Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6412 tentang Kesehatan dan waktu luang sering dilupakan manusia

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengingatkan kita bahwa kesehatan dan waktu luang adalah dua nikmat besar yang sering disia-siakan manusia. Banyak orang baru menyadari nilainya setelah kehilangan keduanya. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan kesehatan dan waktu luang untuk beribadah dan melakukan kebaikan sebelum datangnya sakit dan kesibukan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Artinya: "Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu (merugi) padanya: kesehatan dan waktu luang."

(HR. Al-Bukhari, no. 6412, Kitab ar-Riqaq, Bab Ma Yuqalu 'an ar-Riqaq)

Penjelasan Ulama tentang Hadits Ini:

  1. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam kitab Fath al-Bari (11/235) menjelaskan: "Yang dimaksud dengan maghbun adalah orang yang tertipu karena tidak memanfaatkan kedua nikmat ini dengan baik. Sehingga ia menjadi rugi karena kehilangan pahala yang seharusnya ia dapatkan."
  2. Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim (15/92) mengatakan: "Hadits ini menunjukkan bahwa kesehatan dan waktu luang adalah modal utama bagi seorang hamba untuk beramal shalih. Jika ia lalai, maka ia termasuk orang yang merugi."
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin (3/38) menjelaskan: "Banyak orang memiliki kesehatan tetapi tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunia. Atau memiliki waktu luang tetapi tidak memiliki kesehatan. Maka jika keduanya terkumpul pada seseorang, hendaknya ia segera memanfaatkannya untuk taat kepada Allah."

Penjelasan Rinci

Makna Hadits Secara Umum

Hadits ini mengandung peringatan keras dari Nabi ﷺ tentang dua nikmat yang sering dilupakan manusia:

Pertama: Nikmat Kesehatan (الصحة)

Kesehatan adalah nikmat yang paling berharga setelah iman. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah (w. 751 H) dalam Zad al-Ma'ad (4/199) mengatakan: "Kesehatan adalah mahkota di kepala orang-orang sehat yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang sakit." Orang yang sehat sering lupa bersyukur dan menganggap remeh nikmat ini. Padahal, dengan kesehatan ia bisa shalat, puasa, haji, berdzikir, dan beramal shalih lainnya.

Kedua: Nikmat Waktu Luang (الفراغ)

Waktu luang adalah kesempatan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk beribadah. Imam Ibn Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (1/456) menjelaskan: "Waktu luang adalah waktu di mana seseorang tidak disibukkan oleh urusan dunia. Jika ia tidak memanfaatkannya untuk ketaatan, maka setan akan mengisinya dengan kemaksiatan."

Makna "Maghbun" (مَغْبُونٌ)

Kata maghbun berasal dari al-ghabn yang berarti kerugian dalam jual beli. Imam Ibn Hajar menjelaskan bahwa orang yang tidak memanfaatkan kedua nikmat ini seperti pedagang yang rugi karena menjual barang berharga dengan harga murah. Ia menukar nikmat besar dengan sesuatu yang hina.

Kaitan dengan Ayat Al-Qur'an

Allah berfirman dalam QS. Al-'Ashr [103]: 1-3:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

Artinya: "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran."

Imam Ibn Katsir (w. 774 H) dalam tafsirnya (8/497) menjelaskan bahwa ayat ini berkaitan erat dengan hadits di atas. Waktu adalah modal yang akan dihisab di akhirat. Jika tidak digunakan untuk iman dan amal shalih, maka ia termasuk orang yang merugi.

Peringatan Ulama Salaf

  1. Al-Hasan al-Bashri (w. 110 H) berkata: "Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari-hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu telah pergi." (Diriwayatkan oleh Ibn Abi ad-Dunya dalam al-'Umr wa al-Qasr)
  2. Sufyan ats-Tsauri (w. 161 H) berkata: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat bagi setan daripada seorang mukmin yang menggunakan waktu luangnya untuk beribadah." (Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam Hilyah al-Auliya)
  3. Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari menambahkan: "Kesehatan dan waktu luang adalah dua nikmat yang sering membuat manusia lalai. Karena itu, Nabi ﷺ mengingatkan agar kita tidak termasuk orang yang merugi."

Story Telling

Kisah Umar bin Khattab dan Waktu

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu sangat perhatian terhadap waktu. Beliau pernah berkata: "Aku benci melihat seseorang yang sia-sia waktunya, tidak bekerja untuk dunia dan tidak bekerja untuk akhirat." (Diriwayatkan oleh Ibn Abi ad-Dunya)

Suatu hari, Umar melihat sekelompok orang duduk-duduk di masjid setelah shalat. Beliau bertanya: "Siapa kalian?" Mereka menjawab: "Kami adalah orang-orang yang bertawakal kepada Allah." Umar berkata: "Bukan begitu! Sesungguhnya orang yang bertawakal adalah yang menanam benih di ladang, lalu bertawakal kepada Allah." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)

Kisah ini mengajarkan bahwa waktu luang harus diisi dengan aktivitas produktif, baik untuk dunia maupun akhirat. Jangan sampai kita tertipu oleh nikmat waktu luang sehingga lalai dari kewajiban.

Kesimpulan Praktis

  1. Sadari nilai kesehatan – Gunakan tubuh yang sehat untuk beribadah dan beramal shalih sebelum datang sakit.
  2. Manfaatkan waktu luang – Isi waktu senggang dengan hal-hal bermanfaat seperti membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu, atau membantu sesama.
  3. Jangan menunda kebaikan – Karena waktu terus berjalan dan tidak bisa diulang.
  4. Bersyukur dengan lisan dan perbuatan – Ucapkan alhamdulillah dan gunakan nikmat untuk ketaatan.
  5. Evaluasi diri setiap hari – Tanyakan pada diri sendiri: "Apa yang sudah aku lakukan hari ini untuk bekal akhiratku?"

Semoga Allah memberi kita taufik untuk memanfaatkan kesehatan dan waktu luang dengan sebaik-baiknya, serta menjauhkan kita dari kelalaian dan kerugian. Aamiin.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.