Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita akhlak mulia Nabi ﷺ dalam berdoa. Ketika diminta untuk mendoakan keburukan (kecelakaan) bagi suku Daus yang menolak Islam, beliau justru mendoakan kebaikan, yaitu agar mereka diberi petunjuk dan dibawa kepada Islam. Ini menunjukkan bahwa mendoakan kebaikan dan memohonkan hidayah bagi orang yang masih menolak kebenaran adalah akhlak para nabi dan merupakan sebab masuknya mereka ke dalam Islam.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Doa, Bab Doa Untuk Orang-orang Musyrik, no. 6397, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks Arab hadits (sesuai yang Anda cantumkan) adalah:
حَدَّثَنَا عَلِيٌّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَدِمَ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ دَوْسًا قَدْ عَصَتْ وَأَبَتْ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا. فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّهُ يَدْعُو عَلَيْهِمْ، فَقَالَ "اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَأْتِ بِهِمْ".
Makna ringkas: Suku Daus menolak Islam, lalu at-Tufail bin 'Amr meminta Nabi ﷺ mendoakan keburukan atas mereka. Namun Nabi ﷺ berdoa, "Ya Allah, berilah petunjuk kepada suku Daus dan datangkanlah mereka (kepada Islam)."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Sahabat, Bab Keutamaan Suku Daus, no. 2524, dari jalur lain.
Kaitan dengan ulama: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (Kitab Doa, no. 6397) menjelaskan bahwa doa Nabi ﷺ ini adalah bentuk kasih sayang dan akhlak mulia beliau, serta menunjukkan bahwa mendoakan hidayah lebih utama daripada mendoakan kebinasaan bagi orang kafir yang masih berpeluang masuk Islam.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung pelajaran yang sangat agung. Mari kita bedah beberapa poin penting:
1. Konteks Suku Daus
Suku Daus adalah kabilah Arab yang tinggal di Yaman. Di antara mereka ada at-Tufail bin 'Amr ad-Dausi, seorang pemuka kabilah yang masuk Islam setelah bertemu Nabi ﷺ di Mekkah. Setelah masuk Islam, ia kembali ke kaumnya untuk berdakwah, namun kaumnya menolak dan menentang. Lalu ia datang kembali kepada Nabi ﷺ dan meminta beliau mendoakan keburukan atas mereka.
2. Akhlak Nabi ﷺ dalam Berdoa
Nabi ﷺ tidak mengabulkan permintaan tersebut dengan doa kebinasaan. Beliau justru berdoa, "Ya Allah, berilah petunjuk kepada suku Daus dan datangkanlah mereka (kepada Islam)." Ini menunjukkan bahwa doa kebaikan dan hidayah lebih utama daripada doa keburukan, selama masih ada harapan mereka menerima kebenaran.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (16/91) menjelaskan bahwa doa Nabi ﷺ ini adalah bentuk kasih sayang beliau kepada umatnya, dan bahwa mendoakan hidayah bagi orang kafir adalah perkara yang dianjurkan, karena bisa menjadi sebab keislaman mereka.
3. Pelajaran dari Sahabat at-Tufail bin 'Amr
At-Tufail bin 'Amr adalah contoh sahabat yang sangat cinta kepada kaumnya. Ia tidak ingin mereka binasa, tetapi ia ingin mereka mendapat kebaikan. Ketika Nabi ﷺ mendoakan hidayah untuk mereka, at-Tufail pun kembali kepada kaumnya dan terus berdakwah. Akhirnya, banyak dari suku Daus yang masuk Islam. Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa setelah doa Nabi ﷺ tersebut, Allah memberikan hidayah kepada suku Daus sehingga mereka berbondong-bondong masuk Islam.
4. Bolehkah Mendoakan Keburukan bagi Orang Kafir?
Para ulama menjelaskan bahwa mendoakan keburukan bagi orang kafir yang memerangi Islam dan kaum muslimin adalah boleh, sebagaimana doa Nabi ﷺ terhadap orang-orang musyrik yang menyakiti beliau. Namun, mendoakan hidayah lebih utama jika ada harapan mereka menerima kebenaran. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (11/130) menjelaskan bahwa doa Nabi ﷺ ini menunjukkan keutamaan mendoakan hidayah bagi orang yang masih bisa diharapkan keislamannya.
5. Hikmah Doa Nabi ﷺ
Doa Nabi ﷺ ini menunjukkan bahwa dakwah tidak boleh putus asa. Meskipun suku Daus menolak, Nabi ﷺ tetap berharap mereka mendapat hidayah. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk tidak mudah berputus asa dalam berdakwah dan mendoakan kebaikan bagi orang lain, bahkan bagi mereka yang menolak kebenaran.
Story Telling
Ada kisah yang sangat indah tentang at-Tufail bin 'Amr. Ketika ia kembali ke kaumnya setelah doa Nabi ﷺ, ia berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, aku telah datang kepada kalian dari sisi Rasulullah ﷺ. Beliau telah mendoakan kebaikan untuk kalian. Maka masuklah kalian ke dalam Islam."
At-Tufail terus berdakwah dengan sabar. Ia tidak memaksa, tetapi ia terus mengajak dengan hikmah. Akhirnya, berkat doa Nabi ﷺ dan kesabaran at-Tufail, banyak dari suku Daus yang masuk Islam. Bahkan, dalam riwayat disebutkan bahwa setelah itu, at-Tufail datang kembali kepada Nabi ﷺ bersama tujuh puluh atau delapan puluh keluarga dari kaumnya yang telah masuk Islam.
Kisah ini menunjukkan bahwa doa yang ikhlas dan dakwah yang sabar akan membuahkan hasil. Allah ﷻ Maha Membolak-balikkan hati, dan tidak ada yang tahu kapan hidayah akan datang.
Kesimpulan Praktis
- Utamakan mendoakan kebaikan bagi orang lain, meskipun mereka menolak kebenaran, selama masih ada harapan mereka menerima hidayah.
- Jangan mudah berputus asa dalam berdakwah. Teruslah mengajak dengan hikmah dan kesabaran, sebagaimana at-Tufail bin 'Amr.
- Doa adalah senjata dakwah. Doakanlah orang-orang yang kita cintai agar Allah berikan hidayah, karena hidayah sepenuhnya di tangan Allah.
- Teladani akhlak Nabi ﷺ yang penuh kasih sayang, bahkan kepada orang yang menolak dakwah beliau.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.