Penjelasan Hadits Bukhari No. 6390 tentang Doa berlindung dari kekikiran, kepengecutan, usia buruk, fitnah dunia, siksa kubur

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa Nabi ﷺ membiasakan para sahabat menghafal dan mengamalkan doa perlindungan dari lima perkara berbahaya: kekikiran, sifat pengecut, usia pikun yang hina, fitnah dunia, dan siksa kubur. Doa ini diajarkan dengan penuh perhatian, seperti mengajarkan Al-Qur'an, menunjukkan betapa pentingnya doa ini dalam kehidupan seorang muslim sehari-hari.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Doa, Bab Memohon Perlindungan dari Fitnah Dunia, nomor 6390, dari sahabat Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ، حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ أَبِيهِ — رضي الله عنه — قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعَلِّمُنَا هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ كَمَا تُعَلَّمُ الْكِتَابَةُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَعَذَابِ الْقَبْرِ»

Terjemahan: "Nabi ﷺ mengajarkan kepada kami kalimat-kalimat ini sebagaimana beliau mengajarkan tulisan (Al-Qur'an): 'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada usia yang paling hina (pikun), aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur.'"

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan tema ini:

QS. Al-Munafiqun [63]: 9

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi."

Ayat ini menjelaskan bahaya fitnah dunia yang disebutkan dalam hadits — yaitu ketika harta dan kesenangan dunia melalaikan seseorang dari ibadah dan mengingat Allah.

Penjelasan Rinci

Pertama: Metode pengajaran Nabi ﷺ

Perkataan Sa'd bin Abi Waqqas "كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعَلِّمُنَا هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ كَمَا تُعَلَّمُ الْكِتَابَةُ" menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak hanya menyampaikan doa ini sekali, tetapi mengulang-ulang dan menekankannya kepada para sahabat, sebagaimana seorang guru mengajarkan menulis dengan sabar dan berulang. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perumpamaan dengan "mengajarkan tulisan" menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat memperhatikan doa ini dan mendorong para sahabat untuk menghafalnya dengan baik, bukan sekadar mendengarkannya sepintas.

Kedua: Makna lima perlindungan dalam doa ini

  1. الْبُخْلِ (kekikiran) — Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa kekikiran adalah menahan harta dari kewajiban yang Allah tetapkan, dan ini termasuk penyakit hati yang bisa menghalangi seseorang dari berinfak, berzakat, dan membantu sesama. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsatul Lahfan menyebut kekikiran sebagai salah satu penyakit hati yang merusak, karena akarnya adalah cinta dunia yang berlebihan.
  2. الْجُبْنِ (sifat pengecut) — Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa sifat pengecut menghalangi seseorang dari berjihad, membela kebenaran, dan menunaikan kewajiban yang membutuhkan keberanian. Lawannya adalah syaja'ah (keberanian), yang merupakan akhlak mulia yang mendorong seseorang menegakkan kebenaran.
  3. أَنْ نُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ (dikembalikan ke usia paling hina) — Ini merujuk pada usia pikun (pikun/uzur), sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nahl [16]: 70 dan QS. Al-Hajj [22]: 5. Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "ardzalil 'umur" adalah usia ketika seseorang kehilangan kemampuan berpikir, ingatan, dan pemahaman — sehingga ia kembali seperti anak kecil dalam hal akal, meskipun sudah banyak beramal. Karena itu, seorang muslim berlindung dari kondisi ini agar tidak kehilangan pahala amal karena hilangnya akal.
  4. فِتْنَةِ الدُّنْيَا (fitnah dunia) — As-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa fitnah dunia mencakup segala ujian yang datang dari kesenangan dunia: harta, jabatan, wanita, dan segala yang melalaikan dari akhirat. Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menyebut bahwa fitnah dunia adalah ujian yang paling banyak menjerumuskan manusia, karena dunia adalah tempat ujian dan godaan.
  5. عَذَابِ الْقَبْرِ (siksa kubur) — Ibn Rajab al-Hanbali dalam Ahwal al-Qubur menjelaskan bahwa siksa kubur adalah kenyataan yang ditetapkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah, dan seorang muslim diperintahkan berlindung darinya. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebut bahwa doa berlindung dari siksa kubur adalah doa yang sangat dianjurkan dalam setiap shalat, terutama sebelum salam.

Ketiga: Kesatuan tema doa ini

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kelima perkara ini saling berkaitan: kekikiran dan pengecut adalah penyakit jiwa, usia pikun adalah penyakit fisik-akal, fitnah dunia adalah ujian eksternal, dan siksa kubur adalah akibat dari kelalaian menghadapi semua itu. Karena itu, doa ini mencakup perlindungan menyeluruh dari keburukan dunia dan akhirat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu — salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga dan panglima Perang Qadisiyyah — tetap meriwayatkan doa ini kepada generasi setelahnya, meskipun beliau sudah mencapai kedudukan tinggi dalam Islam. Ini menunjukkan bahwa doa perlindungan ini bukan hanya untuk orang awam, tetapi juga untuk orang-orang mulia, karena fitnah dunia dan siksa kubur bisa menimpa siapa saja. Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya meriwayatkan hadits ini dalam bab khusus tentang perlindungan dari fitnah dunia, menunjukkan bahwa beliau memandang doa ini sebagai bagian penting dari akidah dan ibadah seorang muslim.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan dan amalkan doa ini dalam shalat dan di luar shalat, karena Nabi ﷺ mengajarkannya seperti mengajarkan Al-Qur'an.
  2. Sadari bahaya lima perkara yang disebutkan: kekikiran, pengecut, usia pikun, fitnah dunia, dan siksa kubur — dan jadikan doa ini sebagai benteng harian.
  3. Perbanyak berlindung dari fitnah dunia dengan memperbanyak zikir, sedekah, dan menjauhi hal-hal yang melalaikan dari akhirat.
  4. Ajarkan doa ini kepada keluarga dan anak-anak sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya kepada para sahabat, agar mereka terbiasa sejak dini.
  5. Renungkan makna usia pikun — bahwa kesehatan akal adalah nikmat besar yang harus dijaga dengan amal saleh sebelum datangnya masa itu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?