikit makanan, tetapi hatinya tidak pernah puas dengan dunia yang banyak."

Kesimpulan Praktis

  1. Sadari bahwa usia bertambah bukan berarti keinginan dunia berkurang - Justru kita harus semakin waspada terhadap tipuan dunia.
  2. Perbanyak mengingat kematian - Karena mengingat kematian akan memotong panjang angan-angan dan menguatkan semangat beramal.
  3. Segera bertaubat dan beramal shalih - Jangan menunda-nunda kebaikan dengan alasan "masih ada waktu".
  4. Seimbangkan antara dunia dan akhirat - Boleh menikmati dunia, tetapi jangan sampai melalaikan kewajiban dan bekal akhirat.
  5. Perbanyak doa agar dijauhkan dari cinta dunia yang berlebihan - Seperti doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Allahumma inni as-alukal huda wat tuqa wal 'afafa wal ghina" (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, keterjagaan diri, dan kecukupan).

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.