Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan adab ketika mendengar seruan adzan. Saat muadzin mengucapkan "Hayya 'alash shalah" (marilah shalat) dan "Hayya 'alal falah" (marilah menuju kemenangan), seorang Muslim disunnahkan menjawab dengan kalimat "Laa haula walaa quwwata illaa billaah" (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Hal ini berdasarkan perintah Nabi ﷺ yang didengar langsung oleh para sahabat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Adzan, Bab Apa yang Dikatakan Jika Mendengar Muadzin (no. 613). Hadits ini merupakan penguat dari hadits sebelumnya (no. 586) yang menjelaskan secara umum jawaban adzan.
Adapun dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan makna kalimat ini adalah firman Allah:
QS. Al-Kahfi [18]: 39
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
"Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan: 'Masya Allah, laa quwwata illaa billah' (Apa yang Allah kehendaki, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)."
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kalimat "Laa haula walaa quwwata illaa billah" mengandung makna penyerahan total kepada Allah, bahwa seorang hamba tidak memiliki daya untuk menjauhi maksiat dan tidak memiliki kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki sanad yang menarik. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Ishaq bin Rahuyah (salah satu guru beliau dan ulama besar dalam daftar rujukan), dari Wahb bin Jarir, dari Hisyam, dari Yahya. Yahya kemudian berkata bahwa sebagian saudara-saudaranya (para perawi) memberitahunya bahwa ketika muadzin mengucapkan "Hayya 'alash shalah", jawabannya adalah "Laa haula walaa quwwata illaa billaah".
Pemahaman para ulama:
- Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya menempatkan hadits ini dalam bab khusus tentang apa yang diucapkan saat mendengar muadzin. Ini menunjukkan bahwa beliau memandang hadits ini sebagai dalil kuat untuk menjawab adzan pada bagian "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah" dengan kalimat hauqalah.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan perbedaan jawaban antara takbir adzan (dijawab dengan yang semisal) dan seruan "Hayya 'alash shalah" (dijawab dengan hauqalah). Beliau menyebutkan bahwa hikmahnya adalah karena seruan tersebut mengandung ajakan untuk melakukan ketaatan, maka jawabannya adalah pengakuan bahwa tidak ada daya untuk melakukannya kecuali dengan pertolongan Allah.
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menyatakan bahwa menjawab "Hayya 'alash shalah" dengan "Laa haula walaa quwwata illaa billaah" adalah sunnah yang disepakati oleh para ulama.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh Ash-Shalihin menjelaskan bahwa kalimat hauqalah ini adalah bentuk tawadhu (kerendahan hati) seorang hamba di hadapan Allah, mengakui kelemahannya dan kebutuhannya akan pertolongan Allah dalam melaksanakan ibadah shalat.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama (seperti dalam madzhab Hanafi) berpendapat bahwa jawaban adzan cukup dengan mengulangi apa yang diucapkan muadzin, termasuk pada "Hayya 'alash shalah". Namun, pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) yang membedakan jawaban pada dua kalimat hayya tersebut dengan hauqalah, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits serupa lainnya.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang sangat teliti dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ, ketika mendengar muadzin mengucapkan "Hayya 'alash shalah", beliau mengucapkan "Laa haula walaa quwwata illaa billaah". Ketika ditanya mengapa demikian, beliau menjawab bahwa begitulah yang beliau dengar dari Rasulullah ﷺ. Kisah ini menunjukkan semangat para sahabat dalam menjaga sunnah-sunnah kecil sekalipun, yang kadang dilupakan oleh banyak orang di zaman kita. (Disebutkan dalam riwayat-riwayat shahih tentang sifat adzan).
Kesimpulan Praktis
- Ketika mendengar muadzin mengucapkan "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah", jawablah dengan "Laa haula walaa quwwata illaa billaah".
- Kalimat ini adalah bentuk pengakuan akan kelemahan diri dan kebutuhan akan pertolongan Allah dalam melaksanakan shalat.
- Amalkan sunnah ini sebagai bentuk ittiba' (mengikuti) kepada Nabi ﷺ dan para sahabat.
- Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak agar mereka terbiasa menjawab adzan dengan benar.
- Jangan meremehkan amalan kecil seperti ini, karena ia bisa menjadi timbangan kebaikan di akhirat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.