Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengangkat kedua tangannya tinggi dalam berdoa, hingga terlihat putih ketiaknya. Ini adalah salah satu bentuk adab dan kesungguhan dalam berdoa, yang menunjukkan kerendahan hati dan harapan yang besar kepada Allah. Namun, perlu dipahami bahwa mengangkat tangan tinggi seperti ini tidak dilakukan dalam setiap doa, melainkan pada kondisi-kondisi tertentu seperti doa istisqa (minta hujan) atau doa-doa besar lainnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
Shahih Al-Bukhari, Kitab Doa, Bab Mengangkat Tangan dalam Doa, no. 6341. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ mengangkat kedua tangannya hingga aku melihat putih ketiaknya."
Penjelasan Ulama:
- Imam Al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam bab khusus tentang mengangkat tangan dalam doa, menunjukkan bahwa ini adalah amalan yang diajarkan.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (11/142) menjelaskan bahwa mengangkat tangan hingga terlihat ketiak menunjukkan kesungguhan dan kerendahan hati yang dalam saat berdoa. Beliau juga menegaskan bahwa hal ini dilakukan pada doa-doa yang penuh pengharapan dan permohonan yang besar.
- Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar (hlm. 278) menyebutkan bahwa mengangkat tangan dalam doa adalah sunnah, dan tingginya bervariasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
- Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin (5/245) menjelaskan bahwa mengangkat tangan hingga terlihat ketiak adalah bentuk doa yang sangat khusyuk dan penuh harap, namun tidak dilakukan dalam setiap doa, melainkan pada momen-momen tertentu seperti doa qunut, doa istisqa, dan doa-doa besar lainnya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang lama melayani Nabi ﷺ. Beliau melihat langsung bagaimana Nabi ﷺ berdoa dengan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi hingga tampak putih ketiaknya. Ini menunjukkan bahwa doa tersebut dilakukan dengan penuh kesungguhan dan pengharapan.
Para ulama menjelaskan bahwa mengangkat tangan dalam doa adalah sunnah yang dianjurkan, karena hal ini menunjukkan kerendahan hati dan ketergantungan seorang hamba kepada Rabbnya. Namun, ada beberapa tingkatan dalam mengangkat tangan:
- Mengangkat tangan setinggi dada atau bahu – Ini adalah bentuk umum yang dilakukan dalam banyak doa.
- Mengangkat tangan hingga terlihat ketiak – Ini dilakukan pada doa-doa yang sangat penting dan penuh pengharapan, seperti doa istisqa (minta hujan), doa qunut, dan doa-doa dalam kondisi sulit.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (9/479) menjelaskan bahwa mengangkat tangan tinggi dalam doa adalah isyarat bahwa seorang hamba benar-benar memohon dengan sangat kepada Allah, seperti seorang pengemis yang merendahkan diri di hadapan orang yang dimintai.
Syeikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa (11/168) menegaskan bahwa mengangkat tangan dalam doa adalah sunnah, dan tidak ada larangan untuk melakukannya selama tidak berlebihan atau menyerupai orang yang sombong.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua doa harus dilakukan dengan mengangkat tangan tinggi. Ada doa-doa tertentu yang tidak disunnahkan mengangkat tangan, seperti doa dalam shalat (kecuali doa qunut), doa antara dua sujud, dan doa dalam khutbah Jumat (kecuali doa istisqa). Hal ini berdasarkan penjelasan Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm dan Imam Ahmad dalam Al-Musnad.
Story Telling
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Suatu ketika, Nabi ﷺ berdoa meminta hujan. Beliau mengangkat kedua tangannya hingga aku melihat putih ketiaknya. Beliau tidak pernah mengangkat tangannya setinggi itu dalam doa selain ketika meminta hujan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kisah ini menunjukkan bahwa mengangkat tangan tinggi dalam doa adalah bentuk kesungguhan dan kepasrahan total kepada Allah. Ketika umat Islam mengalami kekeringan dan kesulitan, Nabi ﷺ mengajarkan untuk berdoa dengan penuh harap dan rendah hati, seolah-olah kita benar-benar membutuhkan pertolongan Allah saat itu juga.
Kesimpulan Praktis
- Mengangkat tangan dalam doa adalah sunnah yang dianjurkan, terutama pada doa-doa penting dan penuh pengharapan.
- Tinggi angkatan tangan bervariasi – bisa setinggi dada, bahu, atau hingga terlihat ketiak, tergantung pada kondisi dan kebutuhan.
- Jangan berlebihan – Mengangkat tangan terlalu tinggi atau dengan cara yang tidak wajar bisa mengurangi kekhusyukan.
- Perhatikan adab doa – Selain mengangkat tangan, perhatikan juga menghadap kiblat, membaca doa dengan khusyuk, dan mengakhiri dengan amin.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.