Penjelasan Hadits Bukhari No. 6307 tentang Anjuran memperbanyak istighfar setiap hari

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ, meskipun telah dijamin diampuni dosanya, tetap beristigfar dan bertaubat lebih dari 70 kali setiap hari. Ini mengajarkan kita untuk tidak pernah merasa cukup dalam beristigfar dan bertaubat, karena kita lebih membutuhkannya daripada Nabi ﷺ. Istigfar adalah amalan mulia yang membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

QS. Hud [11]: 3

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada setiap orang yang berbuat baik (balasan) keutamaannya (surga). Dan jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)."

Hadits:

Hadits yang ditanyakan diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Doa, Bab Istighfar Nabi ﷺ di Siang dan Malam, no. 6307. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali."

Penjelasan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari (11/101) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besar kebutuhan seorang hamba kepada istigfar dan taubat, bahkan Nabi ﷺ yang ma'shum (terjaga dari dosa) pun melakukannya. Beliau juga menukil perkataan Al-Hasan al-Bashri: "Sesungguhnya seorang mukmin itu senantiasa bertaubat dan beristigfar, dan tidak ada yang lebih suka kepada pujian selain Allah, maka Dia memerintahkan hamba-Nya untuk beristigfar."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dari kalangan yang telah disebutkan:

  1. Kesempurnaan Akhlak Nabi ﷺ: Meskipun Allah telah menjamin ampunan untuk Nabi ﷺ (QS. Al-Fath [48]: 2), beliau tetap menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa di hadapan Allah. Ini adalah puncak dari adab seorang hamba kepada Tuhannya. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa taubat dan istigfar Nabi ﷺ bukan karena dosa, tetapi karena beliau senantiasa meningkatkan maqam (kedudukan)nya di sisi Allah dan mensyukuri nikmat-nikmat-Nya.
  2. Motivasi untuk Memperbanyak Istigfar: Jika Nabi yang maksum saja beristigfar puluhan kali sehari, maka kita yang penuh dengan dosa dan kekurangan seharusnya lebih banyak lagi beristigfar. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menganjurkan untuk memperbanyak istigfar setiap saat, terutama di waktu sahur dan setelah shalat. Beliau juga mengutip perkataan Imam Abu Hanifah yang memperbanyak istigfar di waktu malam.
  3. Makna Istigfar dan Taubat: Istigfar adalah memohon ampunan atas dosa yang telah lalu, sedangkan taubat adalah kembali kepada Allah dengan meninggalkan dosa dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Keduanya saling melengkapi. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa taubat yang sempurna harus mencakup: (1) meninggalkan dosa, (2) menyesali perbuatannya, (3) bertekad tidak mengulanginya, dan (4) mengembalikan hak orang lain jika berkaitan dengan dosa kepada sesama.
  4. Keutamaan Istigfar: Istigfar adalah sebab turunnya rahmat, rezeki, dan kekuatan. Allah berfirman dalam QS. Nuh [71]: 10-12 yang artinya: "Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.'"

Story Telling

Diriwayatkan dari Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, beliau berkata: "Sesungguhnya seorang mukmin itu mengumpulkan (amal) dan bertaubat, sedangkan seorang munafik itu mengejar (dunia) dan lalai." (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf).

Kisah ini menggambarkan bahwa sifat seorang mukmin adalah selalu kembali kepada Allah, tidak pernah merasa puas dengan amalnya, dan senantiasa merasa kurang dalam beribadah. Berbeda dengan orang munafik yang sibuk dengan dunia dan melupakan akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak Istigfar Setiap Hari: Jadikan istigfar sebagai wirid harian, minimal 70 kali atau lebih, terutama di waktu sahur, antara adzan dan iqamah, dan setelah shalat fardhu.
  2. Iringi Istigfar dengan Taubat: Jangan hanya mengucapkan "Astaghfirullah" dengan lisan, tetapi harus disertai penyesalan di hati dan tekad untuk meninggalkan dosa.
  3. Jangan Merasa Cukup Ibadah: Teladani Nabi ﷺ yang selalu merasa kurang dalam beribadah. Semakin dekat seseorang dengan Allah, semakin besar rasa takut dan cintanya kepada-Nya.
  4. Amalkan Doa Sayyidul Istighfar: Bacalah doa ini setiap pagi dan petang dengan penuh keyakinan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?