Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kepada kita lima permohonan perlindungan (isti'adzah) yang sangat penting, yang Nabi ﷺ sendiri memerintahkan dan mengamalkannya. Kelimanya adalah: berlindung dari sifat kikir, sifat pengecut, dikembalikan ke usia pikun yang hina, fitnah Dajjal, dan azab kubur. Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu mengajarkan lima hal ini kepada orang lain agar mereka juga mengamalkannya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama — Shahih Al-Bukhari no. 6365:
حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ، عَنْ مُصْعَبٍ، كَانَ سَعْدٌ يَأْمُرُ بِخَمْسٍ وَيَذْكُرُهُنَّ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ كَانَ يَأْمُرُ بِهِنَّ "اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا يَعْنِي فِتْنَةَ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ"
"Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir; dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut; dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang sangat tua; dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia (yaitu fitnah Dajjal); dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur."
Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:
QS. Al-Munafiqun [63]: 9-10
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi."
QS. An-Nahl [16]: 70
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
"Dan Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu. Di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang paling lemah (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa."
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan anjuran berdoa dengan isti'adzah (memohon perlindungan) dari lima perkara ini, karena kelimanya merupakan sumber keburukan besar bagi agama dan dunia seseorang.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa doa ini termasuk doa yang paling menyeluruh (jami') dalam memohon perlindungan dari keburukan.
- Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menegaskan bahwa Nabi ﷺ selalu memohon perlindungan dari azab kubur dalam shalatnya, menunjukkan betapa pentingnya masalah ini.
Penjelasan Rinci
1. Berlindung dari sifat kikir (البُخْل)
Kikir adalah menahan harta yang seharusnya dikeluarkan untuk kebaikan. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa kikir termasuk penyakit hati yang bisa menghalangi seseorang dari berinfak, berzakat, dan membantu sesama. Allah mencela sifat ini dalam QS. Al-Munafiqun [63]: 9-10 di atas.
Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa kikir dapat merusak amal seseorang, karena orang kikir enggan mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Nabi ﷺ berlindung darinya karena beliau tahu bahayanya bagi agama.
2. Berlindung dari sifat pengecut (الجُبْن)
Pengecut adalah takut yang berlebihan sehingga seseorang enggan berjihad, enggan membela kebenaran, dan enggan menunaikan kewajiban yang membutuhkan keberanian. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa pengecut termasuk akhlak tercela yang dapat menghalangi seseorang dari menegakkan agama dan membela kehormatan.
3. Berlindung dari dikembalikan ke usia pikun (أَرْذَلِ الْعُمُرِ)
Ini adalah usia lanjut yang sangat tua hingga seseorang kehilangan kemampuan berpikir, ingatan, dan pemahamannya — seperti bayi kembali. Allah menyebutkan hal ini dalam QS. An-Nahl [16]: 70. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah kondisi di mana seseorang tidak lagi bisa beribadah dengan baik, tidak bisa beramal, dan bahkan bisa menjadi beban. Maka Nabi ﷺ berlindung dari kondisi ini, atau berlindung dari keadaan di mana amal menjadi terhenti karena kepikunan.
4. Berlindung dari fitnah dunia, yaitu fitnah Dajjal (فِتْنَةِ الدَّجَّالِ)
Dajjal adalah fitnah terbesar yang akan terjadi di akhir zaman. Dalam hadits lain yang shahih, Nabi ﷺ menyebutkan bahwa tidak ada fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal. Fitnahnya berupa ujian iman yang sangat berat, di mana ia akan menampakkan keajaiban-keajaiban yang bisa menyesatkan banyak manusia. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa penyebutan "fitnah dunia" kemudian ditafsirkan sebagai "fitnah Dajjal" menunjukkan bahwa Dajjal adalah puncak dari segala fitnah dunia.
5. Berlindung dari azab kubur (عَذَابِ الْقَبْرِ)
Azab kubur adalah siksa yang terjadi di alam barzakh bagi orang-orang yang berbuat dosa dan tidak bertaubat. Ini adalah perkara gaib yang wajib kita imani. Ibnul Qayyim dalam Kitab ar-Ruh menjelaskan secara panjang bahwa azab dan nikmat kubur adalah haq (benar) berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan Sunnah. Nabi ﷺ memerintahkan umatnya berlindung darinya, dan beliau sendiri selalu membacanya dalam shalat.
Mengapa Sa'd bin Abi Waqqash mengajarkan lima hal ini?
Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang dijamin masuk surga dan termasuk orang yang doanya dikabulkan. Beliau mengajarkan lima kalimat ini kepada orang lain karena beliau memahami betapa pentingnya dan betapa menyeluruhnya perlindungan yang terkandung di dalamnya. Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam mengajarkan kebaikan kepada umat.
Perbedaan pendapat di antara ulama:
Sebagian ulama membahas apakah doa ini dibaca dalam shalat atau di luar shalat. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa doa ini bisa dibaca kapan saja, dan sangat dianjurkan dibaca dalam shalat — terutama sebelum salam, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya. Pendapat yang paling kuat adalah bahwa doa ini dianjurkan dibaca dalam shalat dan di luar shalat, karena keumuman perintah Nabi ﷺ.
Story Telling
Diceritakan bahwa Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu — seorang sahabat mulia, panglima perang Islam, dan salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga — biasa mengajarkan lima kalimat ini kepada orang-orang di sekitarnya. Beliau tidak menyimpannya sendiri, tetapi menyebarkannya karena beliau mendengar langsung dari Nabi ﷺ bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk mengamalkannya.
Suatu ketika, Sa'd bin Abi Waqqash berkata kepada orang-orang di sekelilingnya: "Ajarkanlah lima hal ini kepada anak-anak kalian, karena Nabi ﷺ mengajarkannya kepada kami." Beliau memahami bahwa perlindungan dari kikir, pengecut, pikun, fitnah Dajjal, dan azab kubur adalah benteng yang harus ditanamkan sejak dini.
Hikmahnya: Para sahabat tidak hanya beribadah untuk diri sendiri, tetapi juga aktif mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Mereka memahami bahwa ilmu yang bermanfaat adalah amal yang tidak terputus pahalanya.
Kesimpulan Praktis
- Hafalkan dan amalkan doa ini — bacalah dalam shalat, terutama sebelum salam, dan di waktu-waktu lainnya.
- Berlindung dari kikir — biasakan berinfak, berzakat, dan memberi, sekecil apa pun, agar hati terhindar dari sifat kikir.
- Berlindung dari pengecut — tanamkan keberanian dalam menegakkan kebenaran, sesuai kemampuan, tanpa melampaui batas.
- Berlindung dari pikun yang hina — manfaatkan waktu muda dan sehat untuk beramal saleh sebanyak mungkin sebelum datang masa lemah.
- Berlindung dari fitnah Dajjal — perkuat iman dengan ilmu, amal, dan doa, karena fitnah ini adalah ujian terbesar.
- Berlindung dari azab kubur — perbanyak istighfar, taubat, dan amal saleh, serta jauhi dosa dan kezaliman.
- Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak — sebagaimana Sa'd bin Abi Waqqash mengajarkannya, sampaikanlah doa ini kepada orang-orang terdekat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.