Penjelasan Hadits Bukhari No. 6234 tentang Urutan memberi salam sesuai usia, posisi, dan jumlah

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab mulia dalam memberi salam. Rasulullah ﷺ membimbing kita agar yang muda mendahului salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang jumlahnya sedikit kepada yang lebih banyak. Ini adalah bentuk penghormatan, kasih sayang, dan kerendahan hati yang dianjurkan dalam Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Izin Masuk, Bab Salam dari yang Kecil kepada yang Besar (no. 6234), dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.

Teks hadits:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «يُسَلِّمُ الصَّغِيرُ عَلَى الْكَبِيرِ، وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ»

Terjemahan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Yang muda memberi salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak."

Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar umum perintah memberi salam dan penghormatan:

QS. An-Nur [24]: 61

وَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Terjemahan: "Dan apabila kamu memasuki rumah-rumah, maka hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya (sebagai salam) yang datang dari Allah, yang penuh berkah lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mengerti."

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini mengandung adab sosial yang agung, dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa memulai salam adalah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama dari pihak yang lebih muda, yang berjalan, dan yang jumlahnya lebih sedikit.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengajarkan tiga kaidah adab dalam memberi salam:

  1. Yang muda kepada yang tua: Ini bentuk penghormatan kepada usia dan pengalaman. Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari memuliakan orang tua, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits lain: "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua" (HR. Tirmidzi, dari Anas bin Malik).
  2. Yang berjalan kepada yang duduk: Orang yang berjalan mendahului salam kepada yang duduk, karena yang duduk biasanya lebih tenang dan memiliki hak untuk dihormati. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah adab yang disepakati oleh para ulama.
  3. Yang sedikit kepada yang banyak: Ini menunjukkan penghormatan kepada jamaah atau kelompok yang lebih besar. Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini juga berlaku dalam konteks rombongan.

Para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i menegaskan bahwa memulai salam adalah sunnah, sedangkan menjawabnya adalah wajib. Jika seseorang memberi salam, maka yang lain wajib menjawabnya. Namun, jika yang muda tidak memberi salam lebih dulu, maka yang tua boleh memulai, tetapi yang lebih utama adalah yang muda yang memulai.

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa salam adalah bentuk kasih sayang dan doa. Ketika seseorang memberi salam, ia mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi saudaranya. Maka, mendahului salam adalah bentuk kebaikan yang besar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ melewati sekelompok orang yang sedang duduk. Beliau memberi salam kepada mereka, dan mereka menjawab salam beliau. Dalam riwayat lain, seorang sahabat bernama Abu Hurairah رضي الله عنه sering memberi salam kepada orang-orang yang lebih tua dan yang lebih banyak, sebagai bentuk pengamalan hadits ini. Beliau dikenal sebagai sahabat yang sangat menjaga adab dan sunnah Nabi ﷺ.

Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya menempatkan hadits ini dalam bab khusus tentang adab salam, menunjukkan betapa pentingnya tema ini dalam kehidupan sosial umat Islam.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakanlah memberi salam kepada yang lebih tua, yang sedang duduk, dan kepada kelompok yang lebih banyak.
  2. Memberi salam adalah sunnah yang mendatangkan pahala dan mempererat persaudaraan.
  3. Menjawab salam adalah wajib bagi yang mendengar.
  4. Jangan merasa gengsi atau malu untuk memulai salam, karena itu adalah tanda kerendahan hati dan ketaatan kepada Nabi ﷺ.
  5. Ajarkan adab ini kepada anak-anak sejak dini, agar mereka terbiasa menghormati yang lebih tua.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?