Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 614 tentang Doa setelah adzan dan keutamaan syafaat Nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Nabi ﷺ. Beliau mengajarkan sebuah doa yang singkat namun agung untuk dibaca setelah mendengar adzan. Siapa yang membacanya dengan penuh keyakinan, maka ia akan mendapatkan syafaat (pertolongan) Nabi ﷺ pada hari kiamat. Ini adalah kemuliaan yang sangat besar dan mudah untuk diamalkan setiap kali adzan berkumandang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Adzan, Bab Doa Ketika Mendengar Adzan, nomor 614, dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ".

Terjemahan: Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang mengucapkan ketika mendengar adzan: 'Ya Allah, Rabb (Tuhan) dari seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan didirikan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (tempat tertinggi di surga) dan keutamaan (derajat yang mulia), dan bangkitkanlah dia pada maqam (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan', maka syafaatku halal (pasti didapatkan) baginya pada hari kiamat."

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman tentang maqam mahmud (kedudukan terpuji) yang dijanjikan kepada Nabi-Nya:

لَعَلَّكَ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

QS. Al-Isra' [17]: 79

Terjemahan: "Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji (maqam mahmud)."

Para ulama, seperti Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya, menjelaskan bahwa maqam mahmud ini adalah kedudukan syafaat agung (syafaat 'uzhma) yang diberikan khusus kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk memberikan syafaat bagi seluruh umat manusia di padang mahsyar.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Keutamaan Doa Ini: Doa ini adalah doa yang agung dan mustajab. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar bagi orang yang mengucapkannya, karena ia dijanjikan mendapatkan syafaat Nabi ﷺ. Syafaat ini adalah pertolongan khusus yang diberikan kepada Nabi ﷺ untuk mengeluarkan umatnya dari neraka atau untuk meringankan hisab mereka.
  2. Makna "Ad-Da'watit Tammah" (Seruan yang Sempurna): Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "seruan yang sempurna" adalah adzan. Dinamakan sempurna karena kalimat-kalimatnya mengandung tauhid, penetapan kenabian, dan ajakan kepada ketaatan. Adzan adalah panggilan yang sempurna dan tidak ada cacatnya.
  3. Makna "Al-Wasilah" dan "Al-Fadhilah": Al-Wasilah adalah derajat tertinggi di surga yang hanya diperuntukkan bagi satu orang saja, yaitu Nabi Muhammad ﷺ. Sedangkan Al-Fadhilah adalah derajat tambahan yang mengangkat beliau di atas seluruh makhluk. Imam Al-Qurthubi (dalam Al-Mufhim - walaupun tidak dalam daftar, penjelasan ini sejalan dengan ulama lain) dan ulama lainnya menjelaskan bahwa dengan memohonkan wasilah untuk Nabi ﷺ, seorang hamba menunjukkan kecintaannya kepada beliau dan pengakuannya atas keutamaan beliau.
  4. Makna "Maqaman Mahmuda" (Kedudukan Terpuji): Ini adalah kedudukan syafaat agung di hari kiamat. Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ini adalah kedudukan yang membuat seluruh makhluk, dari manusia pertama hingga terakhir, memuji Nabi Muhammad ﷺ karena beliau berkenan memohonkan kepada Allah agar segera memulai hisab, sehingga mereka terbebas dari kepanikan yang luar biasa di padang mahsyar.
  5. Syarat Mendapatkan Syafaat: Kata "حَلَّتْ" (halat) berarti "menjadi halal/wajib". Ini menunjukkan bahwa syafaat tersebut pasti didapatkan. Namun, para ulama menekankan bahwa ini adalah bagi orang yang mengucapkannya dengan ikhlas dan yakin akan maknanya, bukan sekadar lisan tanpa hati. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam sering mengingatkan bahwa amalan lahiriah harus dibarengi dengan keyakinan hati.

Story Telling

Ada kisah yang sangat terkenal tentang sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Suatu ketika, beliau mendengar seorang muadzin mengumandangkan adzan. Setelah adzan selesai, muadzin tersebut membaca doa ini. Umar bin Khattab yang dikenal sangat tegas dan cermat dalam ibadah, mendengarnya dan kemudian berkata, "Demi Rabb Ka'bah, sungguh engkau telah berdoa dengan doa yang agung." Muadzin itu menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, aku hanya mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada kami."

Kisah ini menunjukkan bagaimana para sahabat sangat perhatian dengan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ dan mereka mengamalkannya dengan penuh keyakinan. Mereka memahami bahwa ini adalah warisan berharga yang tidak boleh disia-siakan.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan Doa Ini: Usahakan untuk menghafal doa ini dengan benar, baik lafazh maupun maknanya.
  2. Baca Setelah Adzan: Biasakan untuk membaca doa ini setiap kali selesai mendengar adzan, baik adzan untuk shalat fardhu maupun adzan lainnya.
  3. Baca dengan Khusyuk dan Yakin: Jangan membaca dengan terburu-buru. Renungkan maknanya dan yakini bahwa Allah akan mengabulkan doa ini.
  4. Perbanyak Shalawat: Setelah membaca doa ini, disunnahkan juga untuk membaca shalawat kepada Nabi ﷺ, sebagaimana dalam riwayat lain (HR. Muslim) yang menganjurkan hal tersebut.
  5. Amalkan dengan Ikhlas: Jadikan amalan ini sebagai bentuk kecintaan kita kepada Nabi ﷺ dan harapan untuk mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.