Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini berisi doa Nabi ﷺ untuk Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang memohon perbanyakan harta dan anak serta keberkahan di dalamnya. Doa ini menunjukkan bahwa meminta banyak harta dan anak yang disertai keberkahan adalah hal yang baik dan dianjurkan. Allah mengabulkan doa Nabi sehingga Anas memiliki banyak anak dan harta yang melimpah.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur’an yang relevan:
QS. Al-Baqarah [2]: 201
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Dan di antara mereka ada yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.’”
Ayat ini menunjukkan anjuran meminta kebaikan dunia (termasuk harta dan anak yang berkah) dan kebaikan akhirat secara seimbang.
Hadits yang dibahas:
Shahih Al-Bukhari, Kitab Doa, Bab Perkataan Allah Ta’ala وَصَلِّ عَلَيْهِمْ (QS. At-Taubah:103), hadits nomor 6334.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Umm Sulaim berkata kepada Nabi ﷺ, “Anas adalah pelayanmu.” Maka Nabi ﷺ berdoa, “Ya Allah, perbanyaklah hartanya dan anaknya, dan berkahilah apa yang Engkau berikan kepadanya.”
Rujukan ulama:
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari (11/133) menjelaskan bahwa doa ini makbul dan Anas dikaruniai banyak anak serta harta yang melimpah (hingga ia memiliki sekitar 120 anak lelaki dan perempuan, serta kebun kurma yang berbuah dua kali setahun).
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (16/158) juga menegaskan hal yang sama, bahwa doa Nabi ﷺ untuk Anas merupakan salah satu mukjizat beliau.
- Qatadah bin Di’amah (tabi’in, perawi dalam sanad ini) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa meminta keberkahan lebih utama daripada sekadar banyaknya angka.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengajarkan beberapa hal penting:
- Keutamaan mendoakan kebaikan untuk orang lain.
Nabi ﷺ tidak sekadar mendoakan “perbanyak harta dan anak”, tetapi juga meminta keberkahan (barakallahu fihi). Keberkahan adalah kunci agar yang sedikit menjadi cukup dan bermanfaat, serta yang banyak menjadi sarana ketaatan. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam menekankan bahwa rezeki yang sedikit namun penuh berkah lebih baik daripada yang banyak tanpa berkah.
- Doa yang mustajab karena kedekatan Anas dengan Nabi.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu melayani Nabi ﷺ sejak kecil. Ia adalah sahabat yang sangat dekat, sehingga doa Nabi langsung dikabulkan. Ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan melayani orang shalih, terutama para ulama dan da’i yang ikhlas.
- Pandangan ulama tentang harta dan anak.
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa meminta banyak anak bukanlah larangan selama disertai harapan agar mereka menjadi anak yang shalih dan berbakti. Ibnu Hajar menambahkan bahwa doa ini merupakan contoh tawasul (wasilah) melalui amal pelayanan dan pengabdian. Anas sendiri, setelah doa tersebut, memiliki sekitar 120 anak (ada yang menyebut 80 lelaki dan 40 perempuan) dan harta yang melimpah—semuanya diberkahi.
- Tidak bertentangan dengan zuhud.
Sebagian orang menyangka bahwa zuhud berarti tidak boleh kaya atau memiliki banyak anak. Padahal zuhud yang benar adalah hati tidak bergantung pada dunia, bukan mengharamkan nikmat Allah. Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang seseorang yang memiliki banyak harta namun tetap zuhud. Beliau menjawab, “Itu boleh, asalkan ia tidak bangga dengan hartanya dan tidak melupakan akhirat.”
Story Telling
Kisah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
Umm Sulaim, ibu Anas, adalah seorang wanita sahabiyah yang sangat dermawan dan beriman. Saat Nabi ﷺ tiba di Madinah, Umm Sulaim menghadapkan putranya yang masih kecil, Anas, untuk menjadi pelayan Nabi. Anas pun tinggal bersama Nabi ﷺ hingga beliau wafat. Selama itu, Anas merawat keperluan Rasulullah dengan penuh cinta dan kesabaran.
Suatu hari, Umm Sulaim berkata kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, Anas adalah pelayanmu. Doakan dia.” Maka Nabi pun berdoa seperti dalam hadits di atas. Setelah itu, Anas menyaksikan sendiri bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala melimpahkan harta dan anak kepadanya. Ia memiliki kebun kurma yang berbuah lebat dan hampir setiap tahun ia mendapati rezeki yang tidak terduga. Anas sendiri sering bersedekah dari hartanya dan senantiasa berdoa agar anak-anaknya menjadi shalih. Sampai-sampai ia berkata, “Aku tidak pernah merasa miskin setelah doa Nabi itu.”
Sumber kisah ini dapat ditemukan dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Katsir dan Fath al-Bari karya Ibnu Hajar.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak doa untuk kebaikan dunia dan akhirat, terutama dengan meminta keberkahan dalam setiap rezeki.
- Jangan ragu melayani orang shalih karena itu bisa menjadi wasilah terkabulnya doa.
- Harta dan anak yang banyak adalah nikmat Allah jika disertai rasa syukur, sedekah, dan pendidikan yang baik.
- Teladan dari Anas bin Malik menunjukkan bahwa pekerjaan merendah pun tidak menghalangi seseorang mendapat limpahan karunia.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.