Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6114 tentang Kekuatan sejati adalah menahan diri saat marah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa ukuran kekuatan sejati bukan terletak pada kemampuan fisik mengalahkan lawan dalam pergulatan, melainkan pada kemampuan mengendalikan diri ketika marah. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa orang yang paling kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya dan tidak membiarkan kemarahan menguasai lisan, hati, dan perbuatannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Ali 'Imran [3]: 134

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Terjemahan: "(Yaitu) orang-orang yang berinfak di waktu lapang dan sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik."

Ayat ini berkaitan langsung dengan hadits di atas. Para ulama, di antaranya Ibnu Katsir dalam tafsirnya dan As-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman, menjelaskan bahwa menahan amarah (al-kazhm) termasuk sifat orang-orang yang berbuat baik dan menjadi sebab kecintaan Allah kepada hamba-Nya.

Hadits yang sedang dijelaskan:

Rasulullah ﷺ bersabda:

"لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ"

Artinya: "Orang kuat bukanlah orang yang menang dalam pergulatan. Sesungguhnya orang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah."

(HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Adab, Bab Al-Hadzar minal Ghadhab, no. 6114, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari melalui jalur Abdullah bin Yusuf, dari Imam Malik bin Anas, dari Ibnu Syihab az-Zuhri, dari Sa'id bin al-Musayyib, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Sanad ini termasuk salah satu sanad yang paling shahih, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama hadits.

Hadits terkait:

Dalam Shahih Al-Bukhari juga diriwayatkan dari Abu Hurairah, ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ﷺ: "Berilah aku wasiat." Beliau bersabda: "لَا تَغْضَبْ" (Jangan engkau marah). Beliau mengulanginya beberapa kali. (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Adab)

Penjelasan Rinci

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.