Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan betapa dekat dan kasih sayangnya Nabi ﷺ kepada para sahabatnya. Beliau ﷺ berjalan sambil memegang tangan Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu. Ini menunjukkan bahwa bersalaman atau berjabat tangan adalah akhlak mulia yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ, dan hal ini juga menjadi bukti nyata kelembutan serta kerendahan hati beliau dalam bergaul dengan para sahabatnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (sesuai riwayat):
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو عَقِيلٍ، زُهْرَةُ بْنُ مَعْبَدٍ سَمِعَ جَدَّهُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ هِشَامٍ، قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ وَهْوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ.
Terjemahan: Dari Abdullah bin Hisyam radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kami pernah berada di sisi Nabi ﷺ, dan saat itu beliau sedang memegang tangan Umar bin Al-Khattab."
Hadits-hadits lain yang terkait dengan bab bersalaman:
Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan dalam kitab yang sama, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
قَالَ يَا أَهْلَ الْمَدِينَةِ أَنَا أَسْلَمُكُمْ عَلَيْكُمْ
Artinya: "Wahai penduduk Madinah, aku adalah orang yang paling sering mengucapkan salam kepada kalian." (HR. Al-Bukhari, no. 6245)
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya berjabat tangan ketika bertemu, dan bahwa hal itu termasuk akhlak Nabi ﷺ yang mulia. Beliau juga menyebutkan bahwa memegang tangan sahabat saat berjalan adalah bentuk kasih sayang dan penghormatan.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa berjabat tangan ketika bertemu adalah sunnah yang dianjurkan, berdasarkan hadits-hadits shahih.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Hisyam radhiyallahu 'anhu, salah seorang sahabat Nabi ﷺ yang masih kecil saat itu. Beliau menceritakan momen sederhana namun penuh makna: ketika mereka bersama Nabi ﷺ, beliau sedang memegang tangan Umar bin Al-Khattab.
Beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
- Bersalaman adalah sunnah Nabi ﷺ. Memegang tangan atau berjabat tangan ketika bertemu adalah bagian dari adab Islam. Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam "Bab Bersalaman" untuk menunjukkan bahwa hal ini adalah perbuatan yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ.
- Kelembutan dan kasih sayang Nabi ﷺ. Nabi ﷺ tidak hanya mengajarkan dengan lisan, tetapi juga dengan perbuatan. Beliau memegang tangan Umar saat berjalan, menunjukkan kedekatan dan kehangatan hubungan beliau dengan para sahabatnya. Ini mengajarkan kita untuk bersikap hangat dan penuh kasih sayang kepada sesama.
- Kerendahan hati Nabi ﷺ. Meskipun beliau adalah pemimpin umat, beliau tetap berjalan bersama sahabatnya sambil bergandengan tangan. Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kesetaraan dan kerendahan hati, bukan kesombongan.
- Pentingnya hubungan baik antar sesama. Memegang tangan atau bersalaman dapat menghilangkan rasa canggung dan mempererat ukhuwah. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Qatadah bahwa ia bertanya kepada Anas bin Malik: "Apakah berjabat tangan itu dilakukan oleh para sahabat Nabi ﷺ?" Anas menjawab: "Ya." (HR. Al-Bukhari, no. 6263)
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa berjabat tangan hukumnya sunnah dan telah diamalkan oleh para sahabat, tabi'in, dan ulama salaf. Beliau juga menukil perkataan sebagian ulama bahwa berjabat tangan dapat menghilangkan rasa permusuhan dan menumbuhkan kasih sayang.
Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa berjabat tangan adalah perbuatan yang dianjurkan dalam syariat, dan termasuk akhlak para salaf. Beliau menekankan bahwa hal ini dilakukan ketika bertemu sesama muslim sebagai tanda persaudaraan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika para sahabat bertemu, mereka saling berjabat tangan. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa para sahabat Nabi ﷺ apabila bertemu, mereka saling berjabat tangan, dan apabila datang dari perjalanan, mereka saling berpelukan. (HR. Ath-Thabarani, dan disebutkan oleh Imam Al-Bukhari secara mu'allaq)
Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: "Berjabat tangan itu menambah kasih sayang, sebagaimana halnya saling mendoakan menambah kecintaan." Beliau juga meriwayatkan bahwa para sahabat Nabi ﷺ senantiasa melakukan hal ini.
Kisah ini menunjukkan bahwa budaya berjabat tangan bukan sekadar formalitas, tetapi wujud nyata persaudaraan Islam yang hangat dan tulus.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan berjabat tangan ketika bertemu sesama muslim, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ dan para sahabatnya.
- Gandeng tangan atau berjabat tangan dengan hangat sebagai tanda kasih sayang dan penghormatan, sebagaimana Nabi ﷺ melakukannya kepada Umar bin Al-Khattab.
- Jadilah pribadi yang rendah hati dan dekat dengan orang lain, tidak sombong atau menjaga jarak.
- Pererat ukhuwah Islamiyah dengan saling mendoakan dan menunjukkan kehangatan dalam pergaulan sehari-hari.
- Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak agar sunnah ini terus hidup di tengah umat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.