Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6356 tentang Doa keberkahan dan mengusap kepala anak-anak

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang Abdullah bin Tsa'labah bin Shu'air, seorang sahabat kecil yang pernah diusap kepalanya oleh Rasulullah ﷺ sebagai bentuk doa keberkahan. Hadits ini menunjukkan dua hal: pertama, sunnahnya mendoakan dan mengusap kepala anak-anak sebagai tanda kasih sayang dan doa; kedua, bolehnya shalat witir dengan satu raka'at saja, sebagaimana yang dilakukan oleh Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang terkait dengan doa untuk anak:

QS. Al-Furqan [25]: 74

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Dan orang-orang yang berkata: 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'"

2. Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Doa, Bab Doa untuk Anak-anak dengan Berkah dan Mengusap Kepala Mereka (no. 6356). Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

3. Kaitan dengan ulama:

  • Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam "Kitab Doa" dan memberi bab khusus tentang doa untuk anak-anak dengan mengusap kepala, menunjukkan bahwa ini adalah amalan yang diajarkan Nabi ﷺ.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa mengusap kepala anak sebagai doa adalah amalan yang dianjurkan, dan beliau menyebutkan bahwa para ulama menganjurkan mendoakan anak kecil dengan mengusap kepalanya.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya mengusap kepala anak kecil sambil mendoakannya, dan beliau menyebutkan beberapa contoh dari Nabi ﷺ yang melakukan hal tersebut.

Penjelasan Rinci

Pertama: Tentang Abdullah bin Tsa'labah bin Shu'air

Abdullah bin Tsa'labah adalah seorang sahabat kecil yang hidup di masa Nabi ﷺ. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ mengusap wajah atau kepalanya dan mendoakannya. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Al-Ishabah menyebutkan bahwa Abdullah bin Tsa'labah termasuk sahabat yang masih kecil, dan Nabi ﷺ pernah mengusap kepalanya sebagai doa keberkahan.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan anak-anak, tidak hanya orang dewasa. Beliau memberikan perhatian khusus kepada mereka dengan sentuhan fisik yang penuh kasih sayang disertai doa. Ini adalah pendidikan langsung bagi umat tentang bagaimana memperlakukan anak-anak.

Kedua: Tentang Shalat Witir dengan Satu Raka'at

Dalam hadits ini, Abdullah bin Tsa'labah menyaksikan Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu melakukan shalat witir dengan satu raka'at. Ini menunjukkan bahwa witir dengan satu raka'at adalah boleh dan sah.

Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah raka'at witir:

  • Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa witir wajib dan paling sedikit tiga raka'at, dan beliau tidak membolehkan witir satu raka'at secara mutlak.
  • Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad berpendapat bahwa witir tidak wajib (sunnah mu'akkadah), dan paling sedikitnya adalah satu raka'at. Mereka membolehkan witir dengan satu raka'at berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah witir dengan satu raka'at.
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa witir satu raka'at adalah boleh, dan ini adalah pendapat jumhur ulama. Beliau menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sendiri pernah witir dengan satu raka'at dalam beberapa kesempatan.

Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur ulama (Maliki, Syafi'i, Hanbali) bahwa witir satu raka'at itu sah dan boleh, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits shahih lainnya. Adapun witir tiga raka'at atau lebih adalah lebih utama dan lebih sempurna, sebagaimana yang biasa dilakukan Nabi ﷺ.

Ketiga: Pelajaran tentang Doa untuk Anak

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa dianjurkan mengusap kepala anak kecil sambil mendoakannya, berdasarkan hadits-hadits shahih. Beliau menyebutkan contoh doa yang diajarkan Nabi ﷺ untuk anak-anak, seperti doa keberkahan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin juga menjelaskan bahwa mengusap kepala anak sambil mendoakan adalah bentuk kasih sayang dan perhatian yang diajarkan Islam. Ini juga menjadi sarana untuk menanamkan rasa cinta anak kepada orang tua dan kepada agama.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan anak-anak. Dalam sebuah hadits shahih, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

"Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Suatu ketika beliau mengutusku untuk suatu keperluan, lalu aku berkata: 'Demi Allah, aku tidak akan pergi.' Namun dalam hatiku aku akan pergi sesuai perintah Nabi ﷺ. Aku keluar hingga melewati anak-anak yang sedang bermain di pasar. Tiba-tiba Rasulullah ﷺ memegang tengkukku dari belakang. Aku menoleh, ternyata beliau tersenyum. Beliau bertanya: 'Wahai Unais (panggilan sayang untuk Anas), apakah engkau sudah pergi sesuai yang aku perintahkan?' Aku menjawab: 'Ya, aku akan pergi sekarang wahai Rasulullah.'" (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan bagaimana Nabi ﷺ memperlakukan anak-anak dengan lembut, penuh canda dan kasih sayang. Beliau tidak memarahi Anas yang bercanda, tetapi justru menyentuhnya dengan lembut dan tersenyum. Ini adalah pendidikan akhlak bagi kita dalam berinteraksi dengan anak-anak.

Adapun kisah Abdullah bin Tsa'labah, beliau adalah salah satu anak yang mendapat perhatian khusus dari Nabi ﷺ. Nabi mengusap kepalanya dan mendoakannya, dan ini menjadi kehormatan besar baginya hingga ia dikenang dalam sejarah Islam sebagai sahabat yang pernah diusap oleh tangan Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengusap kepala anak sambil mendoakan adalah sunnah Nabi ﷺ yang dianjurkan. Ini adalah bentuk kasih sayang dan doa keberkahan untuk anak.
  2. Doa untuk anak adalah amalan yang sangat dianjurkan, baik doa untuk kebaikan agama, dunia, maupun akhirat mereka.
  3. Shalat witir satu raka'at adalah sah dan boleh menurut jumhur ulama, meskipun witir tiga raka'at atau lebih lebih utama.
  4. Perhatian kepada anak-anak adalah bagian dari ajaran Islam. Nabi ﷺ memberikan teladan dalam memperlakukan anak-anak dengan lembut dan penuh kasih sayang.
  5. Menjaga hubungan dengan generasi muda adalah investasi umat. Sahabat kecil seperti Abdullah bin Tsa'labah tumbuh menjadi perawi hadits yang meriwayatkan sunnah Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.