Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6226 tentang Adab bersin dan menguap menurut sunnah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan dua adab penting dalam kehidupan sehari-hari: bersin adalah hal yang dicintai Allah, sehingga kita dianjurkan memuji Allah dan saudara kita mendoakan kita; sedangkan menguap berasal dari setan, sehingga kita dianjurkan menahannya semampu kita. Ini adalah bagian dari adab-adab Islam yang mulia, yang mengajarkan kita untuk selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan dan tidak mengikuti godaan setan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks hadits yang Anda sampaikan adalah benar sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Adab, Bab "Jika Menguap, Hendaklah Ia Meletakkan Tangan di Mulutnya", no. 6226, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan." (QS. Ar-Rum [30]: 23)

Ayat ini menunjukkan bahwa aktivitas manusia seperti tidur dan bangun adalah bagian dari tanda kekuasaan Allah. Menguap sering terjadi saat mengantuk atau lelah, dan dalam hadits ini dijelaskan bahwa setan memanfaatkan keadaan tersebut untuk mengganggu manusia.

Penjelasan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "menguap dari setan" adalah karena setan menyukai dan mendorongnya, bukan berarti menguap itu sendiri adalah perbuatan setan. Ini adalah ujian bagi manusia untuk menahan diri.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hikmah Allah mencintai bersin adalah karena bersin merupakan tanda kesehatan dan keringanan badan, sedangkan menguap sering kali disebabkan oleh rasa malas dan kantuk yang berat.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

1. Makna "Allah mencintai bersin dan membenci menguap"

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa kecintaan Allah kepada bersin adalah karena bersin merupakan nikmat kesehatan yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Sedangkan kebencian Allah terhadap menguap adalah karena menguap biasanya muncul dari rasa malas, kantuk, dan beratnya badan untuk beribadah — kondisi yang disukai setan.

2. Adab ketika bersin

  • Orang yang bersin dianjurkan memuji Allah dengan mengucapkan "Alhamdulillah".
  • Orang yang mendengar bersin dan orang tersebut memuji Allah, maka wajib (menurut pendapat yang kuat: fardhu kifayah) mendoakannya dengan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu).
  • Jika orang yang bersin tidak memuji Allah, maka tidak ada kewajiban untuk mendoakannya.

3. Makna "menguap dari setan"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa menguap bukanlah perbuatan setan secara langsung, tetapi setan mendorong manusia untuk menguap karena menguap menunjukkan kelalaian dan kemalasan. Ini adalah cara setan melemahkan semangat ibadah seseorang.

4. Adab ketika menguap

  • Berusaha menahan menguap semampu mungkin.
  • Jika tidak mampu menahannya, maka letakkan tangan di atas mulut.
  • Dalam riwayat lain disebutkan hendaknya menutup mulut dengan tangan kirinya.
  • Tidak mengeluarkan suara saat menguap, karena itu akan membuat setan tertawa.

5. Mengapa setan tertawa?

Imam Al-Baihaqi menjelaskan bahwa setan tertawa karena berhasil membuat manusia melakukan sesuatu yang dibenci Allah dan membuatnya lalai dari dzikir. Ini adalah bentuk kegembiraan setan atas kelemahan manusia.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Malik bin Anas — semoga Allah merahmatinya — sangat memperhatikan adab-adab dalam majelis ilmu. Beliau tidak suka jika ada orang yang menguap di majelisnya tanpa menutup mulut. Suatu ketika, beliau melihat seorang pemuda menguap dengan suara keras di majelisnya. Maka Imam Malik menegurnya dengan lembut: "Wahai anakku, tutuplah mulutmu ketika menguap. Sesungguhnya setan senang melihatmu dalam keadaan seperti itu. Dan ketahuilah, bahwa seorang penuntut ilmu harus menjaga adabnya, baik di hadapan guru maupun di hadapan Allah."

Pemuda itu pun tersipu malu dan sejak saat itu selalu menjaga adabnya ketika menguap. Hikmah dari kisah ini adalah bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan adab-adab kecil dalam kehidupan sehari-hari, karena mereka memahami bahwa adab adalah bagian dari iman dan ketaatan kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Ketika bersin: Ucapkan "Alhamdulillah" dengan ikhlas, dan jika mendengar orang lain bersin sambil memuji Allah, doakan dengan "Yarhamukallah".
  2. Ketika menguap: Tahan semampu mungkin. Jika tidak mampu, tutup mulut dengan tangan. Hindari bersuara saat menguap.
  3. Jadikan setiap keadaan sebagai momen dzikir: Bersin menjadi momen memuji Allah, dan menguap menjadi momen melawan godaan setan.
  4. Jaga adab di hadapan orang lain: Menguap dengan suara keras atau mulut terbuka adalah perbuatan yang tidak sopan dan disukai setan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.