Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6301 tentang Larangan sumpah berhala dan ajakan judi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan dua hal penting: pertama, jika seseorang terlanjur bersumpah dengan nama berhala (seperti Al-Lat dan Al-Uzza) karena kebiasaan jahiliyah, maka ia harus segera mengucapkan kalimat tauhid "Laa ilaaha illallah" sebagai tebusan dan pemurnian iman. Kedua, jika seseorang mengajak temannya berjudi, maka ia wajib bersedekah sebagai bentuk taubat dan penebus dosa karena judi adalah perbuatan keji yang dilarang Allah. Kedua ajaran ini menunjukkan betapa Islam sangat menjaga kemurnian tauhid dan menjauhkan umatnya dari segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

QS. Al-Ma'idah [5]: 90

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung."

Hadits yang dimaksud:

Hadits riwayat Imam Al-Bukhari no. 6301 dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ حَلَفَ مِنْكُمْ فَقَالَ فِي حَلِفِهِ بِاللَّاتِ وَالْعُزَّى فَلْيَقُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ تَعَالَ أُقَامِرْكَ فَلْيَتَصَدَّقْ

"Siapa di antara kalian yang bersumpah dengan menyebut Al-Lat dan Al-Uzza, maka hendaklah dia mengatakan 'Laa ilaaha illallah'; dan siapa yang berkata kepada temannya, 'Kemarilah, aku akan berjudi denganmu,' maka hendaklah dia bersedekah."

Penjelasan ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (11/88) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan bersumpah dengan nama berhala dan larangan mengajak berjudi. Beliau juga menegaskan bahwa perintah mengucapkan kalimat tauhid bagi yang terlanjur bersumpah dengan nama berhala adalah sebagai bentuk kaffarah (tebusan) dan pemurnian iman.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (15/15) menjelaskan bahwa perintah bersedekah bagi yang mengajak berjudi adalah sebagai bentuk taubat dan penghapus dosa, karena sedekah dapat memadamkan kemurkaan Allah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung dua pelajaran besar yang saling berkaitan:

Pertama: Larangan Bersumpah dengan Nama Selain Allah

Rasulullah ﷺ melarang keras bersumpah dengan nama selain Allah, apalagi dengan nama berhala seperti Al-Lat dan Al-Uzza yang merupakan sesembahan orang-orang musyrik jahiliyah. Al-Lat adalah nama berhala berbentuk batu putih yang disembah di Thaif, sedangkan Al-Uzza adalah berhala berupa pohon yang disembah di lembah Nakhlah.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya (no. 2679) dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ، مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ لِيَصْمُتْ

"Sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nama bapak-bapak kalian. Barangsiapa hendak bersumpah, hendaklah ia bersumpah dengan nama Allah atau diam."

Namun, jika seseorang terlanjur mengucapkan sumpah dengan nama berhala karena kebiasaan lama atau lisan yang tidak terkontrol, maka ia tidak boleh membiarkan dirinya dalam kesyirikan. Ia harus segera mengucapkan "Laa ilaaha illallah" sebagai bentuk taubat dan pemurnian tauhid. Ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan kemurnian aqidah dan segera memperbaiki kesalahan.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam (2/312) menjelaskan bahwa perintah mengucapkan kalimat tauhid ini adalah sebagai kaffarah (tebusan) bagi sumpah yang diucapkan dengan nama selain Allah, sekaligus sebagai pengakuan bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah.

Kedua: Larangan Mengajak Berjudi

Bagian kedua hadits ini melarang mengajak orang lain untuk berjudi. Judi (al-maisir) adalah salah satu perbuatan keji yang diharamkan Allah dalam Al-Qur'an. Jika seseorang terlanjur mengucapkan ajakan berjudi, maka ia wajib bersedekah sebagai bentuk taubat dan penebus dosa.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa perintah bersedekah ini bukanlah kaffarah wajib seperti kaffarat sumpah, melainkan sebagai bentuk taubat dan pembersihan diri dari dosa. Sedekah yang dimaksud adalah sedekah sunnah yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah.

Imam an-Nawawi menambahkan bahwa hikmah perintah bersedekah adalah karena judi termasuk perbuatan yang melibatkan harta secara batil, maka taubatnya adalah dengan mengeluarkan harta di jalan kebaikan (sedekah).

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa suatu ketika ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah bersumpah dengan menyebut Al-Lat dan Al-Uzza." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Katakanlah: Laa ilaaha illallah." (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 1216)

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat masih memiliki sisa-sisa kebiasaan jahiliyah yang kadang terucap tanpa sengaja. Namun Rasulullah ﷺ tidak menghukum mereka dengan keras, melainkan memberikan solusi yang mudah dan penuh hikmah. Beliau mengajarkan untuk segera memperbaiki kesalahan dengan kalimat tauhid.

Imam Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, "Barangsiapa yang berbuat dosa, maka janganlah ia berputus asa dari rahmat Allah. Hendaklah ia segera bertaubat dan memperbanyak amal kebaikan, karena sesungguhnya kebaikan dapat menghapuskan keburukan." (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf)

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga lisan dari bersumpah dengan nama selain Allah, apalagi dengan nama berhala atau sesembahan selain Allah. Jika terlanjur, segera ucapkan "Laa ilaaha illallah" sebagai taubat.
  2. Jauhi segala bentuk perjudian, baik mengajak, menerima ajakan, maupun melakukannya. Jika terlanjur mengucapkan ajakan berjudi, bersedekahlah sebagai bentuk taubat.
  3. Perbanyak kalimat tauhid dan sedekah sebagai benteng dari dosa dan kesalahan lisan.
  4. Jangan meremehkan dosa kecil, karena bisa menjadi besar jika terus dilakukan. Segera bertaubat dan perbaiki dengan amal kebaikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk menjaga lisan, menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan, serta senantiasa istiqamah di atas tauhid dan sunnah.

Hadits.id gratis

Bantu penjelasan AI tetap berjalan

Baca kalimat awal di atas. Lanjutkan dengan donasi seikhlasnya, atau nanti saja.

Donasi