Penjelasan Hadits Bukhari No. 6409 tentang Keutamaan kalimat la haul wala quwwata illa billah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita dua hal utama: pertama, adab berdzikir dengan suara tidak berlebihan karena Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat, tidak seperti berhala yang tuli dan tidak ada. Kedua, Nabi ﷺ mengajarkan kalimat "لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ" (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah) sebagai salah satu harta karun surga, karena kalimat ini mengandung pengakuan kelemahan diri dan penyerahan total kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ad-Da'awat, Bab "Mengucapkan Tidak Ada Daya dan Kekuatan Kecuali Dengan Allah", nomor 6409, dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu.

Terkait makna kalimat ini, Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

QS. Al-Kahfi [18]: 39

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

"Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan 'Ma sya Allah, la quwwata illa billah' (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah)?"

Ayat ini menunjukkan bahwa kalimat "la haula wa la quwwata illa billah" adalah pengakuan bahwa segala daya dan kekuatan hanyalah milik Allah, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Adab Berdzikir dan Berdoa

Dalam hadits ini, ketika seorang sahabat mengangkat suaranya dengan tahlil dan takbir, Nabi ﷺ mengingatkan bahwa Allah tidak tuli dan tidak gaib. Beliau bersabda: "Sesungguhnya kalian tidak menyeru yang tuli dan tidak ada." Ini menunjukkan bahwa dzikir dan doa sebaiknya dilakukan dengan suara yang tidak berlebihan, karena Allah Maha Mendengar segala sesuatu, bahkan yang lebih halus dari bisikan.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa disunnahkan merendahkan suara dalam dzikir kecuali jika ada kebutuhan seperti mengajarkan orang lain. Ini adalah adab yang diajarkan Nabi ﷺ agar kita selalu merasa berada di hadapan Allah.

2. Keutamaan Kalimat "La Haula Wala Quwwata Illa Billah"

Nabi ﷺ menyebut kalimat ini sebagai "kanzun min kunuzil jannah" (harta karun dari harta karun surga). Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shayyib menjelaskan bahwa kalimat ini adalah kunci untuk bersabar dalam menghadapi hal-hal yang tidak disukai dan bersyukur atas nikmat, karena seorang hamba menyadari bahwa dirinya tidak memiliki daya untuk berbuat baik maupun menghindari keburukan kecuali dengan pertolongan Allah.

3. Makna Kalimat Ini

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa makna "la haula" adalah tidak ada daya untuk berbuat kebaikan, dan "la quwwata" adalah tidak ada kekuatan untuk menjauhi kemaksiatan, kecuali dengan kehendak dan pertolongan Allah. Ini adalah pengakuan kelemahan hamba dan penyandaran segala urusan kepada Allah.

4. Kapan Diucapkan?

Para ulama menganjurkan mengucapkan kalimat ini ketika:

  • Mendengar adzan (sebagai jawaban)
  • Ketika keluar dari rumah
  • Ketika menghadapi kesulitan
  • Ketika bangun dari tidur
  • Dan dalam berbagai keadaan lainnya

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kalimat ini adalah obat bagi kegelisahan dan penolong dalam menghadapi urusan yang berat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang memiliki suara yang sangat merdu dalam membaca Al-Qur'an. Suatu ketika, Nabi ﷺ mendengarnya membaca Al-Qur'an di malam hari dan berhenti untuk mendengarkannya. Ini menunjukkan kedekatan Abu Musa dengan Al-Qur'an dan dzikir.

Dalam hadits yang kita bahas ini, Nabi ﷺ secara khusus memanggil Abu Musa dan mengajarkan kalimat yang sangat agung ini. Ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, mengajarkan kalimat yang ringan di lisan namun berat di timbangan amal.

Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menceritakan bahwa para salaf sangat menjaga kalimat ini dalam keseharian mereka, karena mereka memahami bahwa segala sesuatu terjadi dengan takdir dan kehendak Allah. Mereka merasa butuh kepada Allah dalam setiap hembusan nafas.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan mengucapkan "لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ" dalam berbagai keadaan, terutama saat menghadapi kesulitan atau merasa tidak mampu melakukan sesuatu.
  2. Jaga adab berdzikir dengan tidak berlebihan dalam mengeraskan suara, karena Allah Maha Mendengar.
  3. Rasakan makna kalimat ini dalam hati: bahwa kita tidak memiliki daya dan kekuatan apa pun kecuali dengan pertolongan Allah. Ini akan menumbuhkan rasa tawadhu dan ketergantungan kepada Allah.
  4. Ajarkan kalimat ini kepada keluarga dan orang lain, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya kepada Abu Musa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?