Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6396 tentang Doa kebinasaan bagi orang kafir yang menghalangi shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu tentang peristiwa Perang Khandaq. Inti hadits ini adalah doa Nabi ﷺ terhadap orang-orang musyrik yang menghalangi kaum muslimin dari shalat Ashar hingga waktunya hampir habis. Hadits ini juga menunjukkan betapa agungnya kedudukan shalat Ashar di sisi Allah dan Rasul-Nya ﷺ, serta bolehnya mendoakan keburukan atas orang-orang kafir yang memerangi umat Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

"Peliharalah semua shalat dan shalat wustha (tengah), dan berdirilah untuk Allah dengan khusyuk." (QS. Al-Baqarah [2]: 238)

Hadits terkait:

Hadits yang sedang kita bahas ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Doa, Bab Doa Terhadap Orang-orang Musyrik, no. 6396, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan ulama:

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in, seperti Al-Hasan Al-Bashri dan Muhammad bin Sirin (yang juga menjadi salah satu perawi dalam sanad hadits ini), menjelaskan bahwa "shalat wustha" yang dimaksud dalam ayat Al-Baqarah adalah shalat Ashar. Ini juga merupakan pendapat yang dipilih oleh mayoritas ulama, termasuk Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berdasarkan dalil-dalil yang kuat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menceritakan peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu Perang Khandaq (Perang Parit) yang terjadi pada tahun 5 Hijriah. Saat itu, kaum musyrikin Quraisy dan sekutu-sekutunya mengepung Madinah. Rasulullah ﷺ dan para sahabat sibuk menggali parit dan menjaga kota sehingga mereka tidak sempat melaksanakan shalat Ashar pada waktunya.

Ketika matahari hampir terbenam, barulah mereka dapat melaksanakan shalat Ashar. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"Semoga Allah memenuhi kubur dan rumah mereka dengan api, sebagaimana mereka telah menyibukkan kami dari shalat wustha (Ashar) hingga matahari terbenam." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Keutamaan shalat Ashar: Para ulama menjelaskan bahwa shalat Ashar adalah shalat yang sangat agung. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Ash-Shalah wa Hukmu Tarikiha menjelaskan bahwa shalat Ashar disebut sebagai "shalat wustha" karena ia berada di tengah-tengah antara shalat malam dan shalat siang, dan juga karena keutamaannya yang besar.
  2. Bolehnya mendoakan keburukan bagi orang kafir yang memerangi: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa mendoakan keburukan atas orang-orang kafir yang memerangi umat Islam adalah perkara yang dibolehkan, bahkan dianjurkan dalam kondisi tertentu. Ini bukan berarti kita boleh mendoakan keburukan kepada semua orang kafir secara mutlak, tetapi khusus kepada mereka yang memerangi dan mengganggu umat Islam.
  3. Sikap Nabi ﷺ: Meskipun Nabi ﷺ sangat marah karena terlewatnya shalat Ashar dari waktunya, beliau tetap berdoa dengan penuh hikmah dan tidak berlebihan. Ini menunjukkan bahwa kemarahan karena hal-hal yang berkaitan dengan agama adalah kemarahan yang terpuji.
  4. Konsekuensi meninggalkan shalat: Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Al-Kaba'ir menyebutkan bahwa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya tanpa udzur adalah termasuk dosa besar. Namun dalam hadits ini, para sahabat memiliki udzur syar'i karena disibukkan oleh jihad dan pertahanan kota.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin - salah satu perawi hadits ini - bahwa beliau sangat memperhatikan shalat Ashar. Diriwayatkan bahwa beliau berkata: "Aku mendengar bahwa barangsiapa yang terlewat shalat Ashar tanpa udzur, maka amalannya akan terhapus." Karena itu, beliau sangat bersemangat menjaga shalat Ashar di awal waktunya.

Kisah lain yang masyhur adalah ketika Nabi ﷺ bersabda tentang orang yang terlewat shalat Ashar:

"Barangsiapa yang terlewat shalat Ashar, maka seolah-olah ia kehilangan keluarga dan hartanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan betapa besar kerugian yang dialami seseorang ketika ia melewatkan shalat Ashar tanpa udzur syar'i.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat Ashar di awal waktunya, karena ia adalah shalat yang sangat agung dan disebut sebagai "shalat wustha" dalam Al-Qur'an.
  2. Boleh mendoakan keburukan bagi orang-orang kafir yang memerangi dan mengganggu umat Islam, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.
  3. Jangan meremehkan shalat dalam keadaan apapun, kecuali ada udzur syar'i seperti sakit, safar, atau kondisi darurat lainnya.
  4. Teladani kesabaran Nabi ﷺ dalam menghadapi musuh, di mana beliau tetap tenang dan berdoa dengan hikmah.
  5. Jadikan shalat sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari, di atas urusan dunia apapun.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.