Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa ketika mendengar adzan, kita dianjurkan untuk mengulangi lafadz adzan seperti yang diucapkan muadzin, kecuali pada lafadz "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah" yang dijawab dengan "Laa haula walaa quwwata illa billah". Ini adalah amalan yang diajarkan Nabi ﷺ dan diamalkan oleh para sahabat, termasuk Muawiyah radhiyallahu 'anhu.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits yang dimaksud adalah riwayat dari Muawiyah radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya:
Hadits Riwayat Al-Bukhari No. 612:
Telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Fadhalah, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Yahya, dari Muhammad bin Ibrahim bin Al-Harits, ia berkata: telah menceritakan kepadaku 'Isa bin Thalhah, bahwa ia mendengar Muawiyah pada suatu hari mengucapkan seperti itu hingga perkataannya "Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah".
Hadits ini memiliki riwayat lengkap dari jalur lain yang menjelaskan bahwa Muawiyah radhiyallahu 'anhu mengulangi ucapan muadzin. Dalam riwayat lain disebutkan:
Hadits Riwayat Muslim No. 385:
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ
"Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muadzin." (HR. Muslim)
Dalil Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata: 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?'" (QS. Fushshilat [41]: 33)
Ayat ini menunjukkan keutamaan orang yang menyeru kepada Allah, termasuk muadzin yang mengumandangkan adzan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan tentang adab ketika mendengar adzan. Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in telah memahami dan mengamalkan hal ini:
Pendapat Ulama tentang Mengulangi Adzan:
- Imam Asy-Syafi'i (dalam kitab Al-Umm) menjelaskan bahwa sunnah bagi orang yang mendengar adzan untuk mengulangi apa yang diucapkan muadzin, kecuali pada lafadz "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah" yang dijawab dengan "Laa haula walaa quwwata illa billah". Ini berdasarkan hadits dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu.
- Imam Ahmad bin Hanbal juga berpendapat sama, sebagaimana dinukil oleh muridnya, bahwa mengulangi adzan adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
- Imam Al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam bab "Apa yang Diucapkan Jika Mendengar Muadzin", menunjukkan bahwa beliau memahami adanya amalan mengulangi ucapan muadzin.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits Muawiyah ini menunjukkan praktik para sahabat dalam mengulangi adzan. Beliau berkata: "Hadits ini menunjukkan disyariatkannya mengulangi adzan bagi yang mendengarnya."
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan: "Para ulama sepakat tentang sunnahnya mengulangi adzan bagi yang mendengarnya, berdasarkan hadits-hadits yang shahih."
Perbedaan Pendapat tentang Hayya 'alash Shalah:
Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama:
- Jumhur ulama (termasuk Imam Syafi'i, Ahmad, dan Malik) berpendapat bahwa jawaban untuk "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah" adalah "Laa haula walaa quwwata illa billah"
- Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa dijawab dengan "Laa haula walaa quwwata illa billah" juga, namun beliau juga membolehkan mengulangi seperti muadzin
Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur berdasarkan hadits shahih dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu.
Story Telling
Diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin (seorang tabi'in besar), bahwa ia berkata:
"Aku pernah bertanya kepada sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ tentang apa yang mereka ucapkan ketika mendengar adzan. Mereka menjawab: 'Kami mengucapkan seperti apa yang diucapkan muadzin, hingga selesai adzan.'" (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih)
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat telah mengamalkan sunnah ini sejak zaman Nabi ﷺ, dan mereka mengajarkannya kepada generasi setelahnya. Ini adalah bagian dari kecintaan mereka kepada adzan dan penghormatan terhadap panggilan Allah.
Kesimpulan Praktis
- Mengulangi adzan adalah sunnah yang dianjurkan ketika mendengar muadzin
- Kecuali pada lafadz "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah" yang dijawab dengan "Laa haula walaa quwwata illa billah"
- Setelah adzan selesai, dianjurkan membaca shalawat dan doa setelah adzan
- Amalan ini menunjukkan penghormatan kita kepada panggilan Allah dan kecintaan kepada syiar Islam
- Jangan lupa untuk menjawab adzan dengan khusyuk dan penuh perhatian, bukan sambil melakukan aktivitas lain
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.