Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan bacaan tasyahhud kepada para sahabat dengan sangat teliti, sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an. Ini menunjukkan betapa pentingnya tasyahhud dalam shalat, dan bahwa lafazhnya harus dijaga sesuai dengan yang diajarkan, tanpa mengurangi atau menambah. Hadits ini juga mengisyaratkan adab mulia Nabi ﷺ dalam mengajar, yaitu dengan cara yang dekat dan penuh kasih sayang.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks hadits yang Anda sertakan adalah riwayat dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Beliau berkata:
> "Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadaku tasyahhud, sedang telapak tanganku berada di antara dua telapak tangan beliau, sebagaimana beliau mengajarkan kepadaku satu surat dari Al-Qur'an: 'At-Tahiyyatu lillahi wash-shalawatu wath-thayyibatu, as-salamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh, as-salamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahish-shalihin, asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh.'"
>
> (HR. Al-Bukhari, no. 6265)
Penjelasan Ulama:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya. Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' dan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil utama tentang lafazh tasyahhud yang diajarkan Nabi ﷺ.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa perkataan Ibnu Mas'ud "sebagaimana beliau mengajarkan satu surat dari Al-Qur'an" menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ terhadap pengajaran tasyahhud. Beliau mengulang-ulang dan memastikan para sahabat menghafalnya dengan benar, sebagaimana mereka menghafal Al-Qur'an.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Kedudukan Tasyahhud: Tasyahhud adalah bagian dari shalat yang agung. Nabi ﷺ tidak mengajarkannya secara sembarangan, melainkan dengan penuh perhatian dan ketelitian. Ini menunjukkan bahwa lafazh tasyahhud adalah lafazh yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ dan bukan dibuat-buat oleh para sahabat.
- Cara Nabi ﷺ Mengajar: Frasa "sedang telapak tanganku berada di antara dua telapak tangan beliau" menunjukkan kedekatan dan kasih sayang Nabi ﷺ dalam mengajar. Beliau tidak hanya menyampaikan dengan lisan, tetapi juga dengan sentuhan fisik yang menenangkan, agar muridnya lebih fokus dan merasa diperhatikan. Ini adalah adab mengajar yang sangat indah.
- Lafazh Tasyahhud: Lafazh yang diajarkan dalam hadits ini adalah lafazh yang paling masyhur dan disepakati oleh para ulama. Di dalamnya terkandung pujian kepada Allah (At-Tahiyyatu lillah), doa keselamatan untuk Nabi ﷺ, doa untuk diri sendiri dan hamba-hamba Allah yang shalih, serta syahadatain (dua kalimat syahadat).
- Perubahan Setelah Wafatnya Nabi ﷺ: Di akhir hadits, Ibnu Mas'ud berkata, "Ketika beliau wafat, kami mengucapkan 'As-salamu 'alan-nabi' (tanpa kata ayyuhan)." Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat berhati-hati dalam berdoa untuk Nabi ﷺ setelah beliau wafat. Mereka mengubah redaksi dari "Assalamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu" (yang berarti menyapa langsung) menjadi "Assalamu 'alan-nabi" (yang berarti menceritakan tentang beliau), karena beliau sudah tidak berada di dunia ini. Ini adalah bentuk adab dan penghormatan para sahabat kepada Nabi ﷺ.
Imam Asy-Syafi'i dan para ulama lainnya bersepakat bahwa lafazh tasyahhud yang diajarkan dalam hadits Ibnu Mas'ud ini adalah salah satu lafazh yang paling utama dan boleh dibaca dalam shalat.
Story Telling
Ada kisah yang menunjukkan betapa telitinya para sahabat dalam menjaga ajaran Nabi ﷺ. Suatu ketika, ada seorang sahabat yang keliru dalam membaca tasyahhud. Maka sahabat lain yang lebih paham segera membenarkannya. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu agama, termasuk lafazh-lafazh ibadah, dijaga dengan sangat ketat oleh generasi terbaik umat ini. Mereka tidak pernah menganggap remeh hal-hal kecil dalam ibadah, karena mereka tahu bahwa ibadah adalah perkara yang agung di sisi Allah.
Kesimpulan Praktis
- Jaga Bacaan Tasyahhud: Bacalah tasyahhud dengan lafazh yang diajarkan Nabi ﷺ, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Ibnu Mas'ud ini. Jangan menambah atau mengurangi tanpa dasar ilmu.
- Teladani Adab Mengajar: Bagi para pendidik dan orang tua, teladanilah Nabi ﷺ dalam mengajar, yaitu dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan perhatian yang dekat kepada murid.
- Hormati Para Ulama: Pelajarilah agama dari para ulama yang memiliki sanad keilmuan yang bersambung kepada Nabi ﷺ, sebagaimana para sahabat belajar langsung dari beliau.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.